Pendidikan
M. Fadhli Dzil Ikram

Sering Disangka Kurang Pintar: Ternyata Ini Alasan Sebenarnya Kenapa Anak Bisa Sulit Membaca

Sering Disangka Kurang Pintar: Ternyata Ini Alasan Sebenarnya Kenapa Anak Bisa Sulit Membaca

06 November 2026 | 08:39

Keboncinta.com — Kemampuan membaca sering dianggap sebagai salah satu ukuran kecerdasan anak. Anak yang cepat memahami bacaan kerap dinilai lebih pintar, sedangkan anak yang mengalami kesulitan membaca terkadang dianggap memiliki kemampuan intelektual yang rendah.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kesulitan membaca pada anak ternyata tidak selalu berkaitan dengan tingkat kecerdasan maupun kemampuan melihat tulisan. Ada faktor kognitif lain yang justru memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan keterampilan membaca.

Hal tersebut terungkap melalui penelitian yang dilakukan oleh Profesor Departemen Psikologi Pendidikan Texas A&M University, Dr. Daniel Hajovsky, bersama sejumlah peneliti dari berbagai perguruan tinggi.

Penelitian ini memberikan pemahaman baru mengenai penyebab anak sulit belajar membaca. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan memproses suara, pengetahuan, dan pemahaman memiliki peran penting dalam membantu anak mengenali serta memahami kata-kata.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah, Kapan Sebenarnya Waktu yang Tepat untuk Membaca Niat Umrah? 

Penelitian Terbaru Mengungkap Faktor Kemampuan Membaca Anak

Dr. Daniel Hajovsky bersama tim peneliti dari University of Kansas, St. John's University, Montclair State University, dan Temple University melakukan analisis besar untuk mengetahui hubungan antara kemampuan kognitif dan keterampilan membaca.

Penelitian tersebut bertujuan mengidentifikasi proses mental yang berperan dalam perkembangan kemampuan membaca anak. Para peneliti juga ingin memahami mengapa sebagian anak dapat membaca dengan lancar, sementara anak lainnya membutuhkan waktu dan pendampingan lebih banyak.

Dalam analisisnya, tim peneliti menggabungkan sekitar 50.000 korelasi dari 137 kelompok pengukuran kemampuan kognitif dan prestasi akademik.

Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti mengukur kontribusi berbagai keterampilan mental terhadap kemampuan membaca. Hasilnya sekaligus membantu menjelaskan perbedaan kesimpulan dari penelitian-penelitian sebelumnya mengenai faktor yang memengaruhi keterampilan membaca.

Dikutip dari Texas A&M University, salah satu temuan menarik dalam penelitian ini adalah kemampuan pemrosesan visual ternyata tidak memiliki hubungan signifikan dengan keterampilan membaca.

Sementara itu, kecerdasan umum memang tetap berpengaruh, tetapi kontribusinya tidak sebesar yang selama ini diperkirakan.

Dua Faktor Penting yang Memengaruhi Kemampuan Membaca

Penelitian Hajovsky dan tim menemukan bahwa terdapat sejumlah keterampilan kognitif yang memiliki hubungan kuat dengan kemampuan membaca. Dua di antaranya adalah pemrosesan pendengaran serta pengetahuan dan pemahaman.

1. Kemampuan Memproses Suara atau Auditori

Pemrosesan pendengaran merupakan kemampuan otak dalam mengenali, membedakan, dan mengolah suara yang didengar seseorang.

Dalam proses belajar membaca, keterampilan ini membantu anak mengenali bunyi-bunyi penyusun sebuah kata. Anak perlu memahami bahwa suatu kata terdiri atas beberapa bunyi yang dapat dipisahkan dan digabungkan kembali.

Sebagai contoh, ketika mempelajari kata sederhana, anak perlu mengenali setiap bunyi yang membentuk kata tersebut sebelum mampu membacanya secara utuh.

Kemampuan membedakan suara menjadi bagian penting dalam proses mengenali hubungan antara bunyi dan huruf. Jika keterampilan ini belum berkembang dengan baik, anak mungkin membutuhkan latihan tambahan untuk memahami cara membaca kata.

2. Pengetahuan dan Pemahaman

Selain kemampuan memproses suara, pengetahuan dan pemahaman juga menjadi faktor penting dalam perkembangan membaca.

Pengetahuan merupakan kumpulan informasi, kosakata, pengalaman, serta pemahaman yang diperoleh anak dari lingkungan sekitarnya.

Anak yang memiliki perbendaharaan kata lebih banyak biasanya mempunyai bekal lebih baik untuk memahami isi bacaan.

Misalnya, ketika menemukan kata yang pernah didengar atau digunakan dalam percakapan sehari-hari, anak akan lebih mudah mengenali dan memahami maknanya.

Kedua keterampilan tersebut saling melengkapi. Pemrosesan pendengaran membantu anak mengenali kata, sedangkan pengetahuan dan pemahaman mendukung kemampuan mereka menangkap makna dari bacaan.

Peneliti menjelaskan bahwa kedua faktor ini dapat memprediksi kemampuan membaca secara lebih baik dibandingkan sejumlah faktor lain yang dianalisis.

Kecerdasan Bukan Satu-satunya Penentu Anak Bisa Membaca

Salah satu pesan penting dari penelitian ini adalah kecerdasan umum bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan anak dalam belajar membaca.

Selama ini, anak yang mengalami kesulitan membaca sering kali mendapatkan penilaian negatif. Padahal, hambatan tersebut bisa muncul karena adanya keterampilan tertentu yang belum berkembang secara optimal.

Dr. Hajovsky menjelaskan bahwa kemampuan seperti pemahaman, pengetahuan, dan pemrosesan pendengaran mempunyai kontribusi tersendiri terhadap keterampilan membaca, bahkan setelah pengaruh kecerdasan umum diperhitungkan.

Selain faktor tersebut, memori, kecepatan pemrosesan informasi, dan kemampuan penalaran juga tetap memberikan dukungan terhadap perkembangan membaca.

Dengan demikian, kesulitan membaca sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai tanda bahwa seorang anak memiliki kecerdasan rendah.

Sebaliknya, orang tua dan guru perlu mencari tahu bagian keterampilan mana yang masih membutuhkan perhatian.

Baca Juga: Jangan Asal Pergi Begitu Saja! Ini Bacaan Doa Penutup Majelis dan Adab Selesai Mengaji 

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua dan Guru?

Hasil penelitian ini memberikan manfaat praktis bagi dunia pendidikan, khususnya dalam membantu anak yang mengalami kesulitan membaca.

Guru dapat menggunakan pemahaman tersebut untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar setiap anak. Sebab, tidak semua kesulitan membaca memiliki penyebab yang sama.

Ada anak yang membutuhkan latihan mengenali bunyi, sementara anak lainnya memerlukan pengayaan kosakata dan pemahaman bahasa.

Orang tua juga dapat mengambil peran melalui kegiatan sederhana di rumah.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Anak Sulit Membaca Pendidikan Anak Tips Parenting

Komentar Pengguna