Berita
Hilmi An Naufal

Seluruh Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Belajar, Perbaikan Gedung Masih Berjalan

Seluruh Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Belajar, Perbaikan Gedung Masih Berjalan

24 September 2026 | 14:15

JAKARTA — Kegiatan belajar telah kembali berlangsung di seluruh 4.922 sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Meski demikian, pemulihan bangunan dan sarana pendidikan di sejumlah sekolah masih terus dikerjakan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat 4.821 sekolah telah kembali belajar di lokasi semula. Sebanyak 99 sekolah menjalankan pembelajaran di ruang kelas darurat, sedangkan dua sekolah lainnya untuk sementara menumpang di sekolah lain. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa layanan belajar sudah berjalan kembali, meskipun tempat belajar sebagian siswa belum sepenuhnya pulih.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa total dukungan kementerian untuk pemulihan layanan pendidikan di tiga provinsi itu mencapai Rp5,6 triliun. Dari jumlah tersebut, bantuan revitalisasi satuan pendidikan memperoleh alokasi Rp3,03 triliun.

Sebanyak 3.132 sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk bantuan revitalisasi. Hingga laporan yang disampaikan pada September 2026, dana sebesar Rp2,63 triliun telah disalurkan ke rekening sekolah. Penyaluran tahap pertama, sebesar 70 persen dari bantuan, telah dilakukan untuk seluruh sekolah penerima. Dana tahap kedua disalurkan setelah pekerjaan fisik mencapai persyaratan progres yang ditetapkan.

Pekerjaan pembangunan di sekolah penerima bantuan berada pada tahap yang berbeda-beda. Kemendikdasmen mencatat 562 sekolah telah menyelesaikan pembangunan sepenuhnya. Sebanyak 1.954 sekolah mencapai progres fisik di atas 50 persen, sementara 616 sekolah lainnya masih menuju capaian 50 persen.

Angka tersebut perlu dibedakan dari jumlah sekolah yang telah kembali belajar. Sebanyak 3.132 sekolah merupakan penerima bantuan revitalisasi yang telah menandatangani perjanjian kerja sama; bukan jumlah sekolah yang seluruh bangunannya sudah selesai diperbaiki.

Selain memperbaiki bangunan, pemerintah mengusulkan relokasi 97 sekolah ke lokasi yang lebih aman. Dari jumlah itu, 34 sekolah telah memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 63 sekolah lainnya masih menunggu kepastian serta legalitas lahan sebelum prosesnya dapat dilanjutkan.

Dukungan bagi warga sekolah juga menjadi bagian dari pemulihan. Kemendikdasmen melaporkan penyaluran bantuan senilai Rp315,08 miliar kepada 52.513 guru dan tenaga kependidikan terdampak. Pelatihan kesiapsiagaan bencana serta pendampingan psikososial disiapkan untuk menjangkau para guru.

Untuk murid, pemerintah menyiapkan Program Indonesia Pintar bagi lebih dari 1,5 juta penerima di 53 kabupaten dan kota terdampak, dengan anggaran Rp1,16 triliun yang disalurkan secara bertahap. Bantuan sarana pembelajaran, mulai dari perlengkapan sekolah, mebel, peralatan praktik, hingga buku, juga disiapkan untuk mendukung kegiatan belajar.

Kemendikdasmen menyatakan akan melanjutkan pendampingan sekolah yang pekerjaannya belum selesai, mempercepat proses relokasi bersama pemerintah daerah, serta mengawasi penyaluran sarana pendidikan. Upaya itu diperlukan agar siswa dapat terus belajar sambil menunggu lingkungan sekolah mereka pulih dan menjadi lebih aman.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna