KebonCinta.com - Penguatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan dukungan tata kelola kelembagaan, sistem administrasi, serta lingkungan sekolah yang aman.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan pelatihan bagi tenaga pendukung Sekolah Rakyat yang berlangsung pada 3–9 November 2026 di Harris Hotel & Conventions Cibinong City Mall, Bogor.
Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gusmen. Kehadiran menteri sosial tersebut menandai keterlibatan sektor pendidikan dan sosial dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Kegiatan ini mencakup tiga bidang pengembangan kompetensi, yakni kompetensi dasar satuan pengamanan bagi tenaga pengamanan sekolah,
manajemen kasus bagi case manager Sekolah Rakyat Angkatan I Tahun 2026, serta pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi operator Sekolah Rakyat Angkatan II Tahun 2026.
Ketiga pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang memiliki peran berbeda, tetapi saling berkaitan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Baca Juga: TKA Gelombang II Diikuti 1,3 Juta Siswa, Hasilnya Jadi Bahan Evaluasi Pembelajaran
Lingkungan pendidikan yang aman merupakan salah satu prasyarat penting bagi keberlangsungan proses belajar mengajar.
Karena itu, tenaga pengamanan sekolah perlu memiliki kompetensi dasar dalam menjalankan tugas, termasuk memahami prosedur keamanan, pencegahan gangguan ketertiban, serta penanganan situasi darurat di lingkungan sekolah.
Pelatihan kompetensi dasar satuan pengamanan diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas petugas keamanan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, aman, dan kondusif.
Baca Juga: Beasiswa PPA STAKat Negeri Pontianak 2026 Sediakan 299 Kuota, Pendaftaran Ditutup 4 November
Peran tenaga pengamanan tidak hanya berkaitan dengan penjagaan fasilitas fisik, tetapi juga mendukung perlindungan seluruh warga sekolah agar dapat menjalankan aktivitas pendidikan dengan nyaman.
Selain aspek keamanan, perhatian juga diberikan pada penguatan kapasitas case manager melalui pelatihan manajemen kasus.
Kompetensi ini memiliki peran strategis dalam mengidentifikasi, memahami, dan menangani berbagai persoalan yang dihadapi peserta didik.
Baca Juga: TKA SMA 2026 Diikuti 1,6 Juta Siswa, 530 Ribu Peserta Jalani Sesi Khusus
Dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, pendekatan manajemen kasus menjadi penting karena pendampingan siswa tidak cukup dilakukan melalui kegiatan pembelajaran formal.
Dibutuhkan koordinasi dan pemahaman terhadap kondisi sosial, kebutuhan individual, serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi perkembangan peserta didik.
Penguatan kompetensi case manager diharapkan dapat mendukung proses pendampingan yang lebih terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Bidang ketiga berfokus pada peningkatan kemampuan operator dalam mengelola Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pengelolaan data menjadi bagian penting dari tata kelola pendidikan karena berkaitan dengan pencatatan informasi satuan pendidikan, peserta didik, tenaga pendidik, serta berbagai kebutuhan administrasi lainnya.
Operator sekolah dituntut memiliki ketelitian dan pemahaman teknis agar data yang dihimpun dan diperbarui sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Data pendidikan yang akurat dapat menjadi dasar dalam perencanaan program, pemetaan kebutuhan, serta pengambilan kebijakan.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi operator menjadi salah satu unsur penting dalam membangun sistem administrasi Sekolah Rakyat yang tertib dan akuntabel.
Penyelenggaraan tiga pelatihan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan Sekolah Rakyat membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.
Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi guru, tetapi juga oleh kesiapan tenaga pengamanan, kemampuan pendampingan peserta didik, dan ketepatan pengelolaan administrasi.
Ketiga bidang tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi. Tenaga pengamanan mendukung terciptanya lingkungan yang aman, case manager memperkuat layanan pendampingan siswa, sedangkan operator memastikan ketersediaan dan keakuratan data pendidikan.
Melalui pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari ini, peningkatan kapasitas sumber daya manusia diharapkan dapat memperkuat fondasi kelembagaan Sekolah Rakyat.
Dengan demikian, penyelenggaraan pendidikan tidak hanya berorientasi pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga didukung oleh sistem perlindungan, pendampingan, dan administrasi yang profesional.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir