ASN & Karier
Hilmi An Naufal

Migrant Center dan SMK Go Global Dibuka di Bandung, Siswa Disiapkan Masuk Pasar Kerja Internasional

Migrant Center dan SMK Go Global Dibuka di Bandung, Siswa Disiapkan Masuk Pasar Kerja Internasional

11 Oktober 2026 | 07:31

KebonCinta.com — Peluang lulusan sekolah kejuruan untuk memasuki pasar kerja internasional terus diperluas melalui program SMK Go Global.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia meresmikan Migrant Center di Universitas Teknologi Bandung sekaligus menggelar kelas pelatihan SMK Go Global.

Peresmian dilakukan di lingkungan UTB pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Program tersebut dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja yang mempunyai keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri di negara tujuan.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas,” ujar Menteri P2MI Mukhtarudin.

Ia kemudian menjelaskan calon pekerja migran perlu didorong agar tidak terus terkonsentrasi pada jenis pekerjaan dengan keterampilan rendah.

Pekerja diharapkan mampu masuk ke bidang dengan keterampilan menengah maupun tinggi.

Karena itu, persiapan tidak dapat dilakukan hanya beberapa hari sebelum keberangkatan.

Calon pekerja membutuhkan pelatihan, kemampuan bahasa, sertifikasi serta pemahaman mengenai pekerjaan yang akan dijalankan.

Pelindungan juga menjadi bagian penting.

Pemerintah menekankan pekerja harus mendapatkan pendampingan sejak sebelum keberangkatan, ketika bekerja di negara tujuan hingga kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Era AI Jadi Tantangan Media, Menkum Dorong Karya Jurnalistik Dilindungi dan Mendapat Imbalan yang Adil 

Program SMK Go Global dikembangkan dengan sejumlah sasaran.

Di antaranya meningkatkan kompetensi calon pekerja, memastikan perlindungan, memperbaiki proses penempatan hingga pengelolaan remitansi.

Migrant Center di Universitas Teknologi Bandung kemudian menjadi salah satu pusat layanan yang mendukung proses tersebut.

Layanan yang disiapkan mencakup informasi mengenai peluang kerja internasional.

Calon pekerja juga dapat memperoleh pemetaan kompetensi, pelatihan, sertifikasi hingga penguatan kemampuan bahasa asing.

Pendampingan karier menjadi bagian lainnya.

Pendekatan tersebut penting karena bekerja di luar negeri bukan hanya persoalan memperoleh pekerjaan pertama.

Tenaga kerja perlu mempunyai keterampilan yang dapat digunakan untuk membangun karier jangka panjang.

Perguruan tinggi juga dinilai mempunyai posisi strategis.

Kampus dapat menghubungkan pendidikan, pelatihan, penelitian dan kebutuhan industri internasional.

Kerja sama antara perguruan tinggi dengan sekolah kejuruan juga dapat membantu siswa memahami standar kompetensi yang dibutuhkan perusahaan di luar negeri.

Pemerintah menargetkan program SMK Go Global dapat meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia.

Kementerian P2MI sebelumnya menyebut target percepatan 2026 mencapai sekitar 40 ribu tenaga kerja terampil secara nasional.

Jawa Barat mendapatkan porsi penting dalam pelaksanaan program karena memiliki jumlah sekolah kejuruan dan angkatan kerja yang besar.

Namun calon pekerja tetap harus berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri.

Penempatan harus dilakukan melalui prosedur dan lembaga yang resmi.

Masyarakat sebaiknya memeriksa nama perusahaan, kontrak, jenis pekerjaan, besaran gaji hingga negara tujuan sebelum menyetujui penempatan.

Dengan keterampilan dan jalur yang legal, bekerja di luar negeri dapat menjadi kesempatan meningkatkan pengalaman maupun kemampuan profesional.

Migrant Center dan SMK Go Global diharapkan menjadi jembatan agar kesempatan tersebut dapat diakses dengan persiapan yang lebih matang dan aman.

Tags:
SMK Go Global Migrant Center UTB Bandung Pekerja Migran Lowongan kerja Karier Kementerian P2MI

Komentar Pengguna