Kesehatan
Rahman Abdullah

Sering Makan Kerang Hijau? Kenali 5 Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Sering Makan Kerang Hijau? Kenali 5 Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

07 November 2026 | 12:47

Dengan demikian, tidak tepat menyimpulkan bahwa seluruh kerang hijau berbahaya atau seluruhnya aman tanpa mempertimbangkan asal dan hasil pengujian produk. <Cite refs={["turn753144search7","turn753144search3"]}/>

Sebagai langkah bijak, konsumsilah makanan laut secara bervariasi dan jangan menjadikan kerang dari sumber yang belum terjamin keamanannya sebagai menu rutin dalam jumlah besar.

5. Kerang yang Tidak Segar Juga Berisiko bagi Kesehatan

Kesegaran dan penanganan kerang merupakan faktor lain yang tidak boleh diabaikan. Kerang yang sudah mati sebelum dimasak, mengalami pembusukan, atau disimpan terlalu lama pada suhu yang tidak sesuai dapat menimbulkan risiko keamanan pangan.

Sebelum mengolah kerang, perhatikan kondisinya. Hindari kerang dengan bau busuk atau menyengat yang tidak wajar, serta produk yang menunjukkan tanda kerusakan.

Pada kerang bercangkang yang masih hidup, pilih yang kondisinya baik. Bersihkan cangkang di bawah air mengalir dan simpan pada suhu dingin sampai siap diolah.

Saat memasak, buang kerang bercangkang yang tidak membuka setelah proses pemasakan. Namun, perlu diingat bahwa tampilan, bau, dan proses memasak tidak dapat mendeteksi atau menghilangkan semua jenis kontaminan. <Cite refs={["turn753144search5","turn753144search0"]}/>

Cara Aman Mengonsumsi Kerang Hijau

Agar tetap dapat menikmati hidangan kerang dengan lebih aman, ada beberapa langkah yang dapat diterapkan di rumah.

Pertama, pilih kerang dari penjual tepercaya yang dapat memberikan informasi mengenai asal dan penanganan produknya. Hindari mengambil kerang langsung dari perairan yang tercemar atau belum diketahui status keamanannya.

Kedua, jaga kebersihan selama proses persiapan. Cuci tangan, bersihkan peralatan dapur, dan pisahkan kerang mentah dari makanan yang sudah matang agar kontaminasi silang tidak terjadi.

Ketiga, masak kerang sampai matang sempurna. Perebusan atau pengukusan yang memadai membantu mengurangi risiko bakteri dan virus, tetapi tidak dapat diandalkan untuk menghilangkan logam berat maupun semua biotoksin laut.

Keempat, simpan kerang pada suhu dingin dan jangan membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang. Jika kualitas atau asal produk diragukan, lebih baik tidak mengonsumsinya.

Baca Juga: Motivasi Belajar yang Benar Bukan Sekadar Semangat, Kenali 6 Perbedaannya 

Kerang hijau dapat menjadi sumber protein dan zat gizi, tetapi keamanan konsumsinya sangat bergantung pada kondisi perairan, kualitas produk, serta penanganannya sebelum sampai ke meja makan.

Risiko yang perlu diperhatikan meliputi paparan logam berat, keracunan akibat bakteri atau virus, dan biotoksin laut yang tidak selalu rusak ketika dipanaskan.

Karena itu, kunci utamanya bukan sekadar menghindari kerang hijau, melainkan memilih produk dari sumber tepercaya, menjaga kebersihan, memasaknya dengan benar, dan menghindari kerang dari perairan yang tercemar. Dengan langkah tersebut, risiko kesehatan dapat dikurangi tanpa harus menganggap semua kerang hijau berbahaya.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Bahaya kerang hijau Logam berat Keracunan Makanan

Komentar Pengguna