KebonCinta.com — Kabupaten Cirebon menjadi salah satu daerah yang terlibat dalam Rintisan Program Relawan Mengajar. Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal menggelar kegiatan kick-off di Jakarta pada 28 Oktober 2026 untuk memperkuat kolaborasi layanan pembelajaran.
Daerah lain yang disebut dalam keterangan kementerian adalah Kota Tarakan, Kota Palu, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Maluku Tengah, dan Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, mitra, serta mahasiswa yang akan berperan sebagai relawan.
DUKUNG ANAK TETAP BELAJAR
Baca Juga: Kelas Bahasa Inggris Gratis di Portal P3N, Daftar hingga 5 November 2026
Direktur Guru PAUD dan PNF Saiful Bari menjelaskan bahwa relawan dipersiapkan dan didampingi sesuai kebutuhan lapangan. Program diarahkan untuk mendukung anak yang membutuhkan bantuan agar tetap mempunyai kesempatan belajar dan melanjutkan pendidikan.
Staf Khusus Menteri bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, Rita Pranawati, menekankan pembekalan sebelum relawan mendampingi sekolah. Kehadiran mereka ditempatkan sebagai dukungan terhadap keberlangsungan pembelajaran.
“Menjadi relawan mengajar adalah bagian dari pengabdian terhadap negara,” ujar Rita dalam keterangan kementerian. Ia juga menyoroti pentingnya motivasi agar murid mempunyai semangat untuk terus mengikuti pendidikan.
KETERLIBATAN MAHASISWA DAN LPTK
Laporan FKIP Universitas Tadulako menyebut rangkaian kegiatan berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Millennium Hotel Sirih Jakarta. Universitas tersebut terlibat bersama sejumlah perguruan tinggi atau Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Direktorat Guru PAUD dan PNF.
Sebanyak 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini FKIP Untad mengikuti program relawan mengajar. Salah satunya, Merry Triana, mendapat kepercayaan menjadi perwakilan peserta relawan dari kalangan mahasiswa dalam kegiatan nasional tersebut.
Keterlibatan mahasiswa turut didampingi Dekan FKIP Universitas Tadulako, Jamaludin, bersama dosen penanggung jawab kegiatan, Ratman. Pihak fakultas menempatkan pendampingan sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan kemampuan mengajar dan kepedulian sosial mahasiswa.
Laporan kampus juga mencatat kehadiran pimpinan unit pelaksana teknis kementerian dari sejumlah wilayah. Di antaranya terdapat perwakilan Jawa Barat, Maluku, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Utara.
KOLABORASI HINGGA TINGKAT DAERAH
Pertemuan tersebut mempertemukan unsur kementerian, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan peserta relawan. Kehadiran pihak-pihak itu menjadi bagian dari koordinasi rintisan sebelum kegiatan dikembangkan lebih lanjut.
Bagi sekolah dan masyarakat, kebutuhan yang perlu diperhatikan mencakup kesiapan pendampingan, pembagian peran, serta kesinambungan kegiatan belajar. Dukungan relawan akan lebih mudah dipahami apabila tugasnya diterangkan sesuai kebutuhan anak dan lingkungan sekolah.
TAHAP RINTISAN MASIH DIEVALUASI
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani menjelaskan bahwa pelaksanaan rintisan menjadi ruang refleksi bersama. Hasilnya digunakan untuk mengenali bagian yang perlu diperbaiki sebelum peluncuran resmi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dengan demikian, perkembangan yang diumumkan saat ini adalah dimulainya tahapan rintisan dan penguatan kerja sama. Keterangan mengenai keterlibatan Kabupaten Cirebon belum merinci daftar sekolah, jumlah relawan setempat, maupun jadwal penugasannya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir