Sejarah
Tegar Bagus Pribadi

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia dari Masa ke Masa

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia dari Masa ke Masa

24 September 2026 | 17:59

keboncinta.com--  Bahasa Indonesia memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan unik sebelum akhirnya ditetapkan sebagai bahasa persatuan dan bahasa resmi negara. Akar dari bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu, yang sejak berabad-abad lalu telah lama digunakan sebagai lingua franca atau bahasa pergaulan di Nusantara. Penggunaan bahasa Melayu tidak hanya terbatas di kalangan penduduk kepulauan Nusantara, tetapi juga oleh para pedagang dari berbagai belahan dunia yang singgah di kawasan perdagangan strategis ini. Letak geografis Indonesia yang berada di jalur perdagangan internasional, terutama Selat Malaka, menjadikan bahasa Melayu sangat mudah diterima dan menyebar luas ke berbagai pulau, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Indonesia bagian timur, karena strukturnya yang relatif sederhana dan tidak mengenal tingkatan sosial seperti dalam bahasa Jawa atau Sunda.

Perkembangan bahasa Melayu ini kemudian memasuki babak baru yang sangat krusial pada masa kolonial Belanda. Pemerintah kolonial pada awalnya merasa kebingungan dalam menentukan bahasa pengantar untuk urusan administrasi dan pendidikan bagi penduduk pribumi. Pemerintah Hindia Belanda sempat mempertimbangkan untuk memberlakukan bahasa Belanda, namun mereka menyadari bahwa langkah tersebut akan sangat sulit dan membutuhkan biaya yang besar. Akhirnya, pemerintah kolonial menetapkan bahasa Melayu resmi sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah bumiputera tertentu dan dalam urusan birokrasi rendahan. Keputusan ini secara tidak langsung justru semakin memperkokoh posisi bahasa Melayu sebagai jembatan komunikasi antar-etnis di Nusantara yang memiliki ratusan bahasa daerah.

Tonggak sejarah paling monumental bagi lahirnya bahasa Indonesia terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928 melalui peristiwa Sumpah Pemuda. Para pemuda dari berbagai perkumpulan daerah di seluruh penjuru Nusantara, seperti Jong Java, Jong Sumatra, dan Jong Ambon, berikrar untuk menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Pengikraran ini bukan sekadar keputusan politik, melainkan sebuah bentuk kesadaran kebangsaan yang visioner untuk menyatukan beragam suku bangsa di bawah satu identitas nasional. Melalui ikrar tersebut, nama "bahasa Melayu" resmi diubah menjadi "bahasa Indonesia" untuk menegaskan tekad bersama dalam membangun sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat, terlepas dari sekat-sekat etnis dan budaya lokal.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan pada tahun 1945, kedudukan bahasa Indonesia dikukuhkan secara konstitusional dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 36, yang menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Di tengah masa-masa awal kemerdekaan yang penuh gejolak, bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan pesat dan beradaptasi dengan dinamika zaman, termasuk melalui berbagai pembaharuan ejaan untuk menyempurnakan sistem penulisan dan pengayaannya dengan kosakata baru dari bahasa asing maupun bahasa daerah. Perubahan sistem ejaan ini dimulai dari Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi pada tahun 1947, yang kemudian disempurnakan menjadi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) pada tahun 1972, hingga saat ini menjadi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan kembali menggunakan istilah EYD yang disesuaikan dengan perkembangan modern.

Sebagai contoh nyata dari perkembangan kosakata tersebut, penulisan kata "tjontoh" pada masa Ejaan Republik berubah menjadi "contoh" sejak berlakunya Ejaan Yang Disempurnakan. Contoh lainnya dapat dilihat pada penyerapan kata-kata asing yang kini telah menjadi bagian dari perbendaharaan kata resmi, seperti kata "sistem" dari bahasa Inggris "system" atau kata "analisis" dari bahasa Yunani "analysis", yang disesuaikan dengan kaidah fonologi bahasa Indonesia. Adaptasi ini membuktikan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang dinamis, terbuka terhadap modernisasi, namun tetap berakar kuat pada identitas budaya Nusantara yang menjunjung tinggi persatuan bangsa.

Tags:
Sejarah Bahasa Indonesia Ejaan Bahasa Indonesia

Komentar Pengguna