KebonCinta.com-- Tidur sebentar pada siang hari bisa menjadi cara untuk memulihkan energi setelah beraktivitas sejak pagi. Namun, ketika rasa kantuk datang menjelang sore dan seseorang tertidur cukup lama, waktu istirahat tersebut justru berpotensi mengganggu jadwal tidur malam.
Kebiasaan tidur sore sering dianggap tidak berbahaya, terutama setelah menjalani hari yang melelahkan. Padahal, waktu dan durasi tidur siang dapat memengaruhi rasa kantuk ketika malam tiba, konsentrasi, serta keteraturan pola tidur sehari-hari.
Meski begitu, tidur siang tidak selalu berdampak buruk. Istirahat singkat pada waktu yang tepat justru dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. Hal yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan tidur terlalu lama, terlalu dekat dengan waktu tidur malam, atau rasa kantuk berlebihan yang terjadi berulang kali.
Baca Juga: Sering Sulit Fokus dan Mudah Lupa? 3 Makanan Ini Bisa Mendukung Kesehatan Otak, Yuk Disimak
Salah satu dampak yang paling mudah dirasakan setelah tidur sore terlalu lama adalah kesulitan untuk terlelap pada malam hari.
Tubuh memiliki mekanisme alami yang mengatur rasa kantuk berdasarkan jam biologis dan kebutuhan tidur yang terkumpul selama terjaga. Ketika seseorang tidur cukup lama pada sore hari, dorongan untuk tidur pada malam hari dapat berkurang.
Akibatnya, waktu tidur bisa menjadi lebih larut. Jika harus bangun pagi seperti biasa, durasi tidur malam pun berisiko berkurang.
Kondisi tersebut dapat membentuk kebiasaan yang kurang baik. Seseorang tidur sore karena mengantuk, kemudian sulit tidur pada malam hari dan kembali merasa lelah pada keesokan harinya.
Tidur sore juga dapat memengaruhi aktivitas yang masih harus diselesaikan pada hari yang sama. Sebagian orang merasa lebih segar setelah tidur sebentar, tetapi sebagian lainnya justru mengalami rasa berat, lesu, atau kebingungan sesaat setelah bangun.
Perasaan tersebut dikenal sebagai sleep inertia, yaitu kondisi ketika otak belum sepenuhnya kembali ke tingkat kewaspadaan setelah terbangun. Efeknya bisa terasa lebih kuat jika seseorang bangun dari tidur yang cukup dalam.
Apabila waktu tidur sore terlalu panjang, waktu untuk bekerja, belajar, berolahraga, atau menyelesaikan pekerjaan rumah juga dapat berkurang.
Karena itu, jika membutuhkan tidur siang, pilih durasi yang sesuai agar tubuh memperoleh kesempatan beristirahat tanpa mengorbankan aktivitas dan waktu tidur malam.
Baca Juga: Mengenal Disleksia pada Anak, Kenali Tanda-Tandanya dan Cara Mendukung Proses Belajarnya
Tidur pada waktu yang berubah-ubah dapat membuat jadwal istirahat sehari-hari menjadi kurang konsisten. Misalnya, seseorang terbiasa tidur sore selama berjam-jam, kemudian baru bisa tidur menjelang tengah malam.
Jika pola tersebut berlangsung terus-menerus, waktu tidur dan bangun dapat semakin sulit dipertahankan secara teratur. Padahal, jadwal tidur yang konsisten membantu tubuh menyesuaikan ritme sirkadian atau jam biologisnya.
Kuncinya bukan menghilangkan semua tidur siang, melainkan mengatur waktu istirahat agar tidak terus-menerus berbenturan dengan kebutuhan tidur malam.
Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara tidur siang yang panjang atau sering dan beberapa masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes tipe 2, serta penyakit kardiovaskular.
Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa tidur sore secara langsung menyebabkan penyakit-penyakit tersebut. Tidur siang yang panjang juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang kurang tidur pada malam hari, mengalami gangguan tidur, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Karena itu, kebiasaan tidur siang sebaiknya dinilai bersama faktor lain, seperti pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur malam, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Jika rasa kantuk berlebihan terjadi hampir setiap hari meskipun waktu tidur malam sudah cukup, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mencari penyebabnya.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan waktu istirahat.
Pilih waktu tidur lebih awal. Jika memungkinkan, lakukan tidur siang pada awal hingga pertengahan siang. Tidur terlalu dekat dengan waktu tidur malam lebih berpotensi mengurangi rasa kantuk ketika hendak beristirahat.
Batasi durasinya. Bagi kebanyakan orang dewasa, tidur singkat sekitar 10–20 menit dapat membantu memulihkan kewaspadaan tanpa terlalu banyak mengganggu tidur malam.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir