KebonCinta.com — NASA menyampaikan pembaruan perjalanan wahana Psyche menuju asteroid kaya logam melalui laporan pada 22 Oktober 2026. Wahana tersebut kini menjalani fase perjalanan dengan sistem pendorong listrik yang digunakan hampir terus-menerus untuk mengejar target kedatangan pada 2029.
Menurut NASA, pola operasi itu dimulai pada 28 September 2026. Pendorong diperkirakan bekerja mendekati 90 persen waktu perjalanan, dengan jeda berkala untuk komunikasi dengan pengendali misi di Bumi serta kebutuhan teknis lainnya.
DORONGAN KECIL YANG TERUS BERTAMBAH
Psyche menggunakan pendorong berefek Hall yang mempercepat ion gas xenon melalui medan elektromagnetik. Proses tersebut menghasilkan dorongan kecil sekaligus pancaran cahaya biru yang menjadi ciri pengoperasian sistemnya.
Wahana membawa empat pendorong yang digunakan satu per satu. Meski gaya dorongnya kecil, pengoperasian dalam waktu panjang memungkinkan penambahan kecepatan selama perjalanan antariksa.
Listrik untuk menjalankan sistem diperoleh dari panel surya. Ketika wahana semakin jauh dari Matahari dan menerima lebih sedikit cahaya, daya yang tersedia berkurang sehingga tingkat pengoperasian pendorong perlu disesuaikan.
PERJALANAN DIBANTU GRAVITASI MARS
Sebagai latar perjalanan, Psyche diluncurkan pada 13 Oktober 2023. Misi ini menggunakan bantuan gravitasi Mars pada Mei 2026 sebelum meneruskan perjalanan menuju sabuk asteroid utama.
Dalam penjelasan menjelang lintasan dekat Mars, NASA menyebut bantuan gravitasi dirancang untuk meningkatkan kecepatan dan mengubah arah lintasan. Dengan memanfaatkan tarikan planet, wahana dapat menghemat propelan dibandingkan mengandalkan sistem pendorong untuk seluruh perubahan geraknya.
Lintasan dekat sebuah planet juga memberi kesempatan kepada tim misi untuk memeriksa instrumen dan melatih prosedur pengamatan. Persiapan tersebut menjadi bagian dari pekerjaan sebelum wahana menghadapi objek tujuan yang masih menyimpan banyak pertanyaan ilmiah.
MENGAPA ASTEROID PSYCHE MENARIK?
Asteroid Psyche berada di sabuk utama antara Mars dan Jupiter. Para ilmuwan menduga objek ini mengandung banyak logam dan mungkin merupakan sebagian inti planetesimal, yakni benda pembentuk planet pada masa awal tata surya.
Dugaan mengenai asal-usul tersebut masih perlu diuji melalui pengamatan. Karena itu, kedatangan wahana diharapkan menyediakan data yang lebih kuat untuk menilai komposisi dan sejarah objek, bukan sekadar mengonfirmasi perkiraan yang sudah ada.
TARGET PENGAMATAN PADA 2029
Halaman misi NASA mencantumkan awal eksplorasi utama pada Agustus 2029. Wahana direncanakan mengorbit asteroid sekitar dua tahun untuk mengambil gambar, memetakan permukaan, dan mengumpulkan data komposisi.
Hasil pengamatan dapat membantu peneliti memahami bahan pembentuk planet serta perkembangan bagian dalam planet berbatu seperti Bumi. Saat ini, pekerjaan misi masih berpusat pada perjalanan dan kesiapan wahana; data penelitian langsung di sekitar asteroid baru akan dikumpulkan setelah tahap kedatangan dan pengoperasian orbit tercapai.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir