Berita
Hilmi An Naufal

Sekolah di Banten Kembali Tatap Muka Hari Ini, Siswa dan Guru Tetap Wajib Pakai Masker

Sekolah di Banten Kembali Tatap Muka Hari Ini, Siswa dan Guru Tetap Wajib Pakai Masker

14 September 2026 | 06:42

KEBONCINTA.COM – Kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah di Provinsi Banten kembali dilaksanakan secara tatap muka mulai Senin, 14 September 2026 setelah sebelumnya sempat dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten menetapkan pembelajaran luring kembali berlaku bagi seluruh satuan pendidikan jenjang SMA, SMK dan Sekolah Khusus atau SKh yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Kebijakan tersebut berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta.

Meski aktivitas sekolah kembali berjalan normal, warga sekolah belum sepenuhnya dapat meninggalkan langkah perlindungan kesehatan.

Guru, tenaga kependidikan dan peserta didik diwajibkan menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah, terutama ketika proses pembelajaran berlangsung.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Nomor B-400.3.1/4375/DINDIKBUD/2026 mengenai Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka atau Luring.

Surat tersebut ditandatangani pada 12 September 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin meminta sekolah tidak menganggap kembalinya pembelajaran tatap muka sebagai tanda bahwa risiko akibat abu vulkanik sudah sepenuhnya berakhir.

Satuan pendidikan tetap harus meningkatkan kesiapsiagaan apabila aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menimbulkan paparan abu.

Salah satu perhatian utama adalah kebersihan ruang belajar.

Sekolah diminta membersihkan ruang kelas, ruang kerja guru, halaman serta fasilitas umum secara berkala agar tidak terdapat endapan abu yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Proses pembersihan juga harus dilakukan menggunakan cara yang tepat.

Abu vulkanik tidak dianjurkan dibersihkan dengan cara yang membuat partikel kembali beterbangan karena dapat terhirup oleh siswa maupun tenaga pendidik.

Sekolah juga diminta memastikan sirkulasi udara di ruang pembelajaran dalam kondisi baik.

Aktivitas di luar ruangan dapat dikurangi apabila konsentrasi abu meningkat.

Langkah tersebut penting karena partikel abu vulkanik berpotensi menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan, mata maupun kulit.

Kepala sekolah juga diwajibkan melakukan pemantauan kondisi kesehatan warga satuan pendidikan selama proses belajar berlangsung.

Jika ditemukan siswa, guru atau tenaga kependidikan yang mengalami gangguan kesehatan dan diduga berkaitan dengan paparan abu vulkanik, sekolah diminta segera mengambil langkah penanganan yang diperlukan.

Kembalinya pembelajaran tatap muka merupakan perkembangan penting bagi peserta didik setelah proses belajar sebelumnya harus dilakukan dari rumah.

Pembelajaran langsung memungkinkan guru kembali berinteraksi dengan siswa secara lebih intensif, khususnya untuk mata pelajaran yang membutuhkan praktik, diskusi maupun pendampingan langsung.

Meski demikian, keselamatan tetap ditempatkan sebagai prioritas.

Sekolah harus siap menyesuaikan kembali kegiatan belajar apabila kondisi lingkungan berubah dan berpotensi membahayakan peserta didik.

Dinas Pendidikan juga meminta satuan pendidikan segera melaporkan kepada Cabang Dinas Pendidikan masing-masing apabila aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat sehingga memengaruhi keamanan proses pembelajaran.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan di daerah rawan bencana membutuhkan sistem yang fleksibel.

Sekolah harus mampu berpindah dari pembelajaran tatap muka menuju pembelajaran jarak jauh dan sebaliknya berdasarkan kondisi keselamatan.

Guru dan orang tua juga memiliki peran penting dalam memastikan anak memahami alasan penerapan masker serta langkah perlindungan selama berada di sekolah.

Siswa yang mengalami keluhan kesehatan sebaiknya tidak memaksakan diri mengikuti aktivitas berat di luar ruangan.

Dengan dimulainya kembali pembelajaran tatap muka pada Senin ini, sekolah di Banten diharapkan dapat menjalankan proses pendidikan secara lebih normal tanpa mengabaikan risiko lingkungan yang masih perlu diwaspadai.

Dinas Pendidikan menegaskan kesehatan, keselamatan dan kenyamanan seluruh warga sekolah tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembelajaran.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna