Namun, Wi-Fi atau koneksi lainnya tidak selalu menguras baterai dalam jumlah besar. Konsumsi daya bergantung pada kondisi sinyal, aktivitas perangkat, dan penggunaan aplikasi.
Notifikasi yang terlalu banyak dapat membuat layar menyala dan perangkat terus menjalankan aktivitas tertentu.
Untuk menghemat baterai, pengguna bisa mengatur notifikasi aplikasi yang dianggap kurang penting melalui menu Setelan > Aplikasi > Kelola Aplikasi atau pengaturan notifikasi.
Dengan begitu, hanya aplikasi yang benar-benar diperlukan yang dapat mengirimkan pemberitahuan.
Pembaruan sistem operasi terkadang membawa perbaikan bug, peningkatan keamanan, dan optimalisasi konsumsi daya.
Pengguna Xiaomi sebaiknya memeriksa ketersediaan pembaruan melalui menu Setelan > Tentang Ponsel > Versi HyperOS atau MIUI.
Jika tersedia pembaruan resmi yang sesuai dengan perangkat, pengguna dapat mempertimbangkan untuk memasangnya. Pastikan baterai mencukupi dan data penting sudah dicadangkan sebelum melakukan pembaruan.
Baca Juga: Xiaomi 18 Fold Dijadwalkan Meluncur Hari Ini, Bawa Chip Xring O3 dan Desain Seukuran Paspor
Memeriksa battery health HP Xiaomi dapat dilakukan tanpa aplikasi tambahan melalui laporan bug pada perangkat yang mendukung fitur tersebut. Pengguna bisa mencari informasi healthd dan memeriksa parameter kapasitas baterai untuk mendapatkan perkiraan kondisinya.
Meski demikian, metode ini tidak selalu bekerja pada semua tipe Xiaomi. Hasilnya juga perlu ditafsirkan dengan hati-hati karena format data teknis dapat berbeda berdasarkan model dan versi sistem operasi.
Selain rutin memeriksa kesehatan baterai, pengguna sebaiknya menjaga pola pengisian daya, mengelola penggunaan aplikasi, serta mengoptimalkan pengaturan perangkat agar baterai lebih awet.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir