KEBONCINTA.COM — Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyalurkan bantuan pendidikan akhir tahap kedua senilai Rp4 miliar kepada 346 mahasiswa. Penyerahan berlangsung pada Kamis, 24 September 2026, di aula gedung rektorat Universitas Muhammadiyah Sorong atau UNAMIN.
Program tersebut ditujukan untuk mendukung mahasiswa Papua dalam menyelesaikan pendidikan tinggi. Kegiatan penyerahan dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, menjelaskan bahwa penerima terdiri atas 130 mahasiswa di Sorong Raya dan 216 mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Sorong Raya. Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Menurut laporan ANTARA, penyaluran bantuan didahului pengajuan proposal secara individual dan proses verifikasi. Pemerintah memeriksa status mahasiswa melalui kunjungan ke perguruan tinggi serta pencocokan informasi pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan penerima benar-benar masih menjalani pendidikan. Perguruan tinggi juga diminta membantu mengawasi penggunaan bantuan agar sesuai kebutuhan studi serta dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam keterangan yang dipublikasikan UNAMIN, Gubernur Elisa Kambu menjelaskan bahwa bantuan bersumber dari dana otonomi khusus dan memprioritaskan mahasiswa Papua. Ia mengingatkan penerima agar menggunakan dana untuk kebutuhan pendidikan.
Penyaluran ini merupakan tahap kedua, sehingga informasi tersebut perlu dibedakan dari pengumuman pembukaan pendaftaran bantuan baru. Mahasiswa yang belum menerima tidak otomatis masuk dalam daftar penerima pada tahap berikutnya.
Pemerintah provinsi merencanakan penyaluran tahap ketiga pada akhir Oktober atau November 2026. Akan tetapi, waktu tersebut masih berupa rencana. Sumber yang diperiksa belum mencantumkan tautan pendaftaran resmi maupun batas pengajuan untuk tahap lanjutan.
Gubernur juga menyampaikan harapan agar jangkauan program dapat diperluas, termasuk kemungkinan membantu mahasiswa mulai semester lima apabila kemampuan keuangan daerah memungkinkan. Harapan tersebut belum dapat diperlakukan sebagai persyaratan program yang sudah berlaku.
Bagi mahasiswa dan keluarga, bantuan studi akhir ini diharapkan meringankan kebutuhan biaya menjelang penyelesaian kuliah. Informasi mengenai tahap selanjutnya perlu menunggu pengumuman resmi pemerintah provinsi atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya.