Pendidikan
Dewi Safitri

Sekolah Rakyat Tak Hanya Pendidikan Berasrama, Kemensos Dorong Fungsi Rehabilitasi Sosial

Sekolah Rakyat Tak Hanya Pendidikan Berasrama, Kemensos Dorong Fungsi Rehabilitasi Sosial

06 November 2026 | 12:11

KebonCinta.com - Sekolah Rakyat (SR) tidak hanya dirancang sebagai lembaga pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini juga memiliki dimensi rehabilitasi sosial yang diarahkan untuk membantu peserta didik dan keluarganya menghadapi berbagai persoalan sosial yang memengaruhi kehidupan mereka.

Gagasan tersebut disampaikan Sekretaris Direktur Jenderal Dr. M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si di lingkungan Kementerian Sosial dalam kegiatan pembukaan Pelatihan Kompetensi Dasar Satuan Pengamanan bagi Tenaga Pengamanan Sekolah Rakyat, Manajemen Kasus bagi Case Manager Sekolah Rakyat Angkatan I Tahun 2026, serta Pengelolaan Data Pokok Pendidikan bagi Operator Sekolah Rakyat Angkatan II Tahun 2026.

Baca Juga: Seleksi PPPK Guru Agama Sekolah Rakyat Digelar 6 November 2026 di 35 Lokasi BKN, Ini Aturan CAT dan Dokumen Peserta 

Kegiatan tersebut berlangsung di Harris Hotel & Conventions Cibinong City Mall, Bogor, pada 3–9 November 2026.

Dalam konsep penyelenggaraannya, Sekolah Rakyat tidak berhenti pada penyediaan ruang belajar, fasilitas asrama, dan pemenuhan kebutuhan pendidikan. Program ini juga diarahkan untuk melihat kondisi peserta didik secara lebih menyeluruh, termasuk latar belakang keluarga, lingkungan sosial, serta persoalan yang berpotensi menghambat perkembangan dan keberlanjutan pendidikan mereka.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Dirancang untuk Perluas Akses Pendidikan bagi Keluarga Miskin, Ini Penjelasan Wamensos 

Dimensi rehabilitasi sosial menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut. Melalui pendampingan dan manajemen kasus, kebutuhan peserta didik dapat diidentifikasi secara lebih komprehensif. Dengan demikian, penanganan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial dan kesejahteraan anak.

Peran case manager menjadi penting dalam mekanisme ini. Mereka diharapkan mampu melakukan identifikasi kebutuhan, pemetaan permasalahan, pendampingan, hingga menghubungkan peserta didik dan keluarganya dengan layanan sosial yang sesuai. Pendekatan tersebut memungkinkan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari sistem perlindungan dan rehabilitasi sosial, bukan semata-mata institusi pendidikan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Dirancang untuk Perluas Akses Pendidikan bagi Keluarga Miskin, Ini Penjelasan Wamensos 

Untuk mendukung pelaksanaan program, Kementerian Sosial juga memberikan perhatian terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia. Pelatihan kompetensi dasar bagi tenaga pengamanan ditujukan untuk mendukung keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah. Sementara itu, pelatihan manajemen kasus membekali case manager dengan kemampuan pendampingan, sedangkan pelatihan pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) diarahkan untuk memperkuat administrasi dan tata kelola data peserta didik.

Ketiga bidang pelatihan tersebut memperlihatkan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan lintas fungsi. Keamanan lingkungan, pendampingan sosial, dan ketepatan pengelolaan data menjadi unsur yang saling berkaitan dalam memastikan layanan pendidikan berjalan sesuai kebutuhan peserta didik.

Dengan pendekatan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menghadirkan pendampingan sosial yang dapat membantu memperbaiki kondisi kehidupan mereka. Pendidikan menjadi pintu masuk, sementara rehabilitasi dan pemberdayaan sosial menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Tags:
kemensos sekolah rakyat Pendidikan terintegrasi Rehabilitasi

Komentar Pengguna