Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

Normalisasi Sungai Cikalong Cirebon Capai Hampir 300 Meter, Wali Kota Targetkan Tambahan 200–300 Meter untuk Cegah Banjir

Normalisasi Sungai Cikalong Cirebon Capai Hampir 300 Meter, Wali Kota Targetkan Tambahan 200–300 Meter untuk Cegah Banjir

06 November 2026 | 09:27

KebonCinta.com — Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, mempercepat normalisasi Sungai Cikalong untuk mengurangi risiko genangan dan luapan air pada musim penghujan.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meninjau progres pekerjaan normalisasi sungai bersama Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).

Berdasarkan publikasi resmi Pemerintah Kota Cirebon pada Kamis, 5 November 2026, panjang penanganan Sungai Cikalong yang telah dikerjakan mencapai hampir 300 meter.

Pemerintah daerah berharap pekerjaan tersebut dapat dilanjutkan sepanjang sekitar 200 hingga 300 meter ke arah hilir.

NORMALISASI SUDAH HAMPIR 300 METER

Baca Juga: Beasiswa Penyelesaian S3 Kemdiktisaintek 2026 Dibuka hingga 11 November, Ini Syarat Dosen dan Dua Skema Bantuan 

Effendi Edo menjelaskan bahwa pekerjaan normalisasi Sungai Cikalong telah menunjukkan perkembangan.

Panjang pengerjaan yang sudah dilakukan tercatat mendekati 300 meter.

Namun, menurutnya, pekerjaan tersebut masih perlu dilanjutkan agar kondisi aliran air semakin baik ketika debit sungai meningkat.

Pemerintah Kota Cirebon menargetkan penambahan penanganan sepanjang 200–300 meter pada bagian hilir.

Angka tersebut merupakan rencana lanjutan, bukan pekerjaan tambahan yang telah dinyatakan selesai.

Normalisasi sungai diharapkan membantu memperlancar aliran air dengan mengurangi hambatan yang berpotensi meningkatkan risiko luapan.

BAGIAN DARI UPAYA PENCEGAHAN BANJIR

Pemkot Cirebon menjelaskan bahwa penanganan sungai dilakukan untuk mengurangi risiko banjir pada kawasan yang memiliki persoalan drainase maupun aliran air.

Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, kondisi sungai dan saluran drainase dapat memengaruhi kemampuan air mengalir menuju bagian hilir.

Hambatan aliran maupun pendangkalan sungai dapat memperbesar potensi genangan di kawasan sekitar.

Oleh karena itu, penanganan sungai menjadi salah satu bagian penting dari upaya pemerintah daerah menghadapi musim penghujan.

Namun, normalisasi tidak otomatis menjamin suatu wilayah terbebas sepenuhnya dari banjir.

RISIKO BANJIR TIDAK BISA DIHILANGKAN SEPENUHNYA

Effendi Edo mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan banjir tetap dipengaruhi kondisi cuaca dan besarnya curah hujan.

Pemerintah daerah tidak dapat menjamin seluruh genangan akan hilang hanya melalui satu jenis pekerjaan infrastruktur.

Karena itu, normalisasi sungai lebih diarahkan untuk menurunkan risiko serta meminimalkan dampak ketika terjadi hujan lebat.

Langkah tersebut harus dibarengi dengan pembenahan saluran drainase perkotaan dan lingkungan permukiman.

Pemerintah juga perlu memastikan aliran air tidak terhambat oleh material maupun sampah yang menumpuk.

NORMALISASI DILAKUKAN DI SEJUMLAH SUNGAI

Pemerintah Kota Cirebon menyampaikan bahwa penanganan telah dilakukan pada lima sungai di wilayah kota.

Salah satu pekerjaan yang telah diselesaikan adalah normalisasi Sungai Cikadu.

Sementara itu, pekerjaan di Sungai Cikalong masih memerlukan penyelesaian lanjutan.

Berdasarkan laporan ANTARA pada 5 November, DPUTR Kota Cirebon sebelumnya juga telah melakukan normalisasi di 13 titik sungai dan kali hingga Oktober 2026.

Perlu dibedakan bahwa lima sungai merupakan jumlah aliran yang disebut dalam perkembangan penanganan oleh wali kota, sedangkan 13 titik merupakan jumlah lokasi pekerjaan yang dilaporkan DPUTR dalam periode sebelumnya.

Keduanya tidak harus menunjukkan jumlah sungai atau tahapan pekerjaan yang sama.

PEMERINTAH PERLU KOORDINASI LINTAS WILAYAH

Effendi Edo menekankan bahwa upaya pengendalian banjir tidak dapat hanya dilakukan berdasarkan batas administratif.

Sejumlah aliran sungai yang melewati Kota Cirebon memiliki hubungan dengan kawasan Kabupaten Cirebon dan wilayah sekitarnya.

Karena itu, kerja sama antarpemerintah daerah menjadi perhatian agar penanganan air dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

Koordinasi juga diperlukan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menangani aliran yang berada dalam kewenangan berbeda.

Penanganan pada satu bagian sungai perlu mempertimbangkan kondisi bagian hulu maupun hilir agar pekerjaan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.

BANJIR KANAL JALAN TUPAREV MASIH MENJADI PERHATIAN

Selain Sungai Cikalong, Pemerintah Kota Cirebon menyoroti kebutuhan penanganan kawasan Banjir Kanal di sekitar Jalan Tuparev.

Pelaksanaan normalisasi di lokasi tersebut masih menghadapi kendala akses bagi alat berat.

Keberadaan bangunan di sekitar aliran sungai membuat mobilisasi peralatan menjadi lebih sulit.

Pemerintah kota berencana melanjutkan komunikasi dengan pemerintah provinsi untuk mencari solusi atas kendala tersebut.

Namun, rencana penanganan Banjir Kanal belum berarti pekerjaan lanjutan telah diselesaikan atau tanggal pelaksanaannya sudah dipastikan.

WARGA DIIMBAU MENJAGA SALURAN AIR

Upaya pemerintah dalam menangani sungai perlu didukung oleh partisipasi masyarakat.

Warga dapat membantu dengan tidak membuang sampah ke sungai atau saluran drainase.

Sampah yang menumpuk dapat mengganggu aliran air, terutama ketika hujan deras berlangsung.

Masyarakat juga disarankan memperhatikan informasi cuaca serta melaporkan saluran tersumbat kepada perangkat lingkungan atau instansi berwenang.

Penanganan saluran yang memiliki risiko keselamatan sebaiknya dilakukan oleh petugas dengan peralatan yang sesuai.

PERKEMBANGAN PEKERJAAN PER 6 NOVEMBER

Berdasarkan laporan resmi pemerintah daerah, progres normalisasi Sungai Cikalong telah mencapai hampir 300 meter dan terdapat rencana penambahan pekerjaan sepanjang 200–300 meter.

Belum ada konfirmasi dalam sumber yang diperiksa bahwa seluruh pekerjaan tambahan ke arah hilir sudah selesai pada 6 November 2026.

Pemerintah Kota Cirebon berharap normalisasi sungai, pembenahan drainase, dan koordinasi lintas wilayah dapat membantu menekan potensi banjir pada musim penghujan.

Masyarakat dapat memantau perkembangan penanganan melalui situs resmi Pemerintah Kota Cirebon di https://cirebonkota.go.id.

Tags:
normalisasi Sungai Cikalong banjir Kota Cirebon 2026 Wali Kota Effendi Edo DPUTR Kota Cirebon pengerukan Sungai Cirebon musim hujan Cirebon Banjir Kanal Tuparev penanganan banjir Cirebon.

Komentar Pengguna