Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

Panen Padi di Cirebon Capai 9,2 Ton per Hektare, Hasil Ubinan BPS Jadi Sorotan

Panen Padi di Cirebon Capai 9,2 Ton per Hektare, Hasil Ubinan BPS Jadi Sorotan

08 November 2026 | 09:17

KebonCinta.com — Hasil panen padi di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dilaporkan mencapai sekitar 9,2 ton per hektare.

Capaian tersebut diketahui melalui kegiatan pengukuran ubinan yang melibatkan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon dalam panen bersama pada Rabu, 4 November 2026.

Informasi hasil panen dipublikasikan Radar Cirebon pada Jumat, 6 November 2026.

HASIL PANEN DILAPORKAN MENINGKAT 25 PERSEN

Baca Juga: BKN Umumkan Hasil Uji Kompetensi ASN Oktober 2026, Begini Cara Cek dan Download Sertifikat di MyASN 

Berdasarkan laporan kegiatan, produktivitas padi di lokasi tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan hasil panen sebelumnya.

Direktur Utama PT Intani Bumi Lestari, Mira Rachmiati, menyampaikan bahwa hasil pengukuran mencapai sekitar 6,5 ton per bahu atau setara kurang lebih 9,2 ton per hektare.

Satuan bahu yang digunakan di lokasi tersebut setara dengan luas sekitar 7.000 meter persegi.

Perhitungan konversi dari satuan tersebut menghasilkan angka produktivitas sekitar 9,3 ton per hektare, bergantung pada pembulatan yang digunakan.

Hasil tersebut merupakan capaian yang dilaporkan dari lokasi pengukuran, bukan gambaran produktivitas seluruh lahan pertanian Kabupaten Cirebon.

PETANI MENGGUNAKAN PUPUK HAYATI

Dalam kegiatan budidaya, petani menerapkan pupuk hayati cair Pureplant serta pembenah tanah organik HumicGen.

Penggunaan bahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk sintetis.

Petani setempat, Ipin Katul, menjelaskan bahwa varietas padi yang ditanam adalah Ciherang Kristal.

Menurut pengamatannya, pertumbuhan tanaman menunjukkan perkembangan yang baik dengan jumlah anakan sekitar 40 hingga 60 per rumpun.

Ia juga melaporkan bahwa setiap malai dapat memiliki sekitar 120 bulir gabah.

DINAS PERTANIAN DAN BPS HADIRI PANEN

Kegiatan panen bersama turut dihadiri jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, petugas BPS, dan penyuluh pertanian lapangan.

Kehadiran pihak-pihak tersebut mendukung pelaksanaan pengukuran serta pengamatan hasil budidaya.

Sejumlah petani di wilayah tersebut mengelola lahan sekitar empat hektare yang digunakan untuk menanam padi dan jagung pada musim kemarau.

Penggunaan pupuk hayati menjadi salah satu pendekatan yang dicoba dalam kegiatan pertanian tersebut.

HASIL PERLU DIEVALUASI LEBIH LANJUT

Meskipun hasil panen menunjukkan peningkatan, data dari satu kegiatan ubinan belum dapat memastikan bahwa peningkatan tersebut sepenuhnya disebabkan oleh produk pupuk tertentu.

Produktivitas padi juga dapat dipengaruhi oleh kondisi tanah, pengelolaan air, varietas, cuaca, dan metode budidaya.

Karena itu, hasil pengamatan perlu dilengkapi evaluasi pada berbagai musim dan lokasi untuk mengetahui konsistensi manfaat suatu metode pertanian.

PERTANIAN BERKELANJUTAN DI CIREBON

Pengembangan teknologi pertanian yang lebih ramah lingkungan diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sambil menjaga kesehatan tanah.

Selain jumlah hasil panen, efisiensi biaya produksi dan pendapatan petani menjadi aspek penting dalam menilai keberhasilan usaha tani.

Capaian panen di Desa Ujunggebang dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai penerapan teknologi budidaya padi yang perlu terus diteliti dan dievaluasi.

Bagi wilayah Cirebon yang memiliki kegiatan pertanian cukup besar, pengembangan metode budidaya produktif dan berkelanjutan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Tags:
panen padi Cirebon hasil ubinan BPS pertanian Cirebon 2026 Desa Ujunggebang produktivitas padi pupuk hayati petani Susukan ketahanan pangan.

Komentar Pengguna