KEBONCINTA.COM — Mobil listrik karya mahasiswa Universitas Gadjah Mada berhasil mencatatkan prestasi pada ajang Formula Society of Automotive Engineers Japan 2026.
Tim Arjuna UGM menempati peringkat 10 besar kelas kendaraan listrik sekaligus tercatat sebagai tim electric vehicle dengan peringkat keseluruhan terbaik dari Asia Tenggara.
Kompetisi internasional tersebut berlangsung di Aichi Sky Expo, Centrair, Kota Tokoname, Prefektur Aichi, Jepang, pada 2–7 Agustus 2026.
Sebanyak 77 tim dari tujuh negara mengikuti kompetisi yang menguji kemampuan mahasiswa dalam merancang, membangun, mempresentasikan, dan mengembangkan kendaraan formula.
Prestasi tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan hasil yang diperoleh Tim Arjuna UGM pada kompetisi sebelumnya.
Pada tahun lalu, tim berada di posisi ke-12. Setelah melakukan evaluasi dan pengembangan kendaraan, Arjuna UGM berhasil naik dua tingkat dan menembus posisi ke-10 pada 2026.
Peningkatan tersebut diperoleh setelah tim menjalani rangkaian riset, perancangan, manufaktur, pengujian, dan persiapan kompetisi selama satu musim.
Tim juga memperbaiki strategi teknis dan nonteknis berdasarkan pengalaman dari kompetisi sebelumnya.
Perbaikan mencakup validasi desain berbasis data, pengelolaan waktu produksi kendaraan, persiapan menghadapi penilaian statis, serta penguatan koordinasi anggota.
Dalam kompetisi tersebut, Arjuna UGM membawa mobil listrik bernama Surasakti AF-06.
Kendaraan itu merupakan mobil formula listrik generasi ke-14 yang dikembangkan oleh mahasiswa UGM.
Mobil tidak hanya dinilai berdasarkan penampilan atau kecepatannya. Tim juga harus mampu menjelaskan proses perancangan, teknologi kendaraan, efisiensi aerodinamika, biaya produksi, dan kelayakan bisnis.
Setiap komponen perlu melalui proses perhitungan dan pengujian agar kendaraan memenuhi standar keselamatan serta mampu menjalani tahapan kompetisi.
Surasakti AF-06 menjadi hasil pengembangan berkelanjutan yang dilakukan Tim Arjuna berdasarkan data dan evaluasi dari kendaraan generasi sebelumnya.
UGM tidak mengumumkan secara terperinci kecepatan maksimum, daya motor, maupun kapasitas baterai kendaraan dalam laporan pencapaian ini. Karena itu, informasi teknis tersebut sebaiknya tidak ditambahkan tanpa merujuk dokumen resmi tim.
Selain menempati peringkat 10 besar kelas kendaraan listrik, Tim Arjuna UGM memperoleh beberapa penghargaan dalam Formula SAE Japan 2026.
Berikut pencapaian yang berhasil diraih:
Juara kedua kategori Best Aerodynamic.
Juara ketiga Engineering Design Presentation.
Juara keempat Business Plan Presentation.
JAMA Chairman Awards untuk kategori Electric Vehicle.
Top 10 Overall kategori Electric Vehicle.
Peringkat pertama tim kendaraan listrik dari Asia Tenggara.
Capaian Best Aerodynamic menunjukkan kualitas desain aliran udara kendaraan. Aerodinamika berperan penting dalam menjaga kestabilan dan efisiensi mobil saat melaju.
Pada Engineering Design Presentation, mahasiswa harus mempertanggungjawabkan pilihan desain dan keputusan teknis yang diterapkan pada kendaraan.
Sementara itu, Business Plan Presentation menguji kemampuan tim menyusun gagasan usaha dan menjelaskan potensi pengembangan kendaraan dari sisi bisnis.
Formula SAE Japan merupakan kompetisi rancang bangun kendaraan formula tingkat mahasiswa yang diselenggarakan Society of Automotive Engineers of Japan.
Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk menunjukkan kemampuan dalam bidang teknik, manufaktur, manajemen proyek, presentasi, dan kerja sama tim.
Peserta tidak hanya membawa kendaraan yang telah selesai dibuat. Mereka harus mampu membuktikan bahwa mobil tersebut dirancang melalui proses ilmiah dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan penyelenggara.
Setiap tim juga menghadapi penilaian statis dan dinamis. Penilaian tersebut menguji desain teknik, biaya dan proses manufaktur, presentasi, akselerasi, pengendalian kendaraan, serta sejumlah aspek performa lainnya.
Karena itu, keberhasilan dalam Formula SAE mencerminkan kemampuan tim menggabungkan pengetahuan akademik dengan penerapan langsung.
Arjuna EV merupakan tim mahasiswa UGM yang berfokus pada pengembangan kendaraan listrik untuk kompetisi.
Mahasiswa yang terlibat tidak hanya berasal dari bidang teknik kendaraan. Pengembangan tim juga membutuhkan kemampuan desain, kelistrikan, manajemen, komunikasi, dokumentasi, dan perencanaan bisnis.
Proses membangun satu kendaraan formula memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengelola proyek teknologi yang kompleks.
Mereka harus bekerja dengan target waktu, anggaran, standar keselamatan, pembagian tanggung jawab, serta pengujian yang dilakukan secara bertahap.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang nantinya bekerja dalam bidang otomotif, energi, manufaktur, teknologi, maupun industri kendaraan listrik.
Pencapaian di Jepang diharapkan menjadi dorongan bagi anggota Tim Arjuna berikutnya untuk melanjutkan penelitian dan pengembangan kendaraan listrik.
Teknologi kendaraan listrik terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai sistem kelistrikan, baterai, aerodinamika, desain kendaraan, dan manufaktur.
Keberhasilan Arjuna UGM menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu terlibat dalam pengembangan teknologi tersebut dan bersaing dengan tim perguruan tinggi dari berbagai negara.
Prestasi ini juga menegaskan pentingnya kompetisi internasional sebagai ruang untuk menguji hasil pembelajaran, penelitian, dan inovasi mahasiswa.