KEBONCINTA.COM – Rabu, 9 September 2026 – Meta resmi memperkenalkan Muse, agen kecerdasan buatan personal baru yang dirancang bukan hanya untuk menjawab pertanyaan seperti chatbot, tetapi juga menjalankan pekerjaan secara langsung atas nama pengguna.
Muse diperkenalkan Meta pada 8 September 2026 dan menjadi salah satu langkah terbesar perusahaan menuju visi “personal superintelligence” yang selama ini digaungkan CEO Meta Mark Zuckerberg.
Berbeda dengan chatbot AI tradisional, Muse dapat diberikan sebuah tujuan kemudian menjalankan sejumlah tahapan untuk menyelesaikannya.
Pengguna misalnya dapat meminta Muse merencanakan perjalanan.
Agen AI kemudian dapat mencari informasi, membuka website, mengisi formulir hingga membantu melakukan pemesanan.
Muse juga dapat membantu membuat serta mengirim email.
Kemampuan lainnya mencakup mengelola jadwal, membantu berbelanja hingga menjalankan pekerjaan yang membutuhkan interaksi dengan berbagai layanan internet.
Meta bahkan mengatakan Muse dapat membantu pekerjaan jangka panjang.
Pengguna dapat memberikan sebuah tujuan, kemudian AI membantu menyusun rencana dan melanjutkan pekerjaan secara otomatis.
Jika terdapat bagian yang membutuhkan keputusan penting dari pengguna, Muse dapat kembali meminta persetujuan.
Hal tersebut membuat konsepnya berbeda dari chatbot yang hanya aktif ketika pengguna membuka aplikasi dan mengetik pertanyaan.
Muse dapat terus menjalankan pekerjaan di latar belakang meskipun aplikasi sudah ditutup.
Teknologi tersebut dimungkinkan karena setiap pengguna mendapatkan lingkungan virtual bernama Muse Secure VM.
Secure VM dapat dianalogikan sebagai sebuah komputer virtual khusus di cloud.
Agen AI menjalankan browser dan berbagai aktivitasnya dari komputer tersebut.
Data maupun kredensial layanan yang dihubungkan pengguna juga disimpan pada lingkungan khusus tersebut.
Meta mengatakan setiap Muse mempunyai Secure VM tersendiri sehingga agen pengguna lain tidak dapat mengakses lingkungan tersebut.
Di dalamnya terdapat sistem keamanan tambahan bernama Sentinel.
Sentinel berfungsi seperti penjaga yang memeriksa tindakan yang akan dilakukan Muse sebelum agen tersebut dapat berinteraksi dengan internet.
Untuk tindakan sensitif, pengguna tetap diminta memberikan persetujuan.
Contohnya ketika Muse ingin mengirim sebuah email atau melakukan pembelian.
Meta juga menyediakan catatan aktivitas sehingga pengguna dapat melihat apa yang sudah dilakukan maupun apa yang akan dilakukan oleh agen AI.
Kemampuan pembayaran menjadi salah satu bagian menarik.
Muse dapat melakukan checkout menggunakan Link milik Stripe.
Sistem pembayaran tersebut menggunakan kartu sekali pakai sehingga detail kartu utama pengguna tidak diberikan langsung kepada agen.
Meta mengatakan Shop Pay juga akan didukung kemudian.
Integrasi dengan 1Password turut direncanakan agar Muse dapat menggunakan akun pengguna tanpa harus melihat password secara langsung.
Agen dapat terhubung dengan berbagai layanan berdasarkan izin yang diberikan pengguna.
Pengguna juga dapat menentukan tingkat akses.
Pada email misalnya, seseorang dapat memberikan izin hanya membaca pesan atau sekaligus mengizinkan Muse mengirim email.
Izin tersebut dapat dicabut kapan saja.
Meta mengatakan percakapan maupun data pribadi yang berada di Secure VM tidak dibagikan dengan sistem periklanan Meta.
Pengguna juga mempunyai pilihan agar interaksi dengan Muse tidak digunakan untuk melatih model AI perusahaan.
Namun kemampuan agen AI mengakses berbagai layanan pribadi tetap menimbulkan pertanyaan besar mengