Berita
Hilmi An Naufal

Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Rampung, Gedung Baru Ditargetkan Tampung hingga 800 Siswa

Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Rampung, Gedung Baru Ditargetkan Tampung hingga 800 Siswa

02 September 2026 | 23:17

KEBONCINTA.COM – Fasilitas Sekolah Indonesia Kuala Lumpur atau SIKL di Malaysia kini semakin lengkap setelah pembangunan dan pengembangan gedungnya rampung. Fasilitas pendidikan tersebut ditargetkan mampu menampung hingga 800 siswa Indonesia yang tinggal bersama keluarganya di Malaysia.

Penyelesaian proyek tersebut diumumkan PT Brantas Abipraya (Persero) pada Rabu, 2 September 2026.

Sekolah Indonesia Kuala Lumpur kini mulai aktif digunakan sebagai pusat pendidikan bagi putra-putri Warga Negara Indonesia di Malaysia.

Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan memberikan ruang belajar yang lebih nyaman sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia di luar negeri.

Proyek pembangunan SIKL memiliki total luas bangunan sekitar 5.600 meter persegi.

Bangunan tertingginya mencapai empat lantai serta dilengkapi satu lantai basement.

Pengerjaan proyek dimulai pada Mei 2025 dan telah diselesaikan pada Mei 2026.

Setelah pembangunan selesai, fasilitas tersebut mulai digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan siswa Indonesia di Kuala Lumpur.

Gedung SIKL dilengkapi ruang kelas yang digunakan untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Selain ruang kelas, sekolah juga mempunyai sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar.

Fasilitas tersebut mencakup laboratorium yang dapat digunakan siswa untuk mendukung pembelajaran.

Terdapat pula ruang guru, ruang komite serta ruang tata usaha untuk menunjang aktivitas administrasi dan pengelolaan sekolah.

Kebutuhan siswa di luar ruang kelas juga diperhatikan dalam pembangunan fasilitas tersebut.

Sekolah dilengkapi food hall, hall dan sport hall untuk mendukung kegiatan sosial maupun olahraga.

Fasilitas musholla juga tersedia untuk kegiatan keagamaan.

Sementara pada bagian basement tersedia area parkir sebagai bagian dari sarana pendukung gedung.

Pembangunan fasilitas SIKL dilaksanakan Brantas Abipraya sebagai bagian dari penugasan pembangunan infrastruktur pemerintah.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Prasarana Strategis menjadi pemberi kerja dalam proyek tersebut.

Sementara Sekolah Indonesia Kuala Lumpur merupakan pengguna fasilitas yang berada di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan pembangunan sekolah tidak hanya dipandang sebagai proyek konstruksi.

Fasilitas yang dibangun diharapkan dapat menjadi ruang pendidikan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa dan keluarga Indonesia yang berada di Malaysia.

Target kapasitas hingga 800 siswa menjadi salah satu aspek penting dari pengembangan gedung tersebut.

Dengan daya tampung yang lebih besar, layanan pendidikan bagi anak-anak WNI di Malaysia diharapkan dapat diperluas.

Keberadaan sekolah Indonesia di luar negeri mempunyai peran penting karena tidak semua anak warga Indonesia yang tinggal bersama orang tuanya di negara lain dapat dengan mudah mengakses sistem pendidikan yang sama dengan di Tanah Air.

SIKL menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang membantu memenuhi kebutuhan tersebut di Malaysia.

Pemerintah sebelumnya juga menempatkan pengembangan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur sebagai bagian dari upaya menyediakan layanan pendidikan yang layak bagi warga Indonesia di luar negeri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti bahkan sempat meninjau pembangunan SIKL pada Juni 2025.

Pada saat pembangunan masih berlangsung, pemerintah menegaskan sekolah tersebut memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia.

Siswa yang dilayani bukan hanya berasal dari keluarga yang menetap di sekitar Kuala Lumpur.

Keberadaan berbagai layanan pendidikan bagi masyarakat Indonesia di Malaysia juga berkaitan erat dengan anak-anak keluarga pekerja migran serta WNI yang tinggal di negara tersebut.

Karena itu, peningkatan kapasitas fasilitas mempunyai arti penting untuk memperluas kesempatan anak-anak memperoleh pendidikan.

Gedung baru tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah siswa yang dapat ditampung.

Ketersediaan laboratorium, sarana olahraga, fasilitas sosial dan ruang pendukung lainnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas kegiatan siswa selama berada di sekolah.

Sekolah dapat menjalankan kegiatan akademik sekaligus pengembangan karakter, olahraga dan aktivitas sosial dengan fasilitas yang lebih memadai.

SIKL sendiri merupakan salah satu sekolah Indonesia yang telah lama menjalankan layanan pendidikan di luar negeri.

Keberadaan sekolah tersebut juga mempunyai fungsi penting dalam menjaga hubungan siswa Indonesia dengan bahasa, budaya dan sistem pendidikan nasional.

Dengan selesainya pengembangan fasilitas, sekolah kini memiliki ruang yang lebih besar untuk menjalankan layanan pendidikan.

Brantas Abipraya berharap gedung tersebut memberikan manfaat tidak hanya kepada siswa, tetapi juga kepada guru dan keluarga WNI di Malaysia.

Pembangunan juga diharapkan mendukung lahirnya generasi Indonesia yang memiliki pendidikan berkualitas meskipun menjalani masa sekolah di luar negeri.

Peresmian penggunaan fasilitas baru menjadi perkembangan positif bagi layanan pendidikan Indonesia di Kuala Lumpur.

Dengan luas sekitar 5.600 meter persegi dan target kapasitas hingga 800 siswa, SIKL kini memiliki fasilitas yang semakin representatif untuk melayani pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna