Keboncinta.com — Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bersiap mengambil langkah tegas menjelang akhir tahun 2026. Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengumumkan rencana evaluasi dan audit besar-besaran terhadap pelaksanaan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kebijakan ini ditempuh sebagai strategi utama untuk meningkatkan transparansi penyaluran dana sekaligus memastikan efektivitas program di lapangan.
Dalam keterangannya di Jakarta Selatan pada Rabu (4/11/2026), Maman menjelaskan bahwa fokus utama dari evaluasi ini adalah memastikan percepatan integrasi sistem penyaluran KUR ke dalam platform digital Sapa UMKM. Langkah digitalisasi dan sentralisasi data tersebut dinilai sangat krusial agar aliran dana dapat dipantau secara real-time dan tepat sasaran.
Pemerintah tidak main-main dalam mengawal proses digitalisasi ini. Maman menegaskan bahwa pihaknya akan mempertanyakan komitmen dan integritas bank-bank penyalur KUR yang kedapatan tidak bersedia melakukan integrasi sistem dengan platform Sapa UMKM.
"Jadi kalau misalnya bank-bank itu ada yang tidak bersedia, berarti kita pertanyakan tuh. Ada sesuatu tuh berarti itu," tegas Maman.
Sikap tegas ini diambil mengingat pentingnya menjaga kualitas distribusi program negara yang dipercayakan kepada Kementerian UMKM agar benar-benar memberikan multiplier effect bagi perekonomian kerakyatan.
Baca Juga: Siap-siap, Kurs Rupiah Diprediksi Melemah hingga Akhir Tahun: Bisa Tembus Berapa?
Di tengah agenda evaluasi besar-besaran tersebut, Kementerian UMKM mencatatkan tren positif pada arah pembiayaan. Penyaluran KUR saat ini didorong secara masif ke sektor produksi hingga menembus angka 65% dari total alokasi anggaran nasional sebesar Rp 300 triliun. Angka pencapaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang kerap tertahan di kisaran 57%.
Rangkaian audit dan pembenahan tata kelola ini sengaja digencarkan menjelang pergantian tahun agar pelaksanaan program KUR pada tahun anggaran 2027 dapat berjalan jauh lebih optimal, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
"Kita berharap dalam setiap tahun, ini kan menjelang akhir tahun kita ingin evaluasi besar-besaran agar tahun 2027 itu bisa lebih baik lagi. Itu spirit dan semangatnya kita, salah satunya apa? Transparansi," pungkasnya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir