KebonCinta.com - Kabar terbaru bagi sekolah dasar di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mempersiapkan penyaluran Papan Interaktif Digital (PID) tahap kedua pada Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya mempercepat digitalisasi pembelajaran di sekolah.
Program ini menyasar sekitar 147 ribu sekolah dasar yang tersebar di 519 kabupaten dan kota. Sekolah yang masuk dalam daftar penerima direncanakan memperoleh tambahan tiga unit PID untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel merupakan perangkat elektronik dengan sistem operasi Android yang memungkinkan guru menyampaikan materi secara lebih interaktif. Perangkat ini dapat dimanfaatkan untuk menampilkan materi digital, mengakses sumber belajar, dan menghadirkan aktivitas pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa.
Lantas, bagaimana cara mengetahui apakah sekolah termasuk penerima bantuan PID tahap kedua 2026? Pengecekan dapat dilakukan secara daring dengan menggunakan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).
Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026
Papan Interaktif Digital merupakan salah satu sarana yang disediakan pemerintah untuk mendukung Program Penguatan Digitalisasi Pembelajaran. Melalui pemanfaatan teknologi, sekolah diharapkan dapat menghadirkan kegiatan belajar yang lebih dinamis dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Program distribusi perangkat ini telah dimulai sejak 2025 dengan sasaran sebanyak 288.865 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA.
Pada tahap pertama, setiap sekolah sasaran memperoleh satu unit PID untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran.
Sementara itu, berdasarkan informasi dalam referensi surat edaran Kemendikdasmen Nomor 3710/B/C3/DM.00.02/2026 tertanggal 12 Oktober 2026, penyaluran tahap kedua direncanakan memberikan tambahan tiga unit kepada sekolah dasar yang masuk dalam daftar sasaran.
Dengan demikian, sekolah yang telah menerima satu unit pada tahap pertama berpotensi memiliki total empat unit PID setelah memperoleh tambahan pada tahap kedua.
Namun, sekolah tetap perlu memastikan status penerimaannya melalui portal resmi karena penyaluran tambahan tersebut ditujukan kepada sekolah yang memenuhi kriteria sasaran program.
Sekolah dapat memeriksa status penerimaan bantuan melalui portal data sasaran digitalisasi pembelajaran. Proses pengecekan dilakukan secara online dan memerlukan NPSN sebagai identitas sekolah.
Berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:
Jika sekolah tercantum dalam daftar sasaran tahap kedua, informasi jumlah unit yang ditampilkan dapat digunakan sebagai acuan awal untuk mengetahui alokasi perangkat.
Apabila nama sekolah belum muncul, pastikan NPSN dan seluruh filter wilayah telah dimasukkan dengan benar. Jika masih terdapat kendala, sekolah dapat meminta konfirmasi melalui saluran informasi resmi Kemendikdasmen.
Selain mengecek status penerima, sekolah juga dapat memantau proses pengiriman perangkat apabila informasi pelacakan telah tersedia.
Berdasarkan referensi yang diberikan, PT Sartrans merupakan pihak penyalur yang ditunjuk untuk mendistribusikan PID dalam program tersebut.
Untuk melakukan pelacakan, sekolah dapat mengikuti langkah berikut:
Perlu diperhatikan bahwa ketersediaan informasi pelacakan dapat bergantung pada tahapan distribusi dan pembaruan data oleh pihak penyalur. Jika belum muncul, sekolah dapat menunggu pembaruan atau menghubungi saluran layanan resmi yang tersedia.
Penyaluran Papan Interaktif Digital tidak hanya bertujuan menambah perangkat elektronik di sekolah. Teknologi ini juga diharapkan membantu guru mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan melibatkan siswa secara aktif.
PID dapat mendukung penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning, yang menekankan tiga prinsip utama, yaitu mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menggembirakan).
Berikut beberapa manfaat PID dalam kegiatan belajar mengajar.
Melalui layar interaktif, guru dapat menampilkan materi pelajaran dalam bentuk teks, gambar, video, maupun media digital lainnya. Penyajian informasi yang beragam dapat membantu siswa memahami materi sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Perangkat interaktif memungkinkan kegiatan belajar dikembangkan melalui kuis, permainan edukatif, dan aktivitas digital. Dengan pendekatan tersebut, siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.
PID dapat membantu guru mengakses berbagai sumber pembelajaran digital. Jika tersedia koneksi internet dan layanan yang sesuai, guru juga dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung persiapan materi maupun aktivitas belajar.
Pemanfaatan AI tetap perlu disertai pengawasan guru, pemeriksaan kebenaran informasi, serta perlindungan data pribadi siswa.
Kehadiran PID memberikan alternatif bagi guru dalam menyampaikan materi tanpa selalu bergantung pada papan tulis konvensional atau proyektor terpisah.
Guru dapat menyesuaikan metode pengajaran dengan karakteristik materi dan kebutuhan murid. Meski demikian, efektivitas perangkat tetap bergantung pada kesiapan guru, ketersediaan sumber belajar, serta dukungan infrastruktur sekolah.
Penyaluran PID tahap kedua dipersiapkan pada Oktober 2026, dengan sasaran sekitar 147 ribu SD di 519 kabupaten dan kota.
Dalam referensi yang diberikan, sekolah penerima diperkirakan mulai menikmati tambahan perangkat pada akhir November 2026.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir