Pendidikan
M. Panji Maulana

Panduan Administrasi Sekretaris OSIS 2026/2027: Surat-Menyurat, Buku Agenda, Notulen Rapat, dan Contoh Format

Panduan Administrasi Sekretaris OSIS 2026/2027: Surat-Menyurat, Buku Agenda, Notulen Rapat, dan Contoh Format

31 Oktober 2026 | 15:04

KebonCinta.com – Sekretaris Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) mempunyai peran penting dalam menjaga ketertiban administrasi organisasi. Melalui pencatatan surat, agenda kegiatan, notulen rapat, dan pengarsipan dokumen, sekretaris membantu memastikan setiap keputusan serta kegiatan OSIS dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.

Dalam praktiknya, pekerjaan sekretaris OSIS sering dianggap sebatas menulis surat undangan atau mencatat hasil rapat. Padahal, tanggung jawab administrasi mencakup pengelolaan informasi organisasi sejak dokumen diterima, diproses, digunakan, hingga disimpan.

Sebagai contoh, sebuah SMP mempunyai pengurus OSIS yang aktif menyelenggarakan kegiatan literasi, kebersihan lingkungan, dan kreativitas siswa. Dalam satu semester, pengurus telah mengadakan sejumlah rapat serta mengirimkan berbagai surat permohonan.

Namun, sebagian surat tidak mempunyai nomor yang konsisten, beberapa keputusan rapat hanya disampaikan melalui grup percakapan, dan arsip kegiatan tersimpan pada perangkat pribadi pengurus.

Ketika sekretaris berganti, pengurus baru mengalami kesulitan menemukan dokumen lama atau memastikan kegiatan apa saja yang belum ditindaklanjuti.

Persoalan tersebut dapat dikurangi dengan membangun administrasi sekretariat yang sederhana dan terstruktur.

Pada tahun ajaran 2026/2027, penyelenggaraan kegiatan OSIS tetap perlu memperhatikan Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan serta Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Pengelolaan.

Kedua peraturan tersebut menjadi landasan pembinaan organisasi dan pengelolaan kegiatan pendidikan. Sementara itu, format nomor surat, buku agenda, notulen, dan arsip OSIS dapat ditetapkan sekolah sesuai kebutuhan serta tata naskah dinas yang berlaku.

Apa Itu Administrasi Sekretaris OSIS?

Administrasi sekretaris OSIS merupakan kegiatan mengelola surat, dokumen, jadwal, informasi rapat, keputusan, dan arsip organisasi secara sistematis.

Tujuannya adalah memastikan informasi kegiatan tidak hilang, setiap keputusan dapat ditelusuri, dan pekerjaan pengurus berjalan sesuai pembagian tanggung jawab.

Secara umum, sekretaris dapat membantu mengelola dokumen berikut:

  1. Buku agenda surat masuk.
  2. Buku agenda surat keluar.
  3. Daftar nomor surat.
  4. Surat undangan dan pemberitahuan.
  5. Surat permohonan izin kegiatan.
  6. Lembar disposisi atau instruksi tindak lanjut.
  7. Buku notulen rapat.
  8. Daftar hadir rapat.
  9. Register keputusan organisasi.
  10. Kalender kegiatan.
  11. Daftar dokumen proposal dan LPJ.
  12. Arsip kepengurusan dan serah terima.

Tidak semua dokumen tersebut harus dibuat dalam buku cetak terpisah. Sekolah dapat menggunakan format digital sepanjang informasi mudah ditemukan, terlindungi, dan dapat diperiksa kembali.

Dasar Hukum Administrasi OSIS Tahun 2026

1. Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan

Peraturan ini mengatur tujuan, sasaran, ruang lingkup, serta penyelenggaraan pembinaan kesiswaan.

Salah satu tujuan pembinaan adalah mengembangkan potensi siswa, termasuk kepemimpinan, kreativitas, kepribadian, dan tanggung jawab.

Pasal 4 mengatur organisasi kesiswaan berupa OSIS pada jenjang yang disebutkan dalam peraturan tersebut.

Melalui kegiatan administrasi, siswa dapat memperoleh pengalaman berorganisasi secara nyata.

2. Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Pengelolaan

Peraturan ini mengatur perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada satuan pendidikan.

Pengelolaan organisasi siswa perlu mendukung kegiatan sekolah yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

3. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi

Sebagian dokumen OSIS dapat memuat informasi pribadi siswa, seperti nama, kelas, nomor kontak, dan data lain yang berkaitan dengan kepengurusan.

Sekolah perlu memastikan data digunakan sesuai tujuan, dilindungi, dan tidak disebarkan kepada pihak yang tidak berkepentingan.

4. Tata Naskah Dinas dan Pedoman Internal Sekolah

Surat yang mengatasnamakan sekolah perlu mengikuti ketentuan tata naskah dinas dan kewenangan penandatanganan yang berlaku.

Penomoran surat OSIS tidak mempunyai satu pola nasional yang wajib digunakan seragam di seluruh sekolah.

Contoh kode serta format dalam artikel ini merupakan simulasi administrasi internal.

Langkah 1: Membuat Buku Agenda Surat Masuk OSIS

Surat masuk merupakan dokumen yang diterima organisasi dari pihak lain, misalnya kepala sekolah, pembina, organisasi siswa lain, atau lembaga mitra.

Setiap surat yang diterima perlu diperiksa sebelum dicatat.

Informasi yang dapat dimasukkan meliputi tanggal diterima, nomor surat, tanggal surat, pengirim, perihal, serta tindak lanjut.

Contoh Format Buku Agenda Surat Masuk

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Periode: 2026/2027

No.Tanggal TerimaAsal SuratPerihalTindak Lanjut
00105/11/2026Pembina OSISUndangan koordinasiDiteruskan kepada ketua
00207/11/2026Tim PerpustakaanKerja sama literasiDibahas dalam rapat
00310/11/2026Panitia SekolahPermohonan perwakilanMenunggu penugasan

Data dalam tabel merupakan simulasi.

Pada dokumen yang sebenarnya, sekretaris juga dapat menambahkan kolom nomor surat asli, lokasi arsip, tanggal tindak lanjut, dan status penyelesaian.

Nomor agenda berbeda dari nomor surat yang diterbitkan pengirim.

Langkah 2: Membuat Buku Agenda Surat Keluar

Surat keluar merupakan surat yang dibuat dan dikirim melalui mekanisme resmi organisasi atau sekolah.

Contohnya surat undangan rapat, permohonan penggunaan ruang, pemberitahuan kegiatan, dan surat kerja sama yang telah mendapat persetujuan.

Sekretaris perlu mencatat tanggal pengiriman, tujuan, perihal, nomor surat, dan statusnya.

Contoh Format Buku Agenda Surat Keluar

No.TanggalNomor SuratTujuanPerihal
00106/11/2026001/OSIS-SHB/XI/2026Pengurus OSISUndangan rapat
00209/11/2026002/OSIS-SHB/XI/2026Pembina OSISPermohonan kegiatan
00312/11/2026003/OSIS-SHB/XI/2026Wali KelasPemberitahuan kegiatan

Kode surat tersebut hanyalah contoh.

Surat yang telah disusun tidak boleh langsung dikirim apabila memerlukan pemeriksaan dan penandatanganan pihak yang berwenang.

Langkah 3: Menentukan Sistem Penomoran Surat OSIS

Penomoran membantu membedakan dokumen dan mempermudah pencarian arsip.

Sebagai contoh internal, sekretaris dapat menggunakan kode berikut:

001/OSIS-SHB/XI/2026

Penjelasannya:

  • 001: Nomor urut surat.
  • OSIS-SHB: Identitas organisasi sekolah.
  • XI: Bulan penerbitan dalam angka Romawi.
  • 2026: Tahun penerbitan.

Sekolah dapat menggunakan format lain sesuai pedoman resmi atau kebijakan internal.

Nomor surat perlu dibuat secara konsisten dan tidak digunakan kembali untuk surat berbeda.

Jika surat dibatalkan setelah nomor diberikan, pengelola sebaiknya menyimpan catatan pembatalannya agar urutan dokumen tetap dapat ditelusuri.

Langkah 4: Membuat Surat Undangan Rapat OSIS

Surat undangan digunakan untuk memberitahukan waktu, tempat, dan agenda rapat.

Bahasa surat sebaiknya singkat, jelas, dan sopan.

Contoh Surat Undangan

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)

SMP HARAPAN BANGSA

Alamat Sekolah: ....................................

Nomor: 004/OSIS-SHB/XI/2026

Lampiran: -

Perihal: Undangan Rapat Pengurus OSIS

Yth. Seluruh Pengurus OSIS

di Tempat

Dengan hormat,

Sehubungan dengan persiapan kegiatan Pekan Kreativitas Siswa, kami mengundang seluruh pengurus OSIS untuk menghadiri rapat koordinasi yang akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: ....................................

Waktu: ....................................

Tempat: ....................................

Agenda: Pembahasan persiapan kegiatan dan pembagian tugas panitia.

Mengingat pentingnya rapat tersebut, kami mengharapkan kehadiran seluruh pengurus tepat waktu.

Demikian undangan ini disampaikan. Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami mengucapkan terima kasih.

Ketua OSIS,

....................................

Sekretaris OSIS,

....................................

Mengetahui/Menyetujui Pembina OSIS,

....................................

Bagian persetujuan dan tanda tangan harus disesuaikan dengan ketentuan sekolah.

Surat yang mengatasnamakan satuan pendidikan memerlukan kewenangan penandatanganan yang sesuai.

Langkah 5: Membuat Surat Permohonan Izin Kegiatan

Surat permohonan izin diperlukan apabila OSIS akan menggunakan fasilitas sekolah atau menyelenggarakan kegiatan yang memerlukan persetujuan.

Contoh Surat Permohonan

PERMOHONAN IZIN PENGGUNAAN AULA SEKOLAH

Nomor: ....................................

Lampiran: 1 berkas proposal

Perihal: Permohonan Izin Penggunaan Aula

Yth. Kepala Sekolah

melalui Pembina OSIS

Dengan hormat,

Dalam rangka pelaksanaan program kerja OSIS tahun ajaran 2026/2027, kami bermaksud mengadakan kegiatan Pekan Kreativitas Siswa.

Sehubungan dengan kegiatan tersebut, kami mengajukan permohonan izin penggunaan aula sekolah dengan rincian:

Nama Kegiatan: Pekan Kreativitas Siswa.

Hari/Tanggal: ....................................

Waktu: ....................................

Jumlah Peserta: ....................................

Penanggung Jawab: ....................................

Sebagai bahan pertimbangan, kami melampirkan proposal kegiatan.

Demikian permohonan ini disampaikan. Atas perhatian dan persetujuan Bapak/Ibu, kami mengucapkan terima kasih.

Ketua Pelaksana: ....................................

Ketua OSIS: ....................................

Pembina OSIS: ....................................

Surat permohonan bukan bukti bahwa kegiatan telah disetujui.

Panitia harus menunggu keputusan sesuai prosedur sekolah sebelum menggunakan fasilitas.

Langkah 6: Mengelola Disposisi dan Tindak Lanjut Surat

Tidak semua surat memerlukan lembar disposisi.

Untuk administrasi sederhana, pembina atau ketua dapat memberikan instruksi yang dicatat dalam register tindak lanjut.

Contoh Format Disposisi Internal

LEMBAR TINDAK LANJUT SURAT OSIS

Nomor Agenda: ....................................

Tanggal Surat Diterima: ....................................

Asal Surat: ....................................

Perihal: ....................................

Diteruskan kepada: ....................................

Instruksi: ....................................

Batas Tindak Lanjut: ....................................

Status: Belum Diproses / Diproses / Selesai.

Catatan Penyelesaian: ....................................

Tanggal Selesai: ....................................

Dokumen ini merupakan alat bantu internal dan tidak menggantikan sistem disposisi resmi sekolah.

Langkah 7: Menyusun Notulen Rapat OSIS

Notulen rapat merupakan catatan tertulis mengenai pembahasan, keputusan, dan tindak lanjut rapat.

Notulen tidak harus menyalin seluruh ucapan peserta secara kata demi kata.

Hal yang lebih penting adalah mencatat informasi yang relevan dengan keputusan organisasi.

Contoh Notulen Rapat

NOTULEN RAPAT PENGURUS OSIS

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Hari/Tanggal: 10 November 2026

Waktu: 13.30–14.30

Tempat: Ruang OSIS

Pimpinan Rapat: Ketua OSIS

Notulis: Sekretaris OSIS

Agenda: Persiapan Pekan Kreativitas Siswa

A. Pokok Pembahasan

Rapat membahas waktu kegiatan, penggunaan aula, perlengkapan, pembagian tugas, serta kebutuhan persetujuan sekolah.

B. Keputusan

  1. Panitia akan menyusun proposal kegiatan.
  2. Seksi perlengkapan memeriksa ketersediaan aula dan fasilitas.
  3. Seksi acara menyusun rancangan susunan kegiatan.
  4. Sekretaris menyiapkan surat permohonan.
  5. Hasil persiapan dibahas kembali bersama pembina.

C. Tindak Lanjut

No.TugasPenanggung JawabBatas Waktu
1Menyusun proposalSekretaris dan ketua12 November
2Memeriksa perlengkapanKoordinator perlengkapan13 November
3Menyusun rundownKoordinator acara13 November
4Mengajukan izinKetua melalui pembina14 November

D. Penutup

Rapat ditutup setelah seluruh keputusan dan penanggung jawab disepakati.

Pimpinan Rapat: ....................................

Notulis: ....................................

Pembina jika diperlukan: ....................................

Seluruh informasi merupakan simulasi. Notulen kegiatan yang sebenarnya harus diisi berdasarkan rapat yang telah berlangsung.

Langkah 8: Membuat Daftar Hadir Rapat

Daftar hadir digunakan untuk mendokumentasikan kehadiran peserta rapat.

Contoh Format Daftar Hadir

DAFTAR HADIR RAPAT PENGURUS OSIS

Agenda: Persiapan Pekan Kreativitas Siswa

Tanggal: ....................................

No.Nama PesertaJabatanKehadiran
1Pengurus AKetua OSISHadir
2Pengurus BSekretarisHadir
3Pengurus CBendaharaHadir
4Pengurus DKoordinator acaraIzin
5Pengurus EKoordinator perlengkapanHadir

Untuk dokumen fisik, kolom kehadiran dapat diganti atau dilengkapi kolom tanda tangan.

Data dalam contoh hanya simulasi.

Daftar hadir tidak boleh diisi seolah-olah seluruh pengurus datang jika terdapat peserta yang tidak hadir.

Langkah 9: Membuat Buku Keputusan Rapat

Keputusan rapat yang penting sebaiknya direkap agar tindak lanjut tidak terlupakan.

Buku keputusan berbeda dari notulen.

Notulen mencatat keseluruhan pokok pembahasan, sedangkan register keputusan menekankan apa yang telah diputuskan dan siapa yang bertanggung jawab.

Contoh Register Keputusan

No.KeputusanPenanggung JawabStatus
001Menyiapkan proposal kegiatanSekretarisDalam proses
002Memeriksa fasilitas aulaSeksi perlengkapanSelesai
003Menyusun jadwal acaraSeksi acaraDalam proses
004Mengajukan izin kegiatanKetua OSISBelum dimulai

Sekretaris perlu memperbarui status berdasarkan bukti yang diperoleh.

Keputusan yang belum dilaksanakan tidak boleh diberi status selesai hanya karena batas waktu telah terlewati.

Langkah 10: Menghubungkan Hasil Rapat dengan Program Kerja

Keputusan rapat harus mempunyai hubungan dengan program organisasi.

Misalnya, program kerja OSIS menetapkan kegiatan literasi pada November.

Rapat kemudian menentukan pembagian tugas untuk mendukung kegiatan tersebut.

Sekretaris perlu memastikan setiap keputusan mempunyai waktu dan penanggung jawab yang jelas.

Jika kegiatan mengalami perubahan, informasi tersebut dicatat dan dikomunikasikan kepada pihak terkait.

Perubahan yang memengaruhi penggunaan anggaran, fasilitas, atau jadwal sekolah harus memperoleh persetujuan sesuai mekanisme.

Baca Juga: Panduan Menyusun RKS, RKJM, dan RKT Sekolah, Lengkap dengan Contoh Format dan Evaluasi Program

Langkah 11: Membuat Sistem Arsip OSIS

Arsip diperlukan untuk menjaga kesinambungan organisasi ketika terjadi pergantian pengurus.

Sekretaris dapat mengelompokkan dokumen berdasarkan jenis dan periode.

Kelompok 1 – Kepengurusan

Berisi SK, struktur organisasi, daftar tugas, dan serah terima.

Kelompok 2 – Surat-Menyurat

Berisi surat masuk, surat keluar, dan catatan tindak lanjut.

Kelompok 3 – Rapat

Berisi undangan, daftar hadir, notulen, serta keputusan rapat.

Kelompok 4 – Program Kerja

Berisi rencana kegiatan, kalender, dan laporan evaluasi.

Kelompok 5 – Kegiatan

Berisi proposal, persetujuan, dokumentasi, dan LPJ.

Kelompok 6 – Inventaris

Berisi data perlengkapan organisasi dan catatan penggunaan.

Kelompok 7 – Dokumen Terbatas

Berisi informasi yang memerlukan perlindungan atau pembatasan akses.

Pemisahan tersebut merupakan contoh pengelolaan internal.

Langkah 12: Mengelola Arsip Digital Sekretariat OSIS

Untuk penyimpanan digital, sekolah dapat menggunakan komputer atau layanan penyimpanan yang disetujui.

Contoh struktur folder:

ADMINISTRASI OSIS 2026-2027

01_Kepengurusan

02_Surat_Masuk

03_Surat_Keluar

04_Notulen_Rapat

05_Program_Kerja

06_Proposal_Kegiatan

07_LPJ_Kegiatan

08_Keuangan_Terbatas

09_Arsip_Serah_Terima

Penamaan file perlu dibuat konsisten.

Contohnya:

2026-11-10_Notulen_Rapat_Program_Kreativitas.pdf

2026-11-12_Surat_Permohonan_Aula.pdf

2026-11-15_Proposal_Pekan_Kreativitas.pdf

Sekolah perlu membatasi akses dokumen yang memuat data pribadi atau informasi keuangan tertentu.

Arsip resmi sebaiknya tidak hanya disimpan dalam akun pribadi pengurus yang akan meninggalkan sekolah.

Langkah 13: Membuat Laporan Administrasi Sekretaris OSIS

Pada akhir bulan atau semester, sekretaris dapat merekap pekerjaan administrasi.

Contoh Laporan Bulanan

LAPORAN ADMINISTRASI SEKRETARIAT OSIS

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Periode: November 2026

Jumlah Surat Masuk: 5 surat.

Jumlah Surat Keluar: 8 surat.

Jumlah Rapat Terlaksana: 4 rapat.

Jumlah Notulen Tersusun: 4 dokumen.

Jumlah Keputusan yang Memerlukan Tindak Lanjut: 12 keputusan.

Keputusan Selesai: 9.

Keputusan Dalam Proses: 2.

Keputusan Belum Dimulai: 1.

Perhitungan persentase keputusan selesai:

9 ÷ 12 × 100% = 75%.

Angka tersebut merupakan simulasi.

Persentase penyelesaian keputusan hanya menunjukkan perkembangan pekerjaan, bukan ukuran menyeluruh keberhasilan organisasi.

Contoh Rekap Bulanan

IndikatorJumlah
Surat masuk5
Surat keluar8
Rapat terlaksana4
Notulen selesai4
Keputusan tercatat12
Keputusan selesai9
Keputusan belum selesai3

Jumlah keputusan belum selesai terdiri atas dua keputusan dalam proses dan satu yang belum dimulai.

SOP Pengelolaan Sekretariat OSIS

Tahap 1 – Penerimaan Dokumen

Sekretaris menerima dan memeriksa dokumen yang masuk.

Tahap 2 – Pencatatan

Surat dicatat pada buku agenda sesuai jenisnya.

Tahap 3 – Pemeriksaan Kewenangan

Dokumen diteruskan kepada ketua, pembina, atau pihak berwenang.

Tahap 4 – Tindak Lanjut

Instruksi dan penanggung jawab dicatat.

Tahap 5 – Penyusunan Surat Keluar

Sekretaris menyiapkan surat berdasarkan kebutuhan organisasi.

Tahap 6 – Verifikasi

Surat diperiksa dan memperoleh tanda tangan yang diperlukan.

Tahap 7 – Pengiriman

Dokumen dikirim melalui saluran resmi yang disepakati.

Tahap 8 – Administrasi Rapat

Undangan, agenda, dan daftar hadir dipersiapkan.

Tahap 9 – Penyusunan Notulen

Hasil rapat dicatat berdasarkan pelaksanaan sebenarnya.

Tahap 10 – Monitoring Keputusan

Penanggung jawab dan status tindak lanjut diperiksa.

Tahap 11 – Pengarsipan

Dokumen fisik dan digital disimpan sesuai kategori.

Tahap 12 – Evaluasi

Sekretaris bersama ketua dan pembina memeriksa kelengkapan administrasi.

Contoh Berita Acara Pemeriksaan Administrasi OSIS

BERITA ACARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI SEKRETARIAT OSIS

Nomor: ....................................

Nama Sekolah: ....................................

Periode Pemeriksaan: ....................................

Tanggal: ....................................

Pemeriksa: ....................................

A. Dokumen yang Diperiksa

  1. Buku surat masuk.
  2. Buku surat keluar.
  3. Daftar nomor surat.
  4. Undangan rapat.
  5. Daftar hadir rapat.
  6. Notulen.
  7. Register keputusan.
  8. Arsip program kerja.
  9. Proposal kegiatan.
  10. LPJ kegiatan.

B.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
administrasi sekretaris OSIS surat menyurat OSIS notulen rapat OSIS buku agenda OSIS nomor surat OSIS arsip OSIS

Komentar Pengguna