KebonCinta.com - Kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu persyaratan penting dalam pendaftaran beasiswa pelatihan literasi LPDP–Cambridge University 2026.
Calon peserta perlu menunjukkan bukti kemampuan bahasa melalui sertifikat resmi yang masih berlaku.
Namun, penyelenggara tidak hanya menerima satu jenis tes.
Terdapat beberapa pilihan sertifikat dengan batas skor berbeda.
Berdasarkan ketentuan program, calon peserta dapat menggunakan salah satu sertifikat berikut.
Baca Juga: LPDP 2026 Tahap 2 Masuk Seleksi Substansi, Berlangsung hingga 20 November
Jenis Tes Skor Minimal
TOEFL ITP 450
TOEFL iBT 45
IELTS 5.0
Duolingo English Test 75
TOEIC 440
English Score 290
Versant Test 47
Skor tersebut merupakan batas minimal yang ditentukan untuk masing-masing jenis tes.
Pendaftar tidak perlu memenuhi seluruh jenis tes sekaligus.
Namun, sertifikat yang digunakan harus sesuai ketentuan dan masih berlaku ketika didaftarkan.
Penyelenggara memberikan pengecualian bagi kandidat yang merupakan lulusan perguruan tinggi luar negeri.
Pengecualian tersebut berlaku apabila masa kelulusannya tidak lebih dari dua tahun terhitung sejak tanggal pendaftaran.
Kondisi ini perlu dibuktikan melalui ijazah dari perguruan tinggi luar negeri. Dengan demikian, tidak semua lulusan luar negeri otomatis dibebaskan dari persyaratan sertifikat.
Baca Juga: LPDP dan Cambridge University Buka Beasiswa Pelatihan Literasi Guru SD-SMP, Ini Syaratnya
Calon peserta sebaiknya memeriksa nama yang tercantum pada sertifikat, jenis tes, skor, serta masa berlakunya.
Dokumen hasil pindai juga perlu terlihat jelas. Jika sertifikat tidak sesuai standar, berkas berisiko tidak memenuhi ketentuan administrasi.
Selain itu, guru perlu memperhitungkan waktu penerbitan hasil tes apabila belum memiliki sertifikat. Mengingat pendaftaran berakhir pada 24 Oktober 2026, persiapan dokumen bahasa menjadi bagian penting yang tidak sebaiknya ditunda.
Informasi mengenai jenis tes dan skor minimal tetap perlu dicocokkan dengan portal resmi Kemendikdasmen sebelum pengajuan dilakukan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir