ASN & Karier
Hilmi An Naufal

Puting Beliung Rusak Lebih dari 500 Bangunan di Bandung Barat, BMKG Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem

Puting Beliung Rusak Lebih dari 500 Bangunan di Bandung Barat, BMKG Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem

28 Oktober 2026 | 20:42

KebonCinta.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hujan deras disertai angin puting beliung pada Senin, 26 Oktober 2026, menyebabkan lebih dari 500 rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.

Ketua Tim Meteorologi dan Klimatologi Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Muhamad Iid Mujtahiddin, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan kondisi atmosfer pada masa peralihan musim kemarau menuju musim hujan.

Penjelasan tersebut disampaikan di Bandung pada Rabu, 28 Oktober 2026, sekaligus menjadi pengingat kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

RATUSAN BANGUNAN MENGALAMI KERUSAKAN

Baca Juga: BLT Kesra Rp900 Ribu Cair Lagi Oktober 2026? Simak Fakta Terbaru dan Cara Cek Bansos Pakai NIK 

Cuaca ekstrem melanda wilayah Kecamatan Padalarang pada 26 Oktober 2026. Hujan deras dan angin puting beliung mengakibatkan kerusakan pada rumah warga maupun sejumlah fasilitas umum.

Berdasarkan laporan yang disampaikan ANTARA, lebih dari 500 rumah dan fasilitas umum terdampak dengan tingkat kerusakan mulai ringan hingga berat.

Jumlah tersebut merupakan perkembangan dampak yang dilaporkan hingga 28 Oktober. Data kerusakan dapat berubah apabila petugas masih melakukan pendataan dan pemeriksaan di lapangan.

PENYEBAB CUACA EKSTREM MENURUT BMKG

Muhamad Iid Mujtahiddin menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dapat terjadi selama masa peralihan dari kemarau menuju hujan.

Pada periode tersebut, kondisi atmosfer dapat mendukung terbentuknya awan hujan yang menghasilkan hujan lebat, angin kencang, puting beliung, maupun hujan es.

BMKG menyebut sebagian wilayah Jawa Barat masih berpeluang mengalami hujan sedang hingga lebat secara lokal meskipun kondisi cuaca secara umum dapat terlihat lebih tenang.

Perubahan cuaca tersebut dapat berlangsung dalam waktu relatif singkat, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terutama saat muncul awan gelap dan angin mulai menguat.

DIPENGARUHI KONDISI ATMOSFER

Menurut BMKG, kelembapan udara pada lapisan atmosfer sekitar ketinggian 3,5 kilometer masih cukup mendukung pembentukan awan hujan.

Selain kelembapan, sejumlah faktor atmosfer lain juga memengaruhi potensi pertumbuhan awan. Di antaranya adalah suhu muka laut yang relatif hangat, aktivitas gelombang atmosfer, serta kondisi ketidakstabilan udara.

BMKG juga menyinggung pengaruh gelombang Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO) terhadap pembentukan awan konvektif.

Kombinasi berbagai faktor tersebut dapat meningkatkan peluang munculnya hujan lebat dan angin kencang di wilayah tertentu.

MUSIM HUJAN DIPRAKIRAKAN MULAI NOVEMBER

BMKG memperkirakan sebagian wilayah yang dibahas memasuki musim hujan pada dasarian kedua November 2026.

Dasarian kedua merupakan periode tanggal 11 sampai 20 dalam suatu bulan. Namun, prakiraan awal musim hujan tidak berarti hujan atau cuaca ekstrem hanya dapat terjadi setelah periode tersebut.

Pada masa peralihan, hujan deras tetap berpotensi muncul secara lokal. Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya mengabaikan peringatan cuaca hanya karena musim hujan belum sepenuhnya berlangsung.

POTENSI BENCANA HIDROMETEOROLOGI

BMKG mengingatkan sejumlah risiko yang perlu diwaspadai masyarakat selama periode cuaca tidak menentu.

Risiko tersebut mencakup hujan lebat, angin kencang, pohon tumbang, banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas masyarakat.

Peristiwa di Padalarang menjadi contoh bahwa perubahan cuaca dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan serta fasilitas lingkungan.

Warga yang tinggal di kawasan dengan pepohonan besar, bangunan rentan, maupun area berpotensi longsor perlu memperhatikan kondisi sekitarnya.

LANGKAH AMAN SAAT ANGIN KENCANG

Masyarakat sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, atau struktur bangunan yang berpotensi roboh ketika angin bertiup kencang.

Apabila berada di dalam rumah, penghuni perlu menjauhi jendela kaca dan bagian bangunan yang terlihat tidak aman. Perangkat listrik juga sebaiknya digunakan dengan hati-hati jika terjadi gangguan akibat hujan atau genangan.

Warga tidak dianjurkan memaksakan perjalanan ketika kondisi cuaca membahayakan keselamatan. Apabila petugas mengeluarkan perintah evakuasi, masyarakat perlu mengikuti arahan pihak berwenang.

CARA MEMANTAU INFORMASI CUACA

Masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG melalui https://www.bmkg.go.id/ untuk mengetahui informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca.

BMKG juga menyediakan Portal Informasi Kejadian Cuaca Ekstrem melalui https://pikacu.bmkg.go.id/ yang memuat perkembangan kejadian cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.

Informasi dari BPBD dan pemerintah daerah juga perlu diperhatikan, terutama berkaitan dengan kondisi lingkungan, pendataan kerusakan, dan langkah penanganan darurat.

BMKG meminta masyarakat tetap tenang namun siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim. Kewaspadaan dan pemantauan informasi resmi menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko bagi keselamatan warga.

Tags:
puting beliung Bandung Barat cuaca ekstrem Padalarang BMKG Jawa Barat angin kencang 2026 rumah rusak Bandung Barat prakiraan musim hujan bencana hidrometeorologi peringatan dini BMKG.

Komentar Pengguna