KebonCinta.com — Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melakukan normalisasi saluran irigasi tersier sepanjang 1,2 kilometer di Kecamatan Panguragan sebagai upaya memperbaiki kelancaran aliran air dan mengurangi risiko banjir.
Penanganan tersebut menjadi perhatian setelah saluran irigasi di wilayah Panguragan dilaporkan tidak mendapatkan normalisasi selama puluhan tahun.
Berdasarkan laporan Radar Cirebon yang diterbitkan Sabtu (24/10/2026), kegiatan tersebut dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon melalui Bidang Sumber Daya Air.
Pekerjaan dilakukan dengan melibatkan koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.
Normalisasi tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan pemerintah desa mengenai kondisi saluran yang selama ini dinilai berkontribusi terhadap persoalan banjir.
SALURAN IRIGASI SUDAH LAMA DIKELUHKAN
Saluran irigasi tersier di Kecamatan Panguragan memiliki peran penting dalam pengaturan aliran air di wilayah setempat.
Namun, kondisi saluran yang tidak mendapatkan penanganan memadai dalam jangka panjang menyebabkan fungsi pengaliran air tidak berjalan secara optimal.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUTR Kabupaten Cirebon, Bambang Afrianto, menjelaskan bahwa pemerintah menerima keluhan dari para kuwu mengenai kondisi saluran tersebut.
Dalam keterangan yang dilaporkan Radar Cirebon pada 24 Oktober 2026, Bambang menyebut saluran telah lama tidak dinormalisasi sehingga persoalan banjir berulang menjadi perhatian pemerintah desa.
Normalisasi dilakukan untuk membantu memulihkan fungsi saluran, terutama ketika terjadi peningkatan debit air.
PANJANG PENANGANAN MENCAPAI 1,2 KILOMETER
DPUTR Kabupaten Cirebon melaksanakan penanganan pada saluran dengan panjang sekitar 1,2 kilometer.
Normalisasi bertujuan memperlancar aliran air dengan menangani kondisi saluran yang menghambat fungsi pengalirannya.
Pekerjaan tersebut diharapkan mengurangi hambatan aliran air pada sejumlah titik yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Meskipun demikian, keberhasilan penanganan dalam mengurangi banjir tetap bergantung pada kondisi jaringan saluran secara keseluruhan, kapasitas aliran, serta pemeliharaan setelah pekerjaan selesai.
NORMALISASI MELIBATKAN KERJA SAMA ANTARINSTANSI
Pemerintah Kabupaten Cirebon melibatkan BBWS Cimanuk Cisanggarung dalam koordinasi penanganan saluran irigasi tersebut.
Kerja sama dilakukan karena pengelolaan jaringan sumber daya air membutuhkan koordinasi sesuai kewenangan masing-masing instansi.
Melalui penanganan bersama, pemerintah berupaya memperbaiki fungsi saluran yang telah lama membutuhkan perhatian.
Peninjauan di lapangan juga dilakukan oleh anggota DPR RI Komisi IV, Herry Dermawan, pada Jumat (23/10/2026).
Berdasarkan laporan Fajar Cirebon, Herry meninjau pekerjaan pembersihan saluran yang melintasi wilayah Panguragan Wetan, Panguragan Kulon, dan Panguragan Lor.
Laporan tersebut menyebut saluran sudah sekitar 42 tahun tidak mendapatkan pengerukan.
RIWAYAT BANJIR DI PANGURAGAN
Persoalan banjir di Kecamatan Panguragan bukan merupakan kejadian baru.
Dalam laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada 3 Mei 2026, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan limpasan air dari saluran irigasi dan mengakibatkan banjir di beberapa wilayah Kabupaten Cirebon.
Dua desa yang disebut dalam laporan tersebut adalah Panguragan Kulon dan Panguragan Wetan.
Riwayat kejadian itu menunjukkan pentingnya pemeliharaan jaringan drainase dan irigasi secara berkala.
Saluran yang tidak berfungsi optimal dapat meningkatkan risiko genangan ketika debit air naik akibat hujan deras.
MANFAAT BAGI MASYARAKAT
Normalisasi saluran diharapkan membantu memperlancar aliran air sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya air di kawasan Panguragan.
Kelancaran saluran mempunyai arti penting bagi permukiman dan aktivitas masyarakat yang berada di sekitar jaringan irigasi.
Namun, normalisasi tidak dapat langsung dianggap sebagai jaminan bahwa wilayah tersebut akan sepenuhnya terbebas dari banjir.
Pencegahan banjir juga memerlukan pengelolaan saluran secara menyeluruh, pengendalian penyumbatan, dan kesiapsiagaan masyarakat.
Pemerintah serta warga diharapkan menjaga kondisi saluran agar hasil normalisasi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Dengan dimulainya pekerjaan tersebut, masyarakat Panguragan berharap persoalan aliran air yang sudah lama dikeluhkan dapat ditangani secara bertahap.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir