Keboncinta.com — Kehidupan dunia menawarkan banyak hal yang dapat menarik perhatian manusia. Harta, jabatan, perhiasan, kendaraan, hingga hubungan sosial menjadi bagian dari kesenangan yang kerap membuat seseorang terlena. Allah SWT telah mengingatkan hal tersebut dalam Al-Qur’an, salah satunya melalui Surah Ali ‘Imran ayat 14.
Ayat tersebut tidak mengajarkan umat Islam untuk menjauhi urusan dunia sepenuhnya. Sebaliknya, manusia diingatkan agar tidak menjadikan kenikmatan dunia sebagai tujuan utama hingga melupakan Allah SWT dan tanggung jawabnya.
Dalam kehidupan rumah tangga, keseimbangan antara urusan dunia dan keluarga menjadi hal penting. Suami dan istri perlu menjaga agar pekerjaan, harta, maupun pergaulan tidak menggeser perhatian terhadap pasangan dan anak-anak.
Salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan adalah memperbanyak doa. Melalui doa, seorang Muslim memohon kepada Allah agar hati pasangan tetap terjaga, keluarga menjadi sumber ketenteraman, dan rumah tangga senantiasa berada dalam kasih sayang serta keberkahan.
Baca Juga: Belum Juga Ketemu Jodoh? Coba Panjatkan Doa Para Nabi Ini di Sepertiga Malam Terakhir
Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan untuk memohon kebaikan, ketenteraman, dan keharmonisan rumah tangga. Sebagian merupakan doa yang bersumber dari Al-Qur’an, sedangkan doa lainnya adalah susunan permohonan umum yang dapat dibaca dengan tetap memahami kedudukannya.
Salah satu doa yang dapat diamalkan untuk memohon keluarga yang harmonis terdapat dalam Surah Al-Furqan ayat 74. Doa ini memohon agar pasangan dan keturunan menjadi penyejuk hati serta tumbuh dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Arab:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Latin:
Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dhurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
(Q.S. Al-Furqan: 74)
Ungkapan qurrata a‘yun memiliki makna penyejuk mata atau penyenang hati. Doa ini bukan sekadar permohonan agar keluarga menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga agar pasangan dan anak-anak menjadi bagian dari kehidupan yang mendekatkan diri kepada Allah.
Ketika keluarga dibangun dengan kasih sayang, tanggung jawab, dan nilai keimanan, urusan dunia dapat ditempatkan secara lebih seimbang. Suami dan istri pun diharapkan tidak memandang keluarga sebagai beban, melainkan sebagai amanah yang perlu dijaga.
Godaan dunia terkadang membuat seseorang lalai atau menjauh dari nilai-nilai kebaikan. Karena itu, pasangan suami istri dapat memohon agar Allah senantiasa menjaga hati mereka dalam petunjuk-Nya.
Doa tersebut terdapat dalam Surah Ali ‘Imran ayat 8.
Arab:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Latin:
Rabbanā lā tuzigh qulūbanā ba‘da idz hadaitanā wa hab lanā min ladunka raḥmatan innaka antal-wahhāb.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”
(Q.S. Ali ‘Imran: 8)
Doa ini mengandung permohonan agar hati tetap istiqamah setelah memperoleh petunjuk. Dalam konteks rumah tangga, doa tersebut dapat dibaca untuk diri sendiri, pasangan, maupun keluarga secara keseluruhan.
Harta, jabatan, dan pergaulan bukanlah sesuatu yang harus ditinggalkan. Namun, semua itu perlu dijalani dengan tetap menjaga ketaatan, amanah, dan tanggung jawab terhadap keluarga.
Selain doa yang bersumber dari Al-Qur’an, seseorang juga dapat menyampaikan permohonan dengan kalimat sendiri.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir