Berita
SUWANDI

Resep 'Dua Jurus' Pemkot Cirebon di Rakornas 2026: Amankan Dapur Warga, Digitalkan Transaksi Kota

Resep 'Dua Jurus' Pemkot Cirebon di Rakornas 2026: Amankan Dapur Warga, Digitalkan Transaksi Kota

26 September 2026 | 10:03

Keboncinta.com – Menjaga isi dompet masyarakat dan memastikan isi dapur tetap aman kini tak lagi cukup dengan cara-cara konvensional. Pemerintah Kota Cirebon mengusung strategi ganda: menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengakselerasi transaksi digital.

Komitmen tersebut diboyong langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Harian TP2DD Kota Cirebon, Iing Daiman, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2026 yang dirangkaikan dengan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (24/9/2026).

Mengusung tema besar ketahanan pangan dan digitalisasi, ajang gelaran Kemendagri ini menjadi panggung kolaborasi pusat dan daerah untuk menjaga urat nadi perekonomian rakyat.

Sebagai pusat perdagangan dan jasa di wilayah Pesisir Barat Jawa Barat, Kota Cirebon memiliki tantangan tersendiri. Pergerakan harga bahan pokok di pasar bisa langsung berdampak pada daya beli warga.

Wali Kota Effendi Edo menegaskan, perang melawan inflasi bukan sekadar deretan angka statistik di atas kertas, melainkan kepastian harga terjangkau di tingkat pedagang kaki lima hingga pasar tradisional.

"Pengendalian inflasi bukan hanya soal menjaga harga tetap stabil, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan pasokan selalu ada. Di kota perdagangan seperti Cirebon, intervensi pasokan dan pemantauan harga harus presisi," ujar Effendi.

Di sisi lain lapangan permainan, peran Sekda Iing Daiman sebagai Panglima TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) Kota Cirebon menjadi kunci. Pemkot Cirebon mendorong agar ekosistem keuangan digital tak cuma dirasakan di pusat perbelanjaan modern, tetapi juga merambah transaksi retribusi, pajak, hingga ekosistem UMKM lokal.

Manfaat ganda dari integrasi digital ini meliputi:

Bagi Masyarakat:Transaksi pembayaran layanan publik dan belanja sehari-hari menjadi lebih cepat, aman, dan tanpa ribet.

Bagi Pemerintah: Tata kelola keuangan daerah menjadi jauh lebih transparan, akuntabel, dan bebas bocor.

Menutup keterangannya, Wali Kota menekankan bahwa stabilitas harga pangan dan teknologi transaksi digital adalah dua roda dari satu sepeda yang sama. Keduanya harus berputar seirama.

"Yang paling penting, hasilnya terasa di meja makan warga. Harga beras dan cabai terkendali, transaksi mudah dari ponsel, dan roda ekonomi warga terus bergerak naik," pungkasnya. (swd)

Tags:

Komentar Pengguna