Berita
Hilmi An Naufal

Sebanyak 5.133 Mahasiswa Baru UIN Suska Riau Mengikuti PBAK 2026

Sebanyak 5.133 Mahasiswa Baru UIN Suska Riau Mengikuti PBAK 2026

28 Agustus 2026 | 17:31

Keboncinta — Sebanyak 5.133 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan atau PBAK 2026.

Kegiatan berlangsung selama dua hari pada 26–27 Agustus 2026 di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UIN Suska Riau. PBAK mengangkat tema “Youth Leadership: Kepemimpinan Muda Menuju Indonesia Emas 2045”.

Ribuan mahasiswa baru dibagi menjadi dua gelombang berdasarkan fakultas. Pada hari pertama, kegiatan diikuti 2.423 mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Peternakan, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Sementara itu, hari kedua diikuti 2.710 mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ushuluddin, serta Fakultas Psikologi.

Rektor UIN Suska Riau, Leny Nofianti, mengingatkan mahasiswa bahwa memasuki perguruan tinggi bukan hanya perubahan tempat belajar. Mahasiswa dituntut memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan mengambil keputusan, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Menurutnya, kepemimpinan harus dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri. Prestasi akademik perlu berjalan bersama integritas, karakter keislaman, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Mahasiswa juga diingatkan mengenai peran mereka sebagai agen perubahan. Perubahan teknologi, sosial, dan ekonomi berlangsung cepat sehingga mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan materi yang diperoleh di ruang kuliah.

Kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, berkomunikasi, dan bekerja sama menjadi bekal penting. Namun, kebebasan berpikir tetap perlu disertai tanggung jawab moral serta kemampuan memeriksa kebenaran informasi.

PBAK UIN Suska Riau menghadirkan sejumlah materi di luar pengenalan akademik. Mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai ekonomi kerakyatan, koperasi, kewirausahaan berbasis teknologi, kesadaran hukum, pelestarian lingkungan, pencegahan perundungan, dan bahaya narkoba.

Sosialisasi mengenai layanan digital juga diberikan untuk membantu mahasiswa memanfaatkan jaringan dan teknologi dalam kegiatan perkuliahan. Pembekalan tersebut sejalan dengan transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Pada pelaksanaan hari kedua, mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai bonus demografi dan peran generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa didorong tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan. Mereka diharapkan terlibat dalam kegiatan akademik, penelitian, organisasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi yang memberikan manfaat nyata.

Wakil Rektor III UIN Suska Riau, Harris Simaremare, menekankan bahwa perkuliahan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai perjalanan untuk mendapatkan nilai dan ijazah.

Kampus menjadi tempat mahasiswa mengembangkan karakter, integritas, kapasitas diri, dan kesiapan berkontribusi di tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa perlu membangun kebiasaan belajar mandiri sejak semester awal.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar yang hadir sebagai narasumber juga mengingatkan besarnya peran generasi muda dalam menentukan keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi.

Jumlah penduduk usia produktif yang besar dapat menjadi kekuatan apabila generasi muda mempunyai pendidikan, keterampilan, kesehatan, dan kesempatan kerja yang memadai. Sebaliknya, bonus demografi dapat menjadi persoalan apabila tidak disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pelaksanaan PBAK menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengenali budaya kampus. Namun, proses adaptasi tidak berhenti setelah kegiatan orientasi selesai.

Perguruan tinggi perlu menyediakan pendampingan akademik, layanan kesehatan mental, pusat pengembangan karier, kegiatan kemahasiswaan, dan saluran pengaduan yang mudah diakses mahasiswa.

Mahasiswa baru juga perlu memahami aturan akademik sejak awal, termasuk sistem kredit semester, batas kehadiran, etika komunikasi dengan dosen, mekanisme beasiswa, serta ketentuan penggunaan fasilitas kampus.

Kegiatan orientasi seharusnya menciptakan lingkungan yang aman dan mendidik. Pengenalan kampus tidak boleh mengarah pada kekerasan, penghinaan, perundungan, atau pemberian tugas yang tidak berhubungan dengan tujuan pendidikan.

Berakhirnya PBAK menjadi awal perjalanan panjang bagi 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau. Bekal kepemimpinan dan karakter yang diberikan akan diuji melalui proses perkuliahan, organisasi, penelitian, dan interaksi mereka dengan masyarakat.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna