Menilai apakah informasi dalam register sesuai dengan dokumen sumber.
Contoh indikator: jumlah dokumen yang ditemukan mempunyai kesalahan identitas atau nomor.
Menilai apakah permohonan diselesaikan sesuai standar waktu internal yang ditetapkan.
Contoh indikator: persentase permohonan yang selesai sesuai tenggat.
Menilai apakah arsip dan dokumen pendukung telah tersedia sesuai kebutuhan.
Menilai apakah dokumen dapat ditemukan kembali berdasarkan kode, tanggal, atau nomor register.
Menilai jumlah temuan atau pekerjaan tertunda yang telah diselesaikan.
Menilai penerapan pengamanan dokumen, pembatasan akses, dan penanganan data pribadi.
Menilai kejelasan informasi, kesesuaian prosedur, aksesibilitas, dan penanganan kebutuhan pengguna layanan.
Indikator tersebut merupakan contoh untuk evaluasi internal, bukan instrumen penilaian kinerja nasional.
Sekolah sebaiknya menghindari penggunaan indikator jumlah dokumen semata karena pekerjaan yang kompleks dapat membutuhkan waktu lebih lama meskipun dikerjakan secara benar.
LEMBAR EVALUASI KINERJA ADMINISTRASI TU
Nama Sekolah: ....................................
Periode Penilaian: ....................................
Unit Kerja: ....................................
Penilai: ....................................
Aspek 1: Ketepatan Pencatatan
Indikator: Kesesuaian register dengan dokumen sumber.
Target Internal: ....................................
Hasil Pemeriksaan: ....................................
Status: Tercapai / Belum Tercapai
Catatan: ....................................
Aspek 2: Ketepatan Waktu Pelayanan
Indikator: Penyelesaian pelayanan sesuai tenggat internal.
Target: ....................................
Realisasi: ....................................
Status: ....................................
Aspek 3: Kelengkapan Arsip
Indikator: Dokumen disimpan sesuai klasifikasi.
Target: ....................................
Realisasi: ....................................
Status: ....................................
Aspek 4: Tindak Lanjut Temuan
Indikator: Temuan administrasi ditangani sesuai rencana.
Target: ....................................
Realisasi: ....................................
Status: ....................................
Aspek 5: Keamanan Data
Indikator: Penerapan pengendalian akses dan penyimpanan aman.
Hasil Pemeriksaan: ....................................
Catatan Risiko: ....................................
Rencana Perbaikan: ....................................
Hasil Evaluasi Keseluruhan
Kekuatan: ....................................
Aspek yang Memerlukan Perbaikan: ....................................
Tindak Lanjut: ....................................
Penanggung Jawab: ....................................
Tanggal Evaluasi Berikutnya: ....................................
Instrumen tersebut digunakan untuk evaluasi unit atau proses administrasi. Penilaian kinerja individu ASN atau pegawai lainnya tetap harus mengikuti sistem kepegawaian yang berlaku.
Laporan tahunan disusun untuk melihat perkembangan keseluruhan kegiatan administrasi dalam satu tahun.
Tahapannya dapat dilakukan dengan mengumpulkan laporan bulanan, memeriksa konsistensi data, mengidentifikasi capaian program, serta mengevaluasi kendala yang berulang.
Laporan tahunan sebaiknya tidak hanya menyajikan jumlah kegiatan, tetapi juga menggambarkan perbaikan pelayanan.
Sebagai contoh, sekolah mengalami keterlambatan pelayanan surat pada awal tahun.
Setelah dilakukan perbaikan sistem register dan pembagian tugas, waktu pelayanan menjadi lebih teratur pada semester berikutnya.
Perubahan tersebut dapat menjadi bagian dari evaluasi hasil program.
