Keboncinta.com – Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru 2026 membuka kesempatan bagi lulusan S-1 maupun D-IV dari berbagai latar belakang pendidikan untuk mempersiapkan diri menjadi guru profesional.
Tahun ini, pemerintah membuka 30 bidang studi PPG Calon Guru, yang terdiri atas 18 bidang studi umum dan 12 bidang studi kejuruan.
Pilihan tersebut tidak hanya mencakup bidang yang selama ini identik dengan profesi guru seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris.
Bidang teknologi dan kejuruan juga mendapat tempat cukup besar. Informatika, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi hingga Desain Komunikasi Visual termasuk dalam bidang studi yang tersedia.
Direktorat Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen menyatakan pembukaan bidang studi didasarkan pada kebutuhan riil guru di lapangan. Lulusan PPG diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di berbagai daerah dan jenjang pendidikan.
Berdasarkan informasi resmi Direktorat PPG, berikut 18 bidang studi umum yang dibuka pada PPG Calon Guru 2026:
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Bimbingan dan Konseling
Informatika
Pendidikan Pancasila
Bahasa Indonesia
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Seni Budaya
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Matematika
Pendidikan Luar Biasa
Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGPAUD)
Sejarah
Sosiologi
Bahasa Inggris
Geografi
Ekonomi
Biologi
Selain daftar tersebut, laman resmi PPG 2026 juga menampilkan Kimia dan Fisika dalam tabel bidang studi umum. Calon peserta sebaiknya mengecek kembali pilihan yang tampil pada sistem pendaftaran serta ketentuan linearitas yang berlaku.
PPG Calon Guru 2026 juga memberikan ruang cukup luas bagi calon guru sekolah kejuruan.
Bidang yang tersedia mencakup keterampilan teknologi, industri, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
Beberapa bidang studi kejuruan yang tercantum pada laman resmi PPG antara lain:
Teknik Otomotif
Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis
Kuliner
Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim
Teknik Elektronika
Teknik Ketenagalistrikan
Teknik Mesin
Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam
Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian
Broadcasting dan Perfilman
Desain Komunikasi Visual
Perhotelan
Busana
Usaha Layanan Pariwisata
Pemasaran
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
Daftar rinci yang ditampilkan laman PPG perlu diperhatikan bersama ketentuan seleksi dan linearitas program studi calon peserta.
Salah satu bidang yang menarik perhatian adalah Informatika.
Kehadiran Informatika dalam PPG Calon Guru menjadi relevan seiring semakin besarnya peran teknologi dalam pendidikan.
Sekolah saat ini tidak hanya berhadapan dengan penggunaan komputer, tetapi juga perkembangan pemrograman, kecerdasan buatan, keamanan digital dan berbagai teknologi baru.
Karena itu, kebutuhan guru dengan kompetensi di bidang teknologi berpotensi semakin penting.
Pada pendidikan kejuruan, pilihan bidang teknologi bahkan lebih beragam.
Calon peserta dapat menemukan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, Teknik Elektronika hingga Broadcasting dan Perfilman.
Hal penting lain yang perlu diketahui adalah PPG Calon Guru tidak hanya diperuntukkan bagi sarjana pendidikan.
Direktorat PPG menjelaskan program ini diselenggarakan bagi lulusan S-1 atau D-IV dari jurusan pendidikan maupun nonkependidikan untuk memperoleh sertifikat pendidik.
Artinya, seseorang yang berasal dari program studi nonkependidikan tetap memiliki peluang mengikuti PPG Calon Guru selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Namun, ada satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan, yakni linearitas program studi.
Banyaknya pilihan bukan berarti calon peserta bebas menentukan bidang PPG tanpa mempertimbangkan ijazah.
Program studi pada ijazah S-1 atau D-IV harus sesuai dengan bidang studi PPG yang dipilih berdasarkan ketentuan linearitas.
Direktorat PPG menyediakan fasilitas pengecekan linearitas untuk membantu peserta mengetahui bidang yang sesuai dengan latar belakang akademiknya.
Karena itu, calon peserta sebaiknya memeriksa ketentuan tersebut sebelum menentukan pilihan.
Jangan hanya memilih bidang karena dianggap memiliki peluang besar atau sesuai minat apabila latar belakang pendidikan tidak memenuhi ketentuan.
Selain linearitas, calon peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan.
Peserta harus berstatus Warga Negara Indonesia dan tidak terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Usia peserta paling tinggi 32 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran.
Peserta juga wajib memiliki kualifikasi akademik S-1 atau D-IV yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti), atau terdata pada sistem penyetaraan ijazah luar negeri bagi lulusan perguruan tinggi di luar Indonesia.
IPK calon peserta ditetapkan paling rendah 3,00.
Selain itu, terdapat persyaratan kesehatan jasmani dan rohani, berkelakuan baik, bebas NAPZA serta penandatanganan pakta integritas.
Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi masih harus melewati tahapan berikutnya.
Seleksi PPG Calon Guru terdiri atas tiga tahap utama, yakni seleksi administrasi, tes substantif dan tes wawancara.
Untuk seleksi 2026, tes substantif telah dilaksanakan pada 3–7 Agustus.
Hasil tes substantif dijadwalkan diumumkan pada 26 Agustus 2026.
Selanjutnya, jadwal wawancara diumumkan 29 Agustus dan tes wawancara berlangsung mulai 31 Agustus hingga 16 September.
Pengumuman hasil wawancara dijadwalkan pada 21 September 2026.
Peserta yang berhasil melewati seluruh proses seleksi akan menjalani pendidikan profesi.
Program PPG bagi Calon Guru berlangsung selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara.
Direktorat PPG menyebut biaya pendidikan sebesar Rp8,5 juta per semester, atau Rp17 juta selama dua semester.
Namun, biaya pendidikan tersebut diberikan dalam bentuk beasiswa atau bantuan pemerintah kepada peserta yang dinyatakan lulus seleksi dan ditetapkan sebagai peserta PPG Calon Guru.
Selama pendidikan, peserta tidak hanya mengikuti perkuliahan teori.
Program juga mencakup Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), projek kepemimpinan, pembelajaran sosial emosional hingga prinsip pengajaran dan asesmen.
Pembukaan berbagai bidang studi pada PPG Calon Guru tidak sekadar memperbanyak pilihan peserta.
Pemerintah menyatakan bidang studi dibuka berdasarkan kebutuhan guru di lapangan.
Harapannya, lulusan PPG nantinya dapat membantu mengisi kebutuhan guru di berbagai daerah dan jenjang pendidikan, baik sekolah negeri, swasta maupun satuan pendidikan di bawah kementerian lainnya.
Karena itu, keberadaan bidang seperti Informatika, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim hingga berbagai kompetensi kejuruan menjadi menarik.
Kebutuhan tenaga pendidik berkembang mengikuti perubahan pendidikan dan dunia kerja.
Bagi calon peserta, hal terpenting bukan sekadar melihat banyaknya bidang studi yang tersedia.
Pastikan bidang yang dipilih sesuai dengan ijazah S-1 atau D-IV, periksa ketentuan linearitas dan ikuti informasi seleksi melalui kanal resmi PPG Kemendikdasmen.