Total Eksemplar Dipinjam: ....................................
Total Eksemplar Dikembalikan: ....................................
Peminjaman Aktif Akhir Tahun: ....................................
Jumlah Anggota yang Melakukan Peminjaman: ....................................
D. Perkembangan Koleksi
Jumlah Judul Awal Tahun: ....................................
Jumlah Judul Akhir Tahun: ....................................
Jumlah Eksemplar Awal Tahun: ....................................
Penerimaan Koleksi: ....................................
Pengurangan yang Telah Disahkan: ....................................
Jumlah Eksemplar Akhir Tahun: ....................................
E. Pelaksanaan Program
Jumlah Program Direncanakan: ....................................
Jumlah Program Terlaksana: ....................................
Program yang Belum Terlaksana: ....................................
Hasil Evaluasi: ....................................
F. Pengembangan Layanan dan Literasi
Kegiatan Literasi: ....................................
Hasil Pengukuran Kegemaran Membaca jika tersedia: ....................................
Inovasi Layanan: ....................................
Kerja Sama: ....................................
G. Kendala dan Rekomendasi
Kendala: ....................................
Prioritas Perbaikan: ....................................
Rencana Tindak Lanjut: ....................................
H. Pengesahan
Petugas Penyusun: ....................................
Penanggung Jawab Perpustakaan: ....................................
Kepala Sekolah: ....................................
Format ini merupakan contoh laporan internal dan dapat dilengkapi sesuai indikator Standar Nasional Perpustakaan yang relevan dengan jenjang sekolah.
Laporan tidak hanya berisi jumlah kegiatan, tetapi juga dapat membandingkan hasil dengan rencana kerja.
Sebagai contoh, perpustakaan merencanakan enam kegiatan literasi dalam satu tahun.
Pada akhir periode, lima kegiatan berhasil dilaksanakan.
Perhitungan:
5 ÷ 6 × 100% = 83,33%.
Artinya, keterlaksanaan kegiatan mencapai 83,33% dari target jumlah kegiatan.
Namun, capaian tersebut belum menunjukkan tingkat keberhasilan terhadap kemampuan membaca murid.
Sekolah tetap perlu memeriksa mutu pelaksanaan dan manfaat program.
Pengukuran perubahan kemampuan atau kegemaran membaca membutuhkan indikator dan instrumen yang sesuai, bukan sekadar perbandingan jumlah kegiatan.
Baca Juga: Peran Baru Perpustakaan Sekolah: Dari Gudang Buku Menjadi Pusat Inovasi dan Kreativitas
Tahap 1: Penetapan Periode
Tentukan tanggal awal dan akhir laporan.
Tahap 2: Pengumpulan Data
Kumpulkan informasi dari register anggota, buku kunjungan, peminjaman, pengembalian, koleksi, dan kegiatan.
Tahap 3: Pemeriksaan Kelengkapan
Pastikan data mempunyai dasar pencatatan yang dapat ditelusuri.
Tahap 4: Pengelompokan
Pisahkan data kunjungan, pengguna unik, sirkulasi, koleksi, dan kegiatan.
Tahap 5: Rekapitulasi
Hitung total berdasarkan definisi dan periode yang konsisten.
Tahap 6: Rekonsiliasi
Periksa kesesuaian saldo peminjaman dan perubahan jumlah koleksi.
Tahap 7: Analisis
Identifikasi perkembangan layanan, capaian program, dan kebutuhan perbaikan.
Tahap 8: Penyusunan Laporan
Masukkan hasil perhitungan serta penjelasan mengenai temuan.
Tahap 9: Pemeriksaan
Laporan diperiksa oleh penanggung jawab sesuai mekanisme sekolah.
Tahap 10: Penyampaian
Laporan disampaikan kepada kepala sekolah atau pihak berwenang sesuai ketentuan.
Tahap 11: Pengarsipan
Simpan laporan serta referensi dokumen sumber dengan aman.
Tahap 12: Tindak Lanjut
Gunakan hasil evaluasi untuk memperbaiki pelayanan dan program berikutnya.
BERITA ACARA EVALUASI PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN
Nomor: ....................................
Nama Sekolah: ....................................
Periode Evaluasi: ....................................
Hari/Tanggal: ....................................
Tempat: ....................................
Penanggung Jawab: ....................................
A. Dokumen yang Diperiksa
B. Hasil Evaluasi
Capaian Kunjungan: ....................................
Kondisi Sirkulasi: ....................................
Perkembangan Koleksi: ....................................
Pelaksanaan Program Literasi: ....................................
Kualitas Administrasi: ....................................
C. Temuan dan Rekomendasi
Temuan: ....................................
Penyebab yang Telah Diverifikasi: ....................................
Rencana Perbaikan: ....................................
Penanggung Jawab: ....................................
Batas Penyelesaian: ....................................
D. Pengesahan
Petugas Evaluasi: ....................................
Kepala/Penanggung Jawab Perpustakaan: ....................................
Mengetahui Kepala Sekolah: ....................................
Berita acara tersebut merupakan contoh dokumentasi evaluasi internal, bukan pengganti instrumen pengawasan atau akreditasi resmi.
Sekolah dapat menggunakan Microsoft Excel atau aplikasi spreadsheet lain untuk mempercepat perhitungan.
Satu file laporan dapat terdiri atas beberapa lembar kerja.
Sheet 1 – Data Anggota
Memuat nomor anggota, status, dan informasi pelayanan yang diperlukan.
Sheet 2 – Buku Kunjungan
Memuat tanggal, identitas anggota, dan jenis kunjungan.
Sheet 3 – Transaksi Sirkulasi
Memuat peminjaman, pengembalian, dan status transaksi.
Sheet 4 – Master Koleksi
Memuat identitas eksemplar, judul, klasifikasi, serta informasi koleksi.
Sheet 5 – Kegiatan Literasi
Memuat nama kegiatan, jadwal, sasaran, dan hasil pelaksanaan.
Sheet 6 – Rekap Bulanan
Memuat perhitungan aktivitas berdasarkan periode.
Sheet 7 – Laporan Tahunan
Memuat rangkuman, indikator, dan evaluasi program.
Untuk menghitung jumlah transaksi, sekolah dapat menggunakan COUNTIFS berdasarkan tanggal dan status.
Untuk menghitung pengunjung unik, diperlukan mekanisme yang dapat membedakan identitas pengguna, misalnya nomor anggota.
Jika memakai fungsi UNIQUE, pastikan data identitas sudah bersih dari duplikasi.
Laporan juga perlu menyimpan definisi setiap indikator agar petugas tidak mengubah cara perhitungan tanpa penjelasan.
Pertama, menyamakan jumlah kunjungan dengan jumlah pengunjung unik.
Kedua, menjumlahkan pengunjung unik bulanan untuk menghasilkan jumlah pengunjung unik tahunan tanpa menghapus duplikasi orang.
Ketiga, menyamakan jumlah transaksi dengan jumlah eksemplar apabila satu transaksi dapat memuat beberapa buku.
Keempat, menghitung seluruh buku yang tidak berada di rak sebagai buku hilang.
Kelima, mencampurkan jumlah judul dan jumlah eksemplar.
Keenam, menjumlahkan saldo akhir koleksi setiap bulan sebagai jumlah koleksi tahunan.
Ketujuh, mengurangi jumlah koleksi hanya karena buku rusak tanpa prosedur yang sah.
Kedelapan, membuat angka perkiraan tanpa keterangan atau data sumber.
Kesembilan, menjadikan jumlah kunjungan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan literasi.
Kesepuluh, menyimpan laporan tanpa melakukan evaluasi dan tindak lanjut.
Kesalahan tersebut dapat menyebabkan informasi perpustakaan menjadi tidak akurat dan mengganggu perencanaan program.
Sekolah dapat menggunakan jadwal kerja berikut sebagai contoh.
Harian: Mencatat kunjungan, transaksi peminjaman, pengembalian, dan kejadian pelayanan yang relevan.
Mingguan: Memeriksa transaksi yang masih terbuka serta ketepatan pengisian register.
Bulanan: Menyusun rekap kunjungan, sirkulasi, perkembangan koleksi, dan kegiatan.
Semesteran: Mengevaluasi perkembangan pelayanan serta program kerja.
Tahunan: Menyusun laporan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan serta menyampaikannya kepada kepala sekolah sesuai standar yang berlaku.
Pelaporan tahunan perlu memperhatikan ketentuan Peraturan Perpusnas Nomor 4 Tahun 2024. Jadwal tambahan merupakan contoh pengendalian internal yang dapat disesuaikan.
A. Persiapan Data
B. Statistik Kunjungan
C. Statistik Sirkulasi
D. Perkembangan Koleksi
E. Evaluasi Program
F. Pelaporan dan Pengarsipan
Checklist tersebut merupakan alat bantu administrasi dan dapat dikembangkan sesuai ketentuan serta kebutuhan perpustakaan.
Laporan perpustakaan bukan sekadar dokumen yang berisi banyak angka.
Statistik kunjungan, peminjaman, perkembangan koleksi, dan pelaksanaan kegiatan merupakan sumber informasi untuk memahami bagaimana perpustakaan dimanfaatkan.
Data yang akurat dapat membantu pengelola mengetahui koleksi yang dibutuhkan, pelayanan yang perlu diperbaiki, serta program literasi yang perlu dikembangkan.
Namun, jumlah pengunjung yang tinggi belum tentu menunjukkan peningkatan kemampuan membaca apabila tidak disertai evaluasi yang relevan.
Demikian pula, banyaknya transaksi peminjaman tidak otomatis berarti semua bahan bacaan digunakan secara bermakna.
Oleh karena itu, perpustakaan perlu menggabungkan informasi statistik dengan hasil pengamatan pelayanan, masukan pengguna, dan evaluasi program.
Dengan menyusun laporan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan, sekolah dapat membuat keputusan pengembangan perpustakaan secara lebih tepat.
Pada akhirnya, laporan yang baik membantu perpustakaan menjaga akuntabilitas pengelolaan sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat sumber belajar dan pengembangan literasi bagi seluruh warga sekolah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir