KebonCinta.com - Waktu malam seharusnya menjadi kesempatan untuk memulihkan energi setelah menjalani berbagai aktivitas. Namun, bagi sebagian orang, suasana yang mulai sunyi justru membuat pikiran semakin aktif. Hal-hal yang terjadi sepanjang hari, pekerjaan yang belum selesai, atau rencana untuk esok hari bisa terus terlintas ketika tubuh sudah berada di tempat tidur.
Akibatnya, waktu untuk beristirahat terasa semakin panjang. Tubuh mungkin sudah lelah, tetapi pikiran belum sepenuhnya siap berhenti beraktivitas.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah membangun rutinitas menjelang tidur. Kebiasaan ini membantu menciptakan peralihan yang lebih teratur dari aktivitas harian menuju waktu istirahat.
Baca Juga: 7 Tipe Perempuan yang Tidak Mudah Jatuh Hati, Nomor 7 Paling Paham Harga Diri
Tidak ada satu metode yang pasti berhasil untuk semua orang. Namun, lima rutinitas berikut bisa menjadi pilihan untuk membantu menenangkan pikiran sebelum tidur.
Langsung berbaring setelah menyelesaikan pekerjaan atau mengerjakan tugas terkadang membuat pikiran masih terbawa suasana aktivitas sebelumnya.
Karena itu, cobalah menyediakan jeda sebelum tidur. Kamu bisa meredupkan lampu, menyimpan pekerjaan yang belum selesai untuk esok hari, dan mengurangi aktivitas yang membuat pikiran terus bekerja.
Jika ada banyak hal yang harus diingat, tuliskan daftar singkat mengenai pekerjaan atau rencana untuk hari berikutnya. Cara ini dapat membantu mengurangi kebutuhan untuk terus memikirkan hal yang sama ketika sudah waktunya beristirahat.
Kamu juga bisa menentukan waktu khusus untuk berhenti bekerja atau belajar. Dengan begitu, waktu malam tidak terus dipenuhi aktivitas yang membuatmu sulit beralih ke suasana santai.
Rutinitas tersebut tidak harus berlangsung lama. Hal terpenting adalah memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk memperlambat aktivitas sebelum tidur.
Ketika suasana mulai sunyi, sebagian orang justru lebih menyadari pikiran yang sebelumnya tertutupi oleh kesibukan. Meditasi mindfulness dapat menjadi pilihan untuk melatih perhatian agar tidak terus terbawa oleh setiap hal yang muncul dalam benak.
Caranya cukup sederhana. Ambil posisi yang nyaman, kemudian perhatikan aliran napas secara alami. Sadari saat udara masuk dan keluar tanpa perlu mengubahnya secara berlebihan.
Apabila muncul pikiran tentang pekerjaan, percakapan, atau kejadian yang membuat khawatir, cukup sadari keberadaannya. Setelah itu, arahkan perhatian kembali pada napas secara perlahan.
Kamu tidak perlu memaksa pikiran menjadi kosong. Tujuan latihan ini adalah membangun kesadaran terhadap apa yang sedang dirasakan tanpa harus terus mengikuti setiap pikiran.
Bagi pemula, latihan singkat dapat menjadi awal yang baik. Jika terasa nyaman, durasinya bisa ditambah secara bertahap sesuai kebutuhan.
Saat merasa tegang, seseorang terkadang bernapas lebih cepat atau tidak menyadari pola napasnya. Memperlambat pernapasan secara nyaman dapat menjadi salah satu cara untuk membantu tubuh memasuki kondisi yang lebih rileks.
Salah satu latihan yang bisa dicoba adalah teknik 4-7-8, yaitu menarik napas selama empat hitungan, menahannya selama tujuh hitungan, kemudian mengembuskannya selama delapan hitungan.
Lakukan dengan posisi yang nyaman dan tanpa memaksakan durasi.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir