Pendidikan
M. Panji Maulana

Metode Tutor Sebaya di Kelas: Cara Membantu Siswa yang Tertinggal Pelajaran

Metode Tutor Sebaya di Kelas: Cara Membantu Siswa yang Tertinggal Pelajaran

29 Oktober 2026 | 11:54

KebonCinta.com – Tidak semua siswa mampu memahami materi pelajaran dengan kecepatan yang sama. Dalam satu kelas, ada siswa yang langsung mengerti setelah guru memberikan penjelasan, sementara sebagian lainnya membutuhkan contoh tambahan, latihan berulang, atau pendampingan lebih intensif.

Perbedaan kemampuan tersebut merupakan hal yang wajar dalam proses pembelajaran. Namun, apabila tidak ditangani dengan tepat, siswa yang belum menguasai materi berpotensi semakin kesulitan mengikuti pelajaran berikutnya.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan guru adalah metode tutor sebaya atau peer tutoring. Melalui metode ini, siswa yang telah memahami materi membantu temannya belajar melalui penjelasan, latihan, dan diskusi yang terarah.

Metode tutor sebaya tidak berarti guru menyerahkan seluruh tanggung jawab mengajar kepada siswa. Guru tetap bertugas merencanakan kegiatan, menentukan materi, mendampingi proses, dan mengevaluasi hasil pembelajaran.

Lantas, bagaimana cara menerapkan metode tutor sebaya di kelas? Apa manfaatnya, bagaimana menentukan siswa yang menjadi tutor, dan seperti apa contoh kegiatannya?

Apa Itu Metode Tutor Sebaya?

Metode tutor sebaya adalah pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa untuk membantu siswa lain dalam memahami materi atau mengembangkan keterampilan tertentu.

Siswa yang memberikan bantuan disebut tutor, sedangkan siswa yang menerima pendampingan disebut peserta bimbingan atau tutee.

Dalam praktiknya, tutor sebaya dapat dilaksanakan secara berpasangan maupun melalui kelompok kecil.

Misalnya, dalam pembelajaran Matematika kelas VII, seorang siswa telah memahami operasi bilangan bulat, sedangkan temannya masih mengalami kesulitan ketika menyelesaikan soal yang melibatkan bilangan negatif.

Guru dapat meminta siswa yang sudah menguasai konsep tersebut memberikan contoh dan mendampingi temannya mengerjakan latihan.

Selama kegiatan berlangsung, tutor tidak langsung memberikan jawaban. Ia membantu temannya memahami proses penyelesaian sehingga peserta bimbingan dapat mengerjakan soal secara mandiri.

Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran menjadi lebih interaktif dan siswa memperoleh kesempatan untuk saling membantu.

Platform Guru Kemendikdasmen juga menjelaskan bahwa tutor sebaya merupakan metode pembelajaran yang memungkinkan murid saling membantu memahami konsep dengan tetap mengedepankan sikap saling menghargai.

Apakah Tutor Sebaya Sama dengan Belajar Kelompok?

Metode tutor sebaya memiliki kesamaan dengan belajar kelompok karena keduanya melibatkan interaksi antarsiswa.

Namun, terdapat perbedaan pada struktur dan tujuan pelaksanaannya.

Dalam kegiatan belajar kelompok biasa, siswa umumnya bekerja sama menyelesaikan tugas atau membahas suatu persoalan. Setiap anggota dapat mempunyai peran berbeda sesuai kebutuhan kelompok.

Sementara itu, dalam tutor sebaya terdapat kegiatan pendampingan belajar yang lebih terarah.

Seorang siswa membantu siswa lainnya memahami materi melalui contoh, pertanyaan, penjelasan, dan umpan balik.

Peran tersebut harus dirancang dengan jelas agar kegiatan tidak berubah menjadi sekadar pembagian jawaban atau penyelesaian tugas oleh siswa yang lebih cepat memahami pelajaran.

Tutor sebaya juga tidak selalu menggunakan peran tetap. Dalam model tutor sebaya timbal balik, siswa dapat bergantian menjadi tutor sesuai materi yang dikuasainya.

Sebagai contoh, seorang siswa dapat membantu temannya dalam Matematika, kemudian menerima bantuan dari teman yang sama ketika mempelajari Bahasa Inggris.

Dengan demikian, setiap siswa mempunyai kesempatan untuk membantu sekaligus belajar dari orang lain.

Manfaat Metode Tutor Sebaya bagi Siswa

Metode tutor sebaya memiliki potensi mendukung perkembangan akademik dan keterampilan sosial siswa.

Education Endowment Foundation (EEF), dalam kajian Peer Tutoring yang diperbarui pada Mei 2025, menyebutkan bahwa pendekatan tutor sebaya secara rata-rata berkaitan dengan tambahan kemajuan belajar yang setara sekitar enam bulan dalam satu tahun akademik dibandingkan kelompok pembanding.

Angka tersebut merupakan estimasi rata-rata dari berbagai penelitian, bukan jaminan bahwa setiap sekolah atau setiap siswa akan memperoleh peningkatan yang sama.

Kajian tersebut juga menunjukkan bahwa tutor sebaya cenderung lebih efektif untuk mengulang dan memperkuat materi yang sudah diajarkan daripada memperkenalkan konsep baru yang belum dipahami siswa.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh melalui penerapan tutor sebaya antara lain:

1. Membantu siswa memahami materi yang sulit

Siswa memperoleh kesempatan mendengarkan penjelasan dengan cara berbeda dari penjelasan guru sebelumnya.

Tutor dapat menggunakan contoh sederhana atau bahasa yang lebih dekat dengan percakapan sehari-hari antarteman.

