Keboncinta.com — Uni Emirat Arab (UEA), negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, mulai mengoperasikan lotre resmi melalui sistem perizinan khusus. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah setempat dalam mengatur industri permainan komersial, termasuk kegiatan lotre, melalui pengawasan lembaga federal.
Lisensi penyelenggaraan lotre tersebut diterbitkan oleh General Commercial Gaming Regulatory Authority (GCGRA), lembaga yang bertanggung jawab mengawasi aktivitas permainan komersial di UEA. Informasi ini dilaporkan oleh kantor berita Emirates News Agency (WAM).
Lisensi diberikan kepada The Game LLC, perusahaan yang bergerak dalam pengembangan permainan, penyelenggaraan lotre, serta produksi konten terkait permainan. Perusahaan tersebut menjalankan operasionalnya dengan nama UAE Lottery.
Peluncuran UAE Lottery menjadi salah satu perkembangan baru dalam pengaturan industri permainan komersial di negara tersebut. Pemerintah UEA menyatakan bahwa kegiatan ini berada dalam kerangka regulasi yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, perlindungan konsumen, dan permainan yang bertanggung jawab.
Ketua GCGRA, Jim Murren, menyebut peluncuran UAE Lottery sebagai langkah penting dalam membangun sistem regulasi permainan komersial di UEA.
"Peluncuran UAE Lottery merupakan peristiwa penting yang tidak hanya menandai pembentukan kerangka regulasi berkelas dunia yang disiplin untuk kegiatan lotre, tetapi juga menegaskan komitmen kami dalam menciptakan lingkungan permainan komersial yang aman dan berkualitas di UEA," ujarnya.
Sementara itu, CEO GCGRA Kevin Mullally menjelaskan bahwa lembaganya menerapkan standar pengawasan untuk memastikan integritas, keadilan, dan transparansi dalam penyelenggaraan permainan komersial.
Menurutnya, aturan tersebut juga memberikan fasilitas bagi konsumen untuk memantau sekaligus mengelola aktivitas permainan mereka. Dengan demikian, penyelenggaraan lotre tidak berjalan tanpa pengawasan, melainkan harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan regulator.
Baca Juga: Banyak yang Terjebak! Kenali Risiko Judi Online dan Pinjaman Online Sebelum Terlambat
Salah satu permainan yang ditawarkan melalui UAE Lottery adalah Lucky Day. Permainan ini menjadi perhatian setelah seorang ekspatriat asal India yang tinggal di Sharjah berhasil memenangkan hadiah sebesar 5 juta dirham UEA.
Mengutip Gulf News, pemenang bernama Kishore tersebut berusia 59 tahun. Ia memperoleh hadiah Dh5 juta atau sekitar Rp24,7 miliar dalam undian yang berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kemenangan tersebut menunjukkan besarnya hadiah yang ditawarkan dalam program lotre resmi UEA. Namun, seperti permainan lotre pada umumnya, peserta tetap menghadapi risiko kehilangan uang yang digunakan untuk mengikuti undian.
GCGRA menegaskan bahwa penyelenggaraan, pengoperasian, maupun fasilitasi permainan komersial di wilayah UEA harus mendapatkan persetujuan dari lembaga tersebut.
Artinya, perusahaan atau pihak yang ingin menjalankan kegiatan permainan komersial tidak dapat beroperasi secara bebas tanpa izin. Aktivitas yang dilakukan di luar ketentuan perizinan dapat dikenai sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
Kebijakan ini memperlihatkan bahwa UEA memilih mengatur industri permainan komersial melalui mekanisme lisensi dan pengawasan khusus. Legalitas kegiatan tersebut berada dalam ranah hukum dan kebijakan negara, sehingga perlu dibedakan dari pembahasan mengenai hukum perjudian menurut agama.
Baca Juga: 7 Tanda Kecanduan Judi Online yang Sering Tidak Disadari, Kenali Sebelum Terlambat
Meskipun UEA merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, kebijakan penerbitan lisensi lotre tidak serta-merta mengubah ketentuan hukum Islam mengenai perjudian.
Dalam ajaran Islam, perjudian atau maisir termasuk perbuatan yang dilarang. Larangan tersebut secara tegas disebutkan dalam Al-Qur'an surah Al-Ma'idah ayat 90.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung."
Ayat tersebut menjadi salah satu dasar utama larangan perjudian dalam Islam. Karena itu, legalitas lotre berdasarkan peraturan suatu negara tidak dapat disamakan dengan status halal atau haram menurut ketentuan agama.
Dengan demikian, kebijakan UEA dalam mengatur lotre melalui lisensi khusus merupakan keputusan dalam ranah regulasi negara. Sementara itu, umat Islam tetap memiliki pedoman keagamaan tersendiri dalam menyikapi aktivitas perjudian, termasuk lotre.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir