KebonCinta.com — NASA menyampaikan pembaruan mengenai Voyager 1 pada 29 Oktober 2026 setelah wahana tersebut sempat kehilangan komunikasi. Tim juga melaporkan keberhasilan langkah penghematan daya untuk membantu mempertahankan operasi instrumen ilmiahnya.
Menurut Jet Propulsion Laboratory, sinyal Voyager 1 kembali terdeteksi pada 20 Oktober setelah dua kesempatan komunikasi sebelumnya tidak menghasilkan kontak. Hubungan dengan wahana terus dipertahankan sejak sinyalnya muncul kembali.
PENGHEMATAN ENERGI MENJADI KEBUTUHAN
Pada awal September, tim berhasil mengganti penggunaan tiga perangkat dengan alternatif yang membutuhkan daya lebih rendah. Penyesuaian ini dirancang untuk mengurangi konsumsi listrik sambil mempertahankan distribusi panas yang diperlukan wahana.
Voyager memperoleh listrik dari generator yang mengubah panas peluruhan bahan radioaktif menjadi energi. Ketersediaan dayanya terus menurun sehingga tim harus memilih perangkat dan sistem yang tetap dapat dioperasikan.
LANGKAH PEMULIHAN MASIH DISELIDIKI
NASA masih menyelidiki penyebab putusnya komunikasi pada 18 dan 19 Oktober. Tim mendapati satu kelompok pendorong berhenti beroperasi dan perangkat cadangannya mengambil alih.
Pergantian tersebut merupakan respons perlindungan otomatis ketika komputer wahana mendeteksi persoalan. Meski komunikasi telah pulih, penyelidikan tetap diperlukan untuk memahami kejadian yang dialami penjelajah antariksa itu.
HAMPIR SETENGAH ABAD MENJELAJAH
Sebagai latar belakang, Voyager 1 diluncurkan pada 5 September 1977 untuk melakukan penerbangan lintas Jupiter dan Saturnus. Wahana ini kemudian melanjutkan perjalanan hingga menjadi objek buatan manusia yang paling jauh dari Bumi.
Dalam penjelajahan awalnya, Voyager 1 menemukan cincin tipis di sekitar Jupiter serta dua bulannya, Thebe dan Metis. Pengamatan di Saturnus juga menghasilkan penemuan bulan dan cincin yang memperluas pengetahuan tentang planet tersebut.
Voyager 1 memasuki ruang antarbintang pada Agustus 2012. Wilayah itu berada di luar heliopause, yaitu batas gelembung partikel dan medan magnet yang dipengaruhi Matahari.
Misi lanjutannya memungkinkan pengumpulan data dari lingkungan yang berbeda dengan kawasan planet-planet yang dahulu dikunjunginya. Catatan perjalanan ini menjadi bagian penting dari pemahaman manusia mengenai ruang di luar pengaruh dominan angin Matahari.
MENUJU JARAK SATU HARI CAHAYA
NASA mencantumkan 18 November 2026 sebagai waktu Voyager 1 diperkirakan mencapai jarak satu hari cahaya dari Bumi. Istilah tersebut menunjukkan jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu 24 jam.
Pada jarak itu, sinyal radio membutuhkan sekitar sehari untuk mencapai wahana dan sehari lagi untuk membawa balasan ke Bumi. Penanganan perangkat dari jarak sangat jauh pun harus mempertimbangkan waktu tunggu komunikasi.
Pencapaian tersebut merupakan penanda jarak, sementara keberlanjutan misi tetap bergantung pada kondisi wahana dan sumber dayanya. Tim terus mengelola operasi agar instrumen yang masih aktif dapat menghasilkan data selama memungkinkan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir