Pendidikan
Dewi Safitri

Nilai TKA SMA 2026 Bukan Persentase Jawaban Benar, Kenali Sistem Penilaian Berbasis IRT

Nilai TKA SMA 2026 Bukan Persentase Jawaban Benar, Kenali Sistem Penilaian Berbasis IRT

31 Oktober 2026 | 11:31

KebonCinta.com - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA sederajat 2026 tidak dapat dimaknai hanya berdasarkan jumlah soal yang berhasil dijawab dengan benar. Berbeda dari sistem penilaian konvensional, TKA menggunakan pendekatan pengukuran yang turut mempertimbangkan tingkat kesulitan dan karakteristik setiap soal.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan pendekatan Item Response Theory (IRT) atau teori respons butir untuk mengukur kemampuan akademik peserta. 

Melalui metode ini, hasil penilaian tidak hanya ditentukan oleh banyaknya jawaban benar, tetapi juga memperhitungkan tingkat kesukaran serta daya pembeda soal.

Baca Juga: Sekolah Tak Bisa Ikut TKA Ulang 30 Oktober? Ini Ketentuan Susulan dan Langkah Koordinasinya 

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut digunakan agar hasil pengukuran lebih mampu menggambarkan kemampuan akademik masing-masing peserta, termasuk ketika mereka mengerjakan paket soal dengan tingkat kesulitan berbeda.

Dalam penilaian konvensional, sepuluh soal dengan bobot yang sama dapat menghasilkan nilai 80 apabila peserta menjawab delapan soal dengan benar. 

Namun, prinsip tersebut tidak sepenuhnya berlaku dalam TKA. Dua peserta yang memiliki jumlah jawaban benar sama belum tentu memperoleh skor identik apabila karakteristik soal yang dikerjakan berbeda.

Baca Juga: TKA Bahasa Inggris dan Asesmen Nasional Diulang 30 Oktober 2026, Ini Jadwal dan Ketentuan Pesertanya 

Skor 600 bukan berarti menjawab benar 60 persen

Dalam model dua parameter IRT, proses penilaian memperhitungkan tingkat kesukaran dan daya pembeda soal untuk memperkirakan kemampuan peserta. Hasil pengukuran kemudian disajikan dalam rentang skor 200 hingga 800.

Karena menggunakan skala tersebut, angka yang muncul pada hasil TKA tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai persentase jawaban benar. Sebagai contoh, skor 600 bukan berarti peserta berhasil menjawab 60 persen dari seluruh soal.

Kemendikdasmen juga membedakan antara metode pengukuran dan skala pelaporan. 

Metode pengukuran berkaitan dengan cara memperkirakan kemampuan peserta, sedangkan skala pelaporan merupakan bentuk penyajian hasil pengukuran tersebut.

Perbedaan ini penting dipahami agar siswa, orang tua, maupun satuan pendidikan tidak keliru dalam membaca hasil TKA. 

Perubahan skala skor juga tidak otomatis menunjukkan bahwa tingkat kesulitan soal meningkat atau kemampuan peserta mengalami kenaikan.

Untuk menjaga keterbandingan hasil antartahun, penyetaraan dilakukan melalui estimasi kemampuan peserta dengan pendekatan IRT dua parameter.

Baca Juga: TKA Bahasa Inggris dan Asesmen Nasional Diulang 30 Oktober 2026, Ini Jadwal dan Ketentuan Pesertanya 

 Meski demikian, perbedaan skor yang relatif kecil perlu ditafsirkan secara hati-hati karena setiap pengukuran memiliki kemungkinan galat atau kesalahan pengukuran.

Tiga kategori hasil dan predikat istimewa

Hasil TKA dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu Baik, Memadai, dan Kurang. Selain kategori tersebut, terdapat predikat istimewa dengan ketentuan nilai khusus pada setiap mata uji.

Bagi peserta jenjang SD dan SMP, predikat istimewa diberikan apabila memperoleh nilai 95,00 pada setiap mata uji. Sementara itu, peserta jenjang SMA dan SMK harus memperoleh nilai 725,00 pada setiap mata uji untuk mencapai predikat tersebut.

Seluruh data hasil TKA selanjutnya diolah secara statistik untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan akademik peserta didik.

Dengan mekanisme ini, TKA tidak sekadar berfungsi sebagai instrumen pemberian nilai, tetapi juga sebagai alat untuk memperoleh informasi mengenai capaian akademik siswa. Pemahaman terhadap sistem penilaian menjadi penting agar hasil tes tidak disalahartikan sebagai ukuran tunggal kecerdasan atau keberhasilan belajar.

Pada akhirnya, skor TKA perlu dibaca sebagai gambaran kemampuan akademik berdasarkan metode pengukuran tertentu. Hasil tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi siswa dan sekolah untuk mengidentifikasi capaian pembelajaran sekaligus menentukan aspek yang masih perlu diperkuat.

Tags:
TKA penilaian tka sma 2026 kemendikdasmen Tes Kemampuan Akademik 2026

Komentar Pengguna