KebonCinta.com - Pemerintah membebaskan biaya pendidikan bagi seluruh siswa SMA Taruna Nusantara. Kebijakan ini membuka kesempatan bagi lebih banyak calon peserta didik untuk mengakses pendidikan di sekolah unggulan tersebut tanpa harus terbebani biaya sekolah.
Kebijakan pembebasan biaya itu disampaikan dalam peresmian kampus SMA Taruna Nusantara di Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026). Presiden Prabowo Subianto menyebut pengembangan sekolah tersebut mengalami percepatan dalam dua tahun terakhir melalui pembangunan lima kampus baru.
Baca Juga: SMA Pradita Dirgantara Buka 7 Lowongan Kerja, Lulusan SMK hingga S2 Bisa Daftar
Perluasan tersebut membuat SMA Taruna Nusantara kini memiliki enam kampus yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Keenamnya berada di Magelang, Jawa Tengah; Malang, Jawa Timur; Cimahi, Jawa Barat; Pagar Alam, Sumatera Selatan; Ibu Kota Nusantara (IKN); serta Langowan, Sulawesi Utara.
Perluasan jaringan pendidikan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan akses terhadap pendidikan berkualitas. Tidak hanya menambah lokasi sekolah, pemerintah juga mengubah skema pembiayaan agar seluruh siswa dapat mengikuti pendidikan tanpa dipungut biaya.
Baca Juga: SMA Unggul Garuda Buka PPDB 2027, Tawarkan Pendidikan Gratis Berbasis STEM dan Asrama
Pembebasan biaya pendidikan menjadi perubahan penting jika dibandingkan dengan skema pembiayaan SMA Taruna Nusantara pada penerimaan tahun ajaran 2024/2025.
Saat itu, sekolah menerapkan tiga jalur penerimaan dengan ketentuan biaya yang berbeda, yakni Jalur Iuran Sekolah (IS), Jalur Beasiswa (BS), dan Jalur Kontribusi Khusus (KK).
Pada Jalur Iuran Sekolah, siswa dikenakan uang pangkal sebesar Rp50 juta, uang komite sekolah Rp1 juta, serta iuran pendidikan atau SPP sebesar Rp5 juta per bulan. Selain itu, terdapat sumbangan sukarela.
Baca Juga: Doa agar Dijauhkan dari Penyakit dan Diberi Kesehatan Jasmani serta Rohani
Sementara itu, siswa yang diterima melalui Jalur Beasiswa hanya diwajibkan memberikan sumbangan sukarela sesuai kemampuan finansial masing-masing.
Adapun Jalur Kontribusi Khusus memiliki komponen pembiayaan berupa uang pangkal Rp50 juta, uang komite sekolah Rp1 juta, kontribusi khusus Rp125 juta, serta SPP Rp5 juta per bulan selama masa pendidikan. Siswa pada jalur ini juga dapat memberikan sumbangan sukarela sesuai kemampuan.
Melalui kebijakan terbaru, pemerintah menyatakan seluruh siswa SMA Taruna Nusantara memperoleh pembebasan biaya pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi hambatan ekonomi bagi calon peserta didik yang ingin memperoleh pendidikan di sekolah tersebut.
Di sisi lain, bertambahnya jumlah kampus menunjukkan upaya pemerataan akses pendidikan unggulan agar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.
Dengan demikian, pengembangan SMA Taruna Nusantara tidak hanya berorientasi pada penambahan fasilitas dan kapasitas penerimaan siswa, tetapi juga pada perluasan kesempatan pendidikan bagi masyarakat di berbagai daerah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir