ASN & Karier
Hilmi An Naufal

passing grade CPNS 2026, peringkat SKD CPNS, aturan tiga kali formasi, cara lolos SKB CPNS, nilai SKD CPNS, pemeringkatan CAT BKN, seleksi kompetensi dasar, tips lolos CPNS.

passing grade CPNS 2026, peringkat SKD CPNS, aturan tiga kali formasi, cara lolos SKB CPNS, nilai SKD CPNS, pemeringkatan CAT BKN, seleksi kompetensi dasar, tips lolos CPNS.

07 November 2026 | 19:12

KebonCinta.com — Calon peserta CPNS 2026 perlu memahami bahwa persiapan ujian tidak hanya berfokus pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Peserta yang berhasil melewati tahapan SKD berdasarkan ketentuan seleksi masih harus mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

SKB digunakan untuk mengukur kemampuan yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab jabatan yang dilamar.

Berdasarkan Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024, materi serta bentuk SKB dapat berbeda sesuai kebutuhan jabatan dan ketentuan instansi.

Namun, bentuk pelaksanaan khusus CPNS 2026 masih harus mengikuti pengumuman resmi pemerintah.

APA ITU SELEKSI KOMPETENSI BIDANG?

Baca Juga: Ikan Sarden Kaya Omega-3 dan Protein, Ini Manfaatnya Jika Dikonsumsi Secara Rutin 

Seleksi Kompetensi Bidang merupakan tahapan yang digunakan untuk menilai kesesuaian kemampuan peserta dengan standar kompetensi jabatan.

Berbeda dari SKD yang mengukur kompetensi dasar calon aparatur, SKB lebih menitikberatkan pada pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan tertentu.

Oleh karena itu, peserta yang melamar jabatan berbeda tidak boleh menganggap materi ujian bidangnya selalu sama.

Sebagai contoh ilustratif, jabatan di bidang teknologi informasi dapat membutuhkan pemahaman yang berbeda dari jabatan bidang administrasi atau kesehatan.

Materi persiapan harus disesuaikan dengan uraian tugas dan standar kompetensi jabatan.

SKB MENGGUNAKAN CAT BKN

Pasal 32 Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024 menjelaskan bahwa SKB untuk pengadaan PNS menggunakan Computer Assisted Test atau CAT BKN.

Materi SKB pada jabatan fungsional disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional dan diintegrasikan dalam bank soal CAT BKN.

Sementara itu, untuk jabatan pelaksana, materi disusun oleh instansi teknis atau dapat menggunakan materi dari jabatan fungsional terkait sesuai ketentuan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa soal SKB memiliki kaitan dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalankan jabatan.

Peserta perlu memahami bidang pekerjaan yang dipilih dan tidak hanya mempelajari soal umum.

TES TAMBAHAN DAPAT DILAKSANAKAN

Selain SKB menggunakan CAT BKN, peraturan pengadaan ASN juga mengatur kemungkinan adanya tes tambahan.

Jenis tes yang dapat digunakan antara lain psikotes, tes potensi akademik, tes kemampuan bahasa asing, dan tes kesehatan jiwa.

Peraturan juga mencantumkan tes kesegaran jasmani atau kesamaptaan, tes praktik kerja, uji penambahan nilai dari sertifikat kompetensi, serta wawancara.

Namun, daftar tersebut tidak berarti setiap instansi wajib melaksanakan seluruh jenis tes.

Bentuk ujian harus mengikuti kebutuhan jabatan dan ketentuan yang diumumkan penyelenggara.

Karena itu, calon peserta harus membaca rincian seleksi pada formasi yang dipilih.

KETENTUAN TES TAMBAHAN INSTANSI PUSAT

Pada mekanisme PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2024, instansi pusat dapat menyelenggarakan SKB tambahan paling banyak tiga jenis tes lain pada setiap jabatan setelah memperoleh persetujuan menteri.

Tes tambahan tersebut memiliki pengaturan bobot nilai sesuai ketentuan.

Dalam hal terdapat wawancara sebagai bagian dari SKB tambahan, bobotnya juga dibatasi berdasarkan peraturan.

Pengaturan tersebut bertujuan memastikan penilaian tambahan dilakukan melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, keputusan apakah sebuah instansi pusat akan menggunakan SKB tambahan tetap harus mengikuti pengumuman jabatan yang bersangkutan.

