Khazanah
Rahman Abdullah

Panduan Shalat Rawatib Lengkap, Bacaan Niat, Jumlah Rakaat, dan Waktu Pelaksanaannya

Panduan Shalat Rawatib Lengkap, Bacaan Niat, Jumlah Rakaat, dan Waktu Pelaksanaannya

26 Oktober 2026 | 16:43

KebonCinta.com-- Menjaga shalat lima waktu merupakan kewajiban utama bagi umat Islam. Namun, ada amalan sunnah yang dapat melengkapi ibadah tersebut, yakni shalat rawatib. Shalat ini dikerjakan sebelum atau sesudah shalat fardhu tertentu dan menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk dijaga secara rutin.

Shalat sunnah rawatib juga memiliki keutamaan tersendiri. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, ibadah ini diharapkan dapat menyempurnakan kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan shalat wajib.

Bagi umat Islam yang ingin mulai membiasakannya, penting untuk mengetahui waktu pelaksanaan, jumlah rakaat, tata cara, serta bacaan niat shalat rawatib agar ibadah dapat dilakukan dengan lebih baik.

Baca Juga: Hukum Shalat Sunnah Sambil Duduk meski Sehat, Apakah Tetap Sah dan Berpahala? 

Mengenal Shalat Sunnah Rawatib dan Pembagiannya

Shalat rawatib adalah shalat sunnah yang berkaitan dengan shalat fardhu lima waktu. Berdasarkan waktu pengerjaannya, shalat ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu qabliyah dan ba'diyah.

Shalat qabliyah dilaksanakan sebelum shalat wajib, sedangkan shalat ba'diyah dikerjakan setelah shalat fardhu. Tidak semua shalat wajib memiliki rawatib dengan jumlah dan kedudukan yang sama.

Dalam mazhab Syafi'i, shalat rawatib juga dibedakan menjadi muakkad dan ghairu muakkad. Rawatib muakkad merupakan shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dijaga, sedangkan ghairu muakkad adalah shalat sunnah yang dianjurkan, tetapi tingkat penekanannya tidak sekuat rawatib muakkad.

Tata Cara Shalat Rawatib yang Perlu Diketahui

Secara umum, pelaksanaan shalat rawatib sama seperti shalat sunnah dua rakaat lainnya. Perbedaan utamanya terletak pada niat dan waktu pelaksanaannya.

Berikut urutan tata cara yang dapat diikuti:

  1. Berniat shalat sunnah rawatib sesuai jenis shalat dan waktunya.
  2. Melakukan takbiratul ihram.
  3. Membaca doa iftitah jika dikehendaki, kemudian Surah Al-Fatihah dan surah atau ayat Al-Qur'an.
  4. Melaksanakan rukuk dan i'tidal.
  5. Melakukan sujud pertama, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua.
  6. Berdiri untuk rakaat berikutnya dan mengulangi rangkaian gerakan shalat.
  7. Membaca tasyahud akhir, kemudian mengucapkan salam.

Pada shalat rawatib dua rakaat, rangkaian ibadah diakhiri dengan salam setelah tasyahud akhir. Adapun niat pada dasarnya merupakan maksud dalam hati untuk mengerjakan ibadah tertentu. Lafal niat dalam bahasa Arab dapat dipelajari sebagai panduan, tetapi tidak wajib dilafalkan.

Baca Juga: 7 Fakta Kopi Luwak, Kopi Khas Indonesia yang Terkenal Mahal hingga ke Mancanegara 

Bacaan Niat dan Waktu Shalat Rawatib Setiap Waktu

1. Shalat Rawatib Subuh

Shalat sunnah sebelum Subuh atau qabliyah Subuh termasuk rawatib muakkad yang sangat dianjurkan. Ibadah ini dikerjakan sebanyak dua rakaat sebelum menunaikan shalat fardhu Subuh.

Shalat qabliyah Subuh juga dikenal sebagai shalat sunnah fajar. Keutamaannya membuat amalan ini layak menjadi bagian dari rutinitas pagi seorang Muslim.

Lafal niat:

أُصَلِّي سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya berniat shalat sunnah qabliyah Subuh dua rakaat karena Allah Ta'ala.”

2. Shalat Rawatib Zuhur

Shalat rawatib Zuhur dapat dilaksanakan sebelum maupun setelah shalat fardhu Zuhur. Shalat dua rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat setelahnya termasuk rawatib muakkad.

Dalam praktiknya, terdapat pula shalat sunnah tambahan sebelum atau sesudah Zuhur. Karena itu, jumlah rakaat yang dikerjakan dapat berbeda sesuai riwayat yang diikuti dan amalan yang ingin dijaga.

Niat qabliyah Zuhur dua rakaat:

أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya berniat shalat sunnah qabliyah Zuhur dua rakaat karena Allah Ta'ala.”

Niat ba'diyah Zuhur dua rakaat:

أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya berniat shalat sunnah ba'diyah Zuhur dua rakaat karena Allah Ta'ala.”

3. Shalat Rawatib Ashar

Shalat sunnah yang berkaitan dengan waktu Ashar dikerjakan sebelum shalat fardhu Ashar. Amalan ini termasuk rawatib ghairu muakkad, sehingga berbeda kedudukannya dari rawatib yang sangat ditekankan.

Shalat sunnah qabliyah Ashar dapat dikerjakan empat rakaat. Dalam pelaksanaannya, sebagian umat Islam mengerjakannya dengan dua kali salam, masing-masing dua rakaat.

Lafal niat qabliyah Ashar dua rakaat:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya berniat shalat sunnah qabliyah Ashar dua rakaat karena Allah Ta'ala.”

Shalat sunnah ini dilakukan sebelum shalat fardhu Ashar, bukan sesudahnya sebagai rawatib ba'diyah. Hal ini perlu diperhatikan karena terdapat ketentuan waktu tersendiri mengenai shalat sunnah setelah Ashar.

Baca Juga: Berapa Cangkir Kopi yang Baik untuk Tubuh?

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Shalat rawatib Niat shalat Shalat sunnah

Komentar Pengguna