News
Al Fina

Pemetaan Jurusan Bakal Kembali di SMA Mulai 2027, Ini Penjelasan Mendikdasmen

Pemetaan Jurusan Bakal Kembali di SMA Mulai 2027, Ini Penjelasan Mendikdasmen

05 November 2026 | 20:14

KebonCinta.com - Sistem pembelajaran di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) akan mengalami perubahan mulai tahun ajaran 2027/2028. Pemerintah berencana kembali menerapkan sistem penjurusan yang selama ini identik dengan pembagian kelompok Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa.

Kebijakan tersebut diumumkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti sebagai bagian dari pembaruan sistem pendidikan nasional. Rencana ini sekaligus menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang disiapkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan diberlakukannya kembali penjurusan, siswa SMA nantinya akan memiliki kesempatan untuk mendalami bidang keilmuan tertentu sesuai dengan minat dan rencana pendidikan lanjutan.

Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026 

Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa kebijakan tersebut akan mulai diterapkan pada tahun pelajaran 2027/2028.

"Kemudian yang kedua, yang nanti juga akan kami berlakukan mulai tahun pelajaran 2027/2028 adalah dibukanya kembali jurusan," tutur Mu'ti dalam acara Koordinasi dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pemerintah Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI) di Hotel Merlynn Park, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).

Tiga Jurusan Klasik Kembali Dibuka

Dalam keterangannya, Mu'ti menyebutkan bahwa pemerintah setidaknya akan menghidupkan kembali tiga kelompok peminatan yang sudah dikenal dalam sistem pendidikan Indonesia.

Ketiga jurusan tersebut meliputi IPA, IPS, dan Bahasa. Meski demikian, pemerintah masih membuka peluang untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem penjurusan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.

"Ini paling tidak ada jurusan yang sudah biasa dulu diselenggarakan: IPA, IPS, dan juga bahasa. Mungkin nanti ada modifikasi-modifikasi tertentu," jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penerapan kembali penjurusan tidak harus sepenuhnya menggunakan pola lama. Pemerintah mempertimbangkan kemungkinan menghadirkan pembaruan agar pembagian bidang keilmuan tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan dan perkembangan zaman.

Dengan demikian, siswa nantinya tidak hanya diarahkan untuk mempelajari mata pelajaran secara umum, tetapi juga mendapatkan kesempatan memperkuat pengetahuan dasar pada bidang yang diminati.

Mengapa Pemerintah Menghidupkan Kembali Penjurusan?

Salah satu pertimbangan utama pemerintah adalah kesiapan akademik lulusan SMA ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Mu'ti menilai bahwa mahasiswa baru masih menghadapi persoalan terkait penguasaan pengetahuan dasar atau foundational knowledge. Menurutnya, kemampuan dasar tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan harapan perguruan tinggi.

Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan pembelajaran berdasarkan bidang keilmuan sejak jenjang SMA.

Pemerintah berharap siswa memiliki bekal pengetahuan yang lebih mendalam sebelum memasuki pendidikan tinggi. Dengan begitu, mereka dapat mengikuti perkuliahan sesuai bidang studi yang dipilih tanpa mengalami kesenjangan kemampuan dasar yang terlalu besar.

Penjurusan juga diharapkan membantu siswa mengenali kecenderungan akademiknya lebih awal sehingga proses persiapan menuju perguruan tinggi dapat dilakukan secara lebih terarah.

Penjurusan Baru Akan Dikembangkan Bertahap

Meski tiga jurusan utama sudah disebutkan, pemerintah belum menutup kemungkinan adanya kelompok peminatan lain.

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pengembangan jurusan tambahan akan dilakukan secara bertahap. Penyesuaian tersebut nantinya mempertimbangkan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan.

Artinya, sistem penjurusan SMA yang direncanakan pemerintah masih berpotensi mengalami perkembangan sebelum seluruh ketentuan teknis diterapkan.

Kehadiran Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga disebut menjadi salah satu instrumen yang mendukung arah peminatan siswa. Melalui mata pelajaran pilihan dalam TKA, peserta didik dapat menunjukkan bidang akademik yang menjadi fokus persiapan mereka untuk melanjutkan pendidikan.

Menunggu Aturan Teknis dari Pemerintah

Rencana pengembalian jurusan IPA, IPS, dan Bahasa menjadi perubahan yang perlu diperhatikan oleh sekolah, guru, siswa, maupun orang tua.

Namun, sejumlah hal masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut, seperti mekanisme penempatan siswa, pilihan jurusan, persyaratan akademik, hingga kemungkinan penambahan bidang peminatan.

Karena itu, masyarakat perlu menunggu kebijakan teknis resmi dari Kemendikdasmen agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai penerapannya.

Jika mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2027/2028, perubahan ini akan menjadi bagian dari penataan kembali pembelajaran SMA. Fokusnya bukan sekadar mengembalikan nama jurusan lama, melainkan mempersiapkan siswa agar memiliki fondasi pengetahuan yang lebih kuat sebelum memasuki dunia perguruan tinggi.***

Tags:
kemendikdasmen jurusan sma penjurusan baru

Komentar Pengguna