KETENTUAN TES TAMBAHAN INSTANSI DAERAH

Bagi instansi daerah, Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024 juga menyediakan kemungkinan tes tambahan untuk jabatan yang sangat teknis atau membutuhkan keahlian khusus.

Jumlah tes tambahan dibatasi paling banyak satu jenis.

Pada ketentuan tersebut, tes tambahan tidak berupa wawancara.

Bila diselenggarakan, SKB dengan CAT BKN tetap menjadi komponen utama dengan bobot paling rendah 60 persen dari nilai SKB, sedangkan tes tambahan memiliki bobot paling tinggi 40 persen.

Ketentuan tersebut merupakan pengaturan komponen di dalam SKB, bukan bobot antara SKD dan SKB dalam penentuan hasil akhir.

Calon peserta perlu memahami perbedaan ini agar tidak keliru membaca informasi nilai seleksi.

BOBOT SKD DAN SKB DALAM NILAI AKHIR

Pasal 45 Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024 mengatur integrasi nilai SKD sebesar 40 persen dan SKB sebesar 60 persen.

Dengan demikian, SKB memiliki kontribusi besar terhadap hasil akhir pada mekanisme tersebut.

Namun, pengolahan nilai dilakukan berdasarkan prosedur penyelenggara, sehingga pelamar tidak sebaiknya menghitung hasil akhir hanya dengan mengalikan skor mentah secara langsung.

BKN dan panitia seleksi menggunakan sistem pengolahan nilai sesuai ketentuan.

Untuk CPNS 2026, pelamar tetap harus menunggu konfirmasi aturan yang akan diberlakukan pada periode terbaru.

CARA MENENTUKAN MATERI SKB YANG HARUS DIPELAJARI

Langkah pertama adalah memahami jabatan yang akan dilamar.

Bacalah uraian pekerjaan, tugas utama, dan kualifikasi pendidikan yang ditetapkan instansi.

Selanjutnya, cari referensi pembelajaran yang berkaitan dengan bidang tersebut dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai contoh persiapan umum, pelamar jabatan yang berkaitan dengan pengelolaan teknologi informasi dapat meninjau kembali dasar sistem informasi, keamanan data, atau pengelolaan aplikasi sesuai uraian jabatannya.

Sementara itu, pelamar pada bidang administrasi dapat memperdalam pengetahuan yang relevan dengan tugas administrasi pemerintahan.

Contoh tersebut bukan kisi-kisi resmi CPNS 2026.

Materi ujian yang sebenarnya harus mengacu pada keputusan instansi pembina dan pengumuman penyelenggara.

PERSIAPAN PSIKOTES DAN WAWANCARA

Apabila jabatan yang dipilih memiliki tes tambahan, peserta perlu mempersiapkan diri sesuai jenis penilaian.

Untuk wawancara, pelamar dapat berlatih menjelaskan pengalaman, motivasi, serta pemahaman mengenai tugas jabatan secara jelas.

Pada psikotes, peserta perlu membaca petunjuk dan menjawab secara konsisten sesuai kondisi serta ketentuan tes.

Sementara itu, untuk praktik kerja, persiapan dapat diarahkan pada kemampuan teknis yang benar-benar dibutuhkan.

Namun, peserta tidak boleh menganggap salah satu bentuk tes pasti akan digunakan sebelum pengumuman instansi diterbitkan.

JANGAN TERBUJUK BOCORAN SOAL SKB

Materi SKB disusun berdasarkan mekanisme resmi dan kebutuhan jabatan.

Calon peserta perlu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan soal rahasia atau jaminan kelulusan dengan meminta pembayaran.

Penggunaan sumber belajar yang sah serta penguasaan bidang pekerjaan merupakan pendekatan persiapan yang lebih tepat.

Per Sabtu, 7 November 2026, pemerintah telah mengumumkan rencana pendaftaran CPNS pada November, tetapi belum merinci seluruh jadwal maupun ketentuan SKB untuk seleksi terbaru.

Karena itu, calon peserta dapat mulai mempelajari kompetensi bidang sesuai pendidikan dan minat jabatan sembari memantau pengumuman BKN, Kementerian PANRB, serta instansi tujuan.

Persiapan yang dilakukan sejak awal diharapkan membantu peserta lebih percaya diri ketika menghadapi tahapan seleksi CPNS 2026.

Tags:
materi SKB CPNS 2026 kisi-kisi SKB CPNS SKB CAT BKN tes wawancara CPNS psikotes CPNS bobot SKD SKB tes tambahan CPNS persiapan CPNS November.

Komentar Pengguna