KebonCinta.com-- Kebiasaan makan menjelang tidur mungkin terasa biasa, terutama setelah menjalani aktivitas padat sepanjang hari. Rasa lapar pada malam hari terkadang membuat seseorang langsung mencari makanan sebelum beristirahat. Namun, jika dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur, kebiasaan ini dapat memengaruhi kenyamanan tubuh dan kualitas istirahat.
Dampaknya tidak selalu sama pada setiap orang. Jenis makanan, jumlah yang dikonsumsi, waktu makan, serta kondisi kesehatan turut menentukan bagaimana tubuh merespons makanan pada malam hari.
Karena itu, bukan berarti setiap orang harus berhenti makan setelah jam tertentu. Hal yang lebih penting adalah mengatur waktu makan dan memilih makanan secara bijak agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi tanpa mengganggu tidur.
Baca Juga: Sering Merasa Begah Setelah Makan Malam? Coba Minum Air Jahe Lemon, Ini 5 Manfaatnya
Salah satu masalah yang dapat muncul ketika seseorang langsung berbaring setelah makan adalah refluks asam lambung. Kondisi ini terjadi ketika isi lambung kembali naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi panas di dada atau rasa asam di mulut.
Risiko tersebut dapat meningkat apabila seseorang mengonsumsi makanan dalam porsi besar, makanan tinggi lemak, atau makanan yang memicu keluhan asam lambung sesaat sebelum tidur. Posisi berbaring juga dapat mempermudah terjadinya refluks pada orang yang rentan mengalaminya.
Untuk mengurangi risiko tersebut, usahakan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam antara makan malam dan waktu berbaring, terutama jika sering mengalami refluks. Hindari pula langsung tidur setelah menyantap makanan dalam jumlah banyak.
Makan pada malam hari tidak otomatis membuat seseorang mengalami kenaikan berat badan. Faktor yang lebih menentukan adalah jumlah kalori yang dikonsumsi dibandingkan dengan energi yang digunakan tubuh sepanjang waktu.
Meski begitu, kebiasaan ngemil larut malam dapat membuat asupan kalori harian bertambah tanpa disadari. Hal ini terutama terjadi ketika seseorang memilih makanan tinggi gula, lemak, atau kalori dalam porsi besar.
Sebagai contoh, kebiasaan mengonsumsi keripik, makanan cepat saji, atau minuman manis sambil menonton televisi bisa membuat seseorang terus makan meskipun sebenarnya sudah kenyang.
Jika merasa lapar pada malam hari, pilih makanan dengan porsi secukupnya. Buah utuh, yoghurt tanpa banyak tambahan gula, atau camilan bergizi lainnya dapat menjadi pilihan sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan.
Tidur yang nyaman tidak hanya dipengaruhi oleh suasana kamar, tetapi juga kebiasaan sebelum beristirahat. Mengonsumsi makanan berat terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat sebagian orang merasa begah, kembung, atau tidak nyaman ketika berbaring.
Gangguan akan lebih terasa jika makanan yang dikonsumsi memicu refluks atau jika seseorang memiliki masalah pencernaan tertentu. Akibatnya, tidur bisa terputus-putus dan tubuh terasa kurang segar saat bangun.
Untuk membantu menjaga kualitas tidur, biasakan makan malam pada waktu yang teratur dan hindari porsi terlalu besar menjelang tidur. Jika sering merasa lapar pada malam hari, perhatikan pula apakah asupan makanan sepanjang siang hingga sore sudah mencukupi.
Baca Juga: 5 Potensi Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan, Kenali Khasiat dan Risikonya
Waktu makan juga menjadi salah satu aspek yang diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan metabolik. Tubuh memiliki ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang mengatur berbagai proses tubuh mengikuti siklus siang dan malam.
Respons tubuh terhadap makanan dapat berbeda bergantung pada waktu konsumsinya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir