Khazanah
M. Fadhli Dzil Ikram

Puasa Daud untuk Apa? Ini Manfaat Spiritual, Fisik, dan Keutamaan Luar Biasa di Sisi Allah

Puasa Daud untuk Apa? Ini Manfaat Spiritual, Fisik, dan Keutamaan Luar Biasa di Sisi Allah

04 November 2026 | 15:30

Kebiasaan tersebut diharapkan dapat membentuk pribadi yang lebih sabar, berhati-hati dalam bertindak, dan mampu mengendalikan diri.

Bacaan Niat Puasa Daud

Niat merupakan salah satu hal penting dalam melaksanakan ibadah puasa. Untuk puasa Daud, niat dapat dilakukan dalam hati dengan tujuan menjalankan puasa sunah karena Allah SWT.

Berikut salah satu lafaz niat puasa Daud yang biasa digunakan:

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma Dāwūda sunnatan lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya berniat puasa Daud, sunah karena Allah Ta'ala."

Perlu diketahui, lafaz tersebut bukan bacaan khusus yang wajib diucapkan. Niat pada dasarnya berada di dalam hati.

Karena puasa Daud termasuk puasa sunah, niat juga dapat dilakukan pada siang hari sebelum waktu zawal atau sebelum matahari tergelincir, selama sejak terbit fajar belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa. Ketentuan ini mengikuti pendapat fikih yang membolehkan niat puasa sunah pada siang hari.

Tata Cara Puasa Daud

Tata cara puasa Daud pada dasarnya sama dengan puasa sunah lainnya. Perbedaannya terletak pada pola pelaksanaan, yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.

Berikut langkah-langkah menjalankan puasa Daud.

1. Menentukan Jadwal Puasa

Puasa Daud dilakukan dengan pola satu hari berpuasa, kemudian satu hari tidak berpuasa. Pola tersebut diteruskan secara bergantian.

Sebagai contoh, seseorang memulai puasa pada hari Senin. Selanjutnya, ia tidak berpuasa pada Selasa, kembali berpuasa pada Rabu, dan tidak berpuasa pada Kamis.

Pola tersebut terus berjalan sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

2. Membaca Niat Puasa

Seseorang perlu berniat menjalankan puasa Daud karena Allah SWT. Niat dapat dilakukan dalam hati pada malam hari.

Apabila menggunakan ketentuan niat puasa sunah pada siang hari, niat harus dilakukan sebelum waktu zawal dan selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar.

3. Melaksanakan Sahur

Sahur merupakan amalan sunah yang dianjurkan ketika menjalankan puasa. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa di dalam sahur terdapat keberkahan.

Karena itu, orang yang menjalankan puasa Daud dianjurkan untuk makan sahur agar memiliki energi yang cukup dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

4. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, seseorang harus menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa.

Di antaranya makan, minum, dan melakukan hubungan suami istri pada siang hari. Selain itu, orang yang berpuasa juga perlu menjaga perilaku agar tidak melakukan perbuatan yang mengurangi nilai ibadahnya.

5. Menjaga Perilaku dan Memperbanyak Amal Saleh

Puasa tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan haus. Seorang muslim juga dianjurkan menjaga lisan, menjauhi perkataan buruk, serta memperbanyak amal saleh.

Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain membaca Al-Qur'an, berzikir, bersedekah, dan membantu sesama.

6. Berbuka Ketika Matahari Terbenam

Puasa Daud diakhiri ketika matahari terbenam atau memasuki waktu Magrib.

Setelah itu, seseorang diperbolehkan makan dan minum seperti biasa. Pada hari berikutnya, ia tidak berpuasa sebelum kembali menjalankan puasa pada hari selanjutnya.

Baca Juga: Puasa Senin Kamis: Bacaan Niat, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Keutamaannya 

Siapa yang Sebaiknya Tidak Memaksakan Puasa Daud?

Meskipun memiliki keutamaan besar, puasa Daud tidak harus dijalankan oleh setiap orang. Ibadah ini merupakan amalan sunah sehingga pelaksanaannya perlu mempertimbangkan kemampuan fisik dan tanggung jawab masing-masing.

Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sedang sakit, atau khawatir puasanya memperburuk keadaan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalankannya.

Selain itu, puasa Daud tidak boleh membuat seseorang mengabaikan kewajiban, seperti bekerja, memenuhi hak keluarga, dan menjaga kesehatan tubuh.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW mengingatkan Abdullah bin Amr bin Ash RA agar tidak berlebihan dalam berpuasa. Sebab, tubuh dan keluarga juga memiliki hak yang harus dipenuhi.

Dengan demikian, menjalankan puasa Daud harus disertai pemahaman mengenai kemampuan diri dan keseimbangan dalam kehidupan.

Kesimpulan

Puasa Daud merupakan puasa sunah yang dilakukan dengan pola sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Puasa Daud Puasa Sunnah Amalan Sunnah

Komentar Pengguna