2. Meningkatkan keberanian bertanya

Sebagian siswa merasa ragu bertanya ketika pembelajaran berlangsung di hadapan seluruh kelas.

Melalui kegiatan berpasangan, siswa mempunyai ruang lebih kecil untuk menyampaikan kesulitan dan meminta penjelasan tambahan.

3. Memperkuat pemahaman siswa yang menjadi tutor

Ketika menjelaskan kembali materi, tutor juga perlu mengingat konsep, menyusun penjelasan, dan memeriksa ketepatan pemahamannya.

Kegiatan ini dapat membantu tutor memperkuat pengetahuan yang telah dimiliki.

4. Melatih komunikasi dan kerja sama

Tutor sebaya memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mendengarkan, menjelaskan, bersabar, serta menghargai perbedaan kemampuan.

5. Mendukung pendampingan siswa yang membutuhkan bantuan

Guru dapat memanfaatkan tutor sebaya sebagai salah satu strategi pendampingan tambahan, terutama ketika terdapat perbedaan penguasaan materi dalam satu kelas.

Meskipun demikian, keberhasilannya sangat bergantung pada pemilihan pasangan, kesiapan tutor, kualitas kegiatan, dan pengawasan guru.

Cara Menerapkan Metode Tutor Sebaya di Kelas

Penerapan tutor sebaya sebaiknya dilakukan melalui persiapan yang jelas agar semua siswa memperoleh manfaat.

Berikut tujuh langkah yang dapat digunakan guru.

1. Identifikasi Kemampuan dan Kebutuhan Belajar Siswa

Langkah pertama adalah mengetahui kemampuan awal siswa terhadap materi yang akan dipelajari.

Guru dapat menggunakan asesmen formatif sederhana, seperti pertanyaan lisan, latihan singkat, observasi, atau pemeriksaan hasil tugas sebelumnya.

Misalnya, sebelum mengadakan tutor sebaya pada materi pecahan, guru memberikan tiga soal untuk mengetahui siswa yang sudah memahami penyederhanaan pecahan dan siswa yang masih membutuhkan bantuan.

Hasil tersebut digunakan untuk merancang pendampingan, bukan untuk memberikan label siswa pintar atau siswa bodoh.

Guru juga perlu memperhatikan bahwa kemampuan siswa dapat berbeda pada setiap mata pelajaran.

Seorang siswa mungkin memerlukan bantuan pada materi tertentu, tetapi mampu menjadi tutor ketika membahas materi lain.

Baca Juga: Apa Itu Asesmen Diagnostik? Pengertian, Tujuan, dan Contoh Penerapannya di Sekolah

2. Pilih Materi yang Sesuai untuk Tutor Sebaya

Tidak semua materi cocok langsung diajarkan melalui tutor sebaya.

Guru sebaiknya memilih materi yang sudah pernah diperkenalkan, tetapi masih perlu dilatih atau diperdalam oleh sebagian siswa.

Contohnya adalah operasi hitung dasar, membaca dan memahami teks, penguasaan kosakata, penggunaan rumus sederhana, atau latihan mengidentifikasi unsur kalimat.

Materi yang memerlukan penjelasan konseptual kompleks sebaiknya tetap diperkenalkan terlebih dahulu oleh guru.

Tutor sebaya kemudian digunakan untuk membantu siswa mengulang penjelasan, memperbaiki kesalahan, dan meningkatkan kelancaran keterampilan.

3. Tentukan Tutor Berdasarkan Kemampuan dan Sikap

Pemilihan tutor tidak cukup hanya berdasarkan nilai tertinggi di kelas.

Guru juga perlu memperhatikan kemampuan siswa dalam menjelaskan materi, kesabaran, keterampilan berkomunikasi, dan kesediaan membantu orang lain.

Siswa dengan nilai tinggi belum tentu mampu menjelaskan konsep secara sederhana. Sebaliknya, siswa dengan nilai yang tidak selalu tertinggi mungkin mempunyai keterampilan komunikasi yang baik pada materi yang telah dikuasainya.

Karena itu, guru dapat mempertimbangkan beberapa kriteria berikut:

  • Menguasai materi yang akan dipelajari.
  • Bersedia membantu teman.
  • Mampu menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.
  • Tidak merendahkan siswa yang sedang mengalami kesulitan.
  • Mampu mendengarkan pertanyaan dan memberikan umpan balik.

Penugasan tutor perlu mempertimbangkan kesediaan siswa dan tidak boleh menjadi beban berlebihan yang mengorbankan kesempatan belajarnya sendiri.

4. Berikan Pembekalan kepada Siswa yang Menjadi Tutor

Sebelum kegiatan dimulai, guru perlu memberikan arahan singkat mengenai tugas dan batasan peran tutor.

Misalnya, tutor diminta mengikuti tahapan berikut:

  1. Menanyakan bagian materi yang belum dipahami.
  2. Memberikan satu contoh penyelesaian.
  3. Mengajak teman mencoba mengerjakan soal serupa.
  4. Memberikan petunjuk jika jawaban belum tepat.
  5. Meminta teman menjelaskan kembali hasil pekerjaannya.

Guru juga perlu menegaskan bahwa tutor tidak diperbolehkan mengejek, membentak, atau mengambil alih seluruh pekerjaan teman.

Pembekalan ini penting karena siswa yang memahami materi belum tentu secara otomatis memiliki kemampuan membimbing orang lain.

5.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 3
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
metode tutor sebaya peer tutoring Pembelajaran Berdiferensiasi Strategi Pembelajaran Belajar Kelompok pendampingan siswa

Komentar Pengguna