LAPORAN TAHUNAN TATA USAHA SEKOLAH
Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)
Periode: Januari–Desember 2026
A. Ringkasan Program
Program persuratan: Terlaksana
Program administrasi kesiswaan: Terlaksana
Program administrasi kepegawaian: Terlaksana
Program pengarsipan: Terlaksana dengan tindak lanjut
Program peningkatan pelayanan: Terlaksana sebagian
B. Rekapitulasi Kegiatan
Jumlah surat masuk: 480 dokumen
Jumlah surat keluar: 360 dokumen
Jumlah permohonan administrasi: 240 permohonan
Permohonan selesai: 228 permohonan
Permohonan belum selesai pada akhir periode: 12 permohonan
Berkas arsip baru yang diregistrasi: 600 berkas
C. Perhitungan
Persentase penyelesaian permohonan yang tercatat pada periode:
228 ÷ 240 × 100% = 95%.
Hasil tersebut mengasumsikan bahwa tidak ada permohonan yang dibawa dari tahun sebelumnya dan seluruh 240 permohonan memiliki status yang dapat dipertanggungjawabkan.
D. Evaluasi Program
Pelayanan berjalan lebih teratur setelah penyesuaian prosedur pencatatan.
Namun, pengarsipan digital masih membutuhkan pembenahan sistem klasifikasi.
E. Rekomendasi
F. Pengesahan
Disusun oleh: ....................................
Diperiksa oleh: ....................................
Mengetahui Kepala Sekolah: ....................................
Seluruh angka merupakan simulasi. Sekolah perlu menggunakan hasil pekerjaan sebenarnya dan memperhatikan konsistensi penghitungan antarkategori.
Program tata usaha sebaiknya mempunyai hubungan dengan kebutuhan dan rencana kerja sekolah.
Sebagai contoh, RKT sekolah memuat program peningkatan kualitas pelayanan administrasi.
Unit TU kemudian menyusun kegiatan pembaruan sistem register, penataan arsip, dan pemeriksaan waktu pelayanan.
Evaluasi dilakukan dengan membandingkan rencana tersebut dengan hasil pelaksanaan.
Pertanyaan yang dapat digunakan antara lain:
Hasil evaluasi dapat menjadi masukan dalam penyusunan program kerja tahun berikutnya.
Namun, perubahan RKT atau dokumen anggaran tetap harus mengikuti mekanisme pengelolaan sekolah yang berlaku.
Sekolah dapat menetapkan prosedur berikut sebagai contoh pengendalian internal.
Tahap 1: Penutupan Periode
Petugas menentukan batas transaksi administrasi yang masuk ke periode laporan.
Tahap 2: Pengumpulan Data
Kumpulkan register persuratan, pelayanan, kepegawaian, kesiswaan, dan dokumen pendukung lain.
Tahap 3: Pemeriksaan Kelengkapan
Periksa apakah informasi pokok telah tercatat.
Tahap 4: Rekapitulasi
Hitung kegiatan dan status penyelesaian berdasarkan kategori.
Tahap 5: Pemeriksaan Konsistensi
Pastikan tidak terdapat penghitungan ganda yang menyebabkan total menjadi tidak akurat.
Tahap 6: Analisis Kinerja
Bandingkan hasil dengan indikator atau target internal yang telah ditetapkan.
Tahap 7: Identifikasi Kendala
Catat masalah dan informasi yang mendukung penjelasannya.
Tahap 8: Penyusunan Rekomendasi
Tentukan tindakan yang dapat dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan kewenangan.
Tahap 9: Pemeriksaan Laporan
Laporan diperiksa oleh pihak yang bertanggung jawab.
Tahap 10: Penyampaian
Laporan disampaikan kepada kepala sekolah atau pejabat yang ditetapkan.
Tahap 11: Pengarsipan
Dokumen dan referensi sumber data disimpan dengan aman.
Tahap 12: Pemantauan
Rencana tindak lanjut diperiksa pada periode berikutnya.
REGISTER TINDAK LANJUT EVALUASI TATA USAHA
Nama Sekolah: ....................................
Periode: ....................................
Temuan 001
Bidang: Administrasi Persuratan
Uraian: Terdapat surat masuk yang belum mempunyai catatan tindak lanjut.
Jumlah Dokumen: 2
Penyebab Sementara: Belum dilakukan konfirmasi kepada pihak tujuan.
Tindakan: Pemeriksaan disposisi dan konfirmasi status.
Penanggung Jawab: Petugas Persuratan
Batas Penyelesaian: ....................................
Status: Dalam Proses
Bukti Penyelesaian: ....................................
Temuan 002
Bidang: Administrasi Arsip
Uraian: Beberapa berkas belum mempunyai kode penyimpanan yang sesuai.
Jumlah Berkas: 3
Tindakan: Pemeriksaan klasifikasi dan pembaruan register.
Penanggung Jawab: Petugas Arsip
Batas Penyelesaian: ....................................
Status: ....................................
Bukti Penyelesaian: ....................................
Register tersebut membantu membedakan temuan, tindakan yang direncanakan, dan bukti penyelesaian.
Baca Juga: Panduan Membuat Buku Inventaris Barang Sekolah: Kode Aset, Stok Opname, Mutasi, dan Contoh Format
BERITA ACARA EVALUASI ADMINISTRASI TATA USAHA SEKOLAH
Nomor: ....................................
Pada hari ini, ................ tanggal ................, telah dilaksanakan evaluasi administrasi tata usaha.
Nama Sekolah: ....................................
Periode Evaluasi: ....................................
Tempat: ....................................
Petugas Pemeriksa: ....................................
Penanggung Jawab TU: ....................................
A. Dokumen yang Diperiksa
B. Hasil Evaluasi
Capaian Program: ....................................
Kelengkapan Administrasi: ....................................
Kualitas Pelayanan: ....................................
Kendala: ....................................
C. Rencana Perbaikan
Kegiatan Perbaikan: ....................................
Penanggung Jawab: ....................................
Target Penyelesaian: ....................................
Bukti yang Diharapkan: ....................................
D. Pengesahan
Petugas Pemeriksa: ....................................
Koordinator Tata Usaha: ....................................
Mengetahui Kepala Sekolah: ....................................
Format ini merupakan contoh berita acara evaluasi internal dan bukan instrumen audit atau penilaian nasional.
Laporan administrasi sebaiknya disimpan bersama referensi dokumen yang menjadi sumber penyusunannya.
Sekolah dapat menggunakan struktur penyimpanan berdasarkan tahun dan jenis laporan.
ARSIP LAPORAN TU 2026
01 – Laporan Bulanan
Berisi laporan setiap bulan serta daftar referensi dokumen pendukung.
02 – Laporan Semesteran
Berisi rangkuman dan evaluasi setiap semester.
03 – Laporan Tahunan
Berisi laporan keseluruhan kegiatan dan capaian program.
04 – Evaluasi Pelayanan
Berisi instrumen, hasil pemeriksaan, dan rekomendasi pelayanan.
05 – Tindak Lanjut
Berisi register serta bukti penyelesaian temuan.
06 – Dokumen Pendukung
Berisi dokumen referensi yang disimpan atau ditautkan sesuai sistem arsip yang berlaku.
Pengelompokan tersebut hanya contoh internal.
Berdasarkan panduan ANRI, pengelolaan arsip dinamis memerlukan klasifikasi, pengamanan akses, dan penerapan jadwal retensi yang sesuai.
Sekolah tidak boleh menghapus laporan atau dokumen pendukung hanya karena periode pekerjaan telah selesai.
Untuk membantu ketertiban administrasi, sekolah dapat menggunakan jadwal berikut.
Harian
Memperbarui register serta mencatat pekerjaan yang memerlukan tindak lanjut.
Mingguan
Memeriksa pekerjaan tertunda dan memastikan informasi administrasi telah diperbarui.
Bulanan
Menyusun rekap kegiatan, mengevaluasi capaian, dan menyampaikan laporan kepada penanggung jawab.
Semesteran
Meninjau perkembangan target, kualitas pelayanan, dan kebutuhan perbaikan sistem.
Tahunan
Menyusun laporan akhir program, mengevaluasi indikator, serta merumuskan rekomendasi untuk perencanaan tahun berikutnya.
Jadwal ini merupakan contoh internal.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir