Khazanah
Hilmi An Naufal

Santri Mulai Belajar AI dan Robotika, Khofifah: Bukan Hanya Ahli Agama, Harus Jadi Penggerak Zaman

Santri Mulai Belajar AI dan Robotika, Khofifah: Bukan Hanya Ahli Agama, Harus Jadi Penggerak Zaman

18 Oktober 2026 | 10:01

KebonCinta.com — Perkembangan kecerdasan buatan dan robotika mulai semakin dekat dengan lingkungan pondok pesantren.

Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah atau Dalwa di Kabupaten Pasuruan mengembangkan program pembelajaran AI dan robotika untuk memperkuat kemampuan digital para santri.

Program tersebut mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Santri tidak hanya menjadi ahli agama, tetapi juga ahli bahasa, peneliti, penggerak zaman, penulis, bahkan pengusaha,” ujar Khofifah.

Ia menilai santri memiliki potensi besar untuk berkembang pada berbagai bidang tanpa meninggalkan dasar pendidikan agama.

Pembelajaran kecerdasan buatan dan robotika menjadi salah satu contoh bagaimana pesantren mulai merespons perkembangan teknologi.

Santri dapat diperkenalkan pada logika pemrograman, otomasi, perangkat robotik hingga cara memanfaatkan AI secara produktif.

Kemampuan semacam itu semakin penting karena teknologi mulai digunakan di hampir seluruh sektor kehidupan.

Baca Juga: Daftar Beasiswa LPDP–Cambridge 2026 Harus Punya Sertifikat Bahasa Inggris? Simak Ketentuannya 

Mulai dari pendidikan, bisnis, industri hingga pelayanan publik kini banyak memanfaatkan sistem digital dan kecerdasan buatan.

Meski demikian, Khofifah mengingatkan penguasaan teknologi tetap perlu berjalan bersama pembentukan karakter.

Akhlak, adab dan pemahaman agama tetap menjadi fondasi dalam penggunaan teknologi.

Dengan demikian, santri tidak hanya diharapkan mampu menggunakan AI.

Mereka juga perlu memahami tanggung jawab serta dampak dari teknologi yang mereka gunakan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut meninjau kegiatan pembelajaran AI dan robotika tersebut di Ponpes Dalwa.

Program ini menunjukkan bahwa pendidikan pesantren terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Pesantren kini tidak hanya menjadi pusat pembelajaran ilmu agama.

Sejumlah lembaga juga mulai memperkuat pendidikan bahasa asing, kewirausahaan, penelitian hingga teknologi digital.

Jika dikembangkan secara konsisten, penguasaan AI dan robotika dapat membuka peluang baru bagi santri.

Mereka dapat menjadi pengembang teknologi, peneliti maupun wirausaha digital tanpa meninggalkan identitas dan nilai pendidikan pesantren.

Tags:
Santri pesantren AI Robotika Ponpes Dalwa Khofifah Teknologi Santri Hari Santri

Komentar Pengguna