KEBONCINTA.COM – Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menemukan dugaan pelanggaran dan kecurangan dalam pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pendidikan Menengah 2026.
Temuan tersebut terjadi dalam rangkaian OSN tingkat nasional yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, pada 14 hingga 20 September 2026.
Puspresnas menyatakan indikasi kecurangan ditemukan pada beberapa bidang kompetisi, yakni ekonomi, astronomi, matematika, dan kebumian.
Temuan diperoleh setelah Puspresnas bersama Dewan Juri Nasional melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan tes OSN pada 16 dan 17 September.
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono menjelaskan pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh peserta mengikuti kompetisi sesuai aturan.
Setelah ditemukan indikasi pelanggaran, Puspresnas bersama dewan juri melakukan pemeriksaan terhadap bukti dan informasi yang diperoleh selama pertandingan.
Proses tersebut mencakup pengamanan serta inventarisasi bukti, klarifikasi kepada pihak terkait hingga pemeriksaan terhadap proses dan hasil pengerjaan peserta.
Salah satu kasus ditemukan pada cabang ekonomi.
Koordinator juri bidang ekonomi menjelaskan terdapat peserta yang diketahui mengakses Google ketika tes berlangsung untuk mencari petunjuk maupun informasi berkaitan dengan soal.
Sistem jaringan dan aplikasi ujian disebut mampu mendeteksi aktivitas tersebut.
Setelah dilakukan klarifikasi, peserta yang bersangkutan disebut mengakui perbuatannya.
Temuan lain terjadi dalam kompetisi matematika.
Puspresnas menyebut terdapat peserta yang membawa serta menggunakan telepon genggam ketika tes dan memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial atau AI untuk membantu mengerjakan soal.
Padahal penggunaan perangkat komunikasi dan peralatan yang dilarang termasuk dalam kategori pelanggaran serius dalam panduan OSN.
Peserta yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi hingga diskualifikasi.
Untuk kemungkinan sanksi terhadap satuan pendidikan atau pihak lain yang terkait, Puspresnas menyatakan pembahasannya akan dilakukan lebih lanjut bersama Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen.
Pemerintah menegaskan proses pemeriksaan tetap mempertimbangkan hak seluruh pihak yang terlibat.
Penetapan tindak lanjut dilakukan berdasarkan bukti serta ketentuan kompetisi agar proses tetap objektif, transparan, akuntabel dan adil.
OSN Pendidikan Menengah 2026 diikuti peserta SMA, MA, SMK, MAK dan sederajat dari berbagai daerah di Indonesia.
Kompetisi mempertandingkan sembilan cabang utama, di antaranya matematika, fisika, kimia, biologi, informatika, astronomi, ekonomi, geografi dan kebumian.
Puspresnas menekankan prestasi dalam OSN tidak hanya dinilai dari medali.
Kejujuran, karakter, integritas dan sportivitas menjadi bagian dari proses pembinaan talenta siswa.
Pengawasan terhadap kompetisi juga akan terus diperkuat mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.
Masyarakat dan satuan pendidikan diminta menggunakan informasi resmi Puspresnas untuk mengikuti perkembangan ataupun keputusan lanjutan terkait temuan tersebut.