Meski menawarkan peningkatan akurasi, para peneliti tetap menekankan adanya keterbatasan teknologi tersebut. Sistem koreksi hanya dapat memperbaiki kesalahan dan mengolah kembali informasi yang telah tersedia dalam data prakiraan. Artinya, teknologi ini tidak dapat menghasilkan sinyal cuaca yang sejak awal tidak tertangkap oleh model prediksi.
Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam meteorologi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan prakiraan secara otomatis. Evaluasi terhadap kesalahan model dan pengolahan data historis juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem peringatan cuaca yang lebih andal, terutama untuk menghadapi risiko cuaca ekstrem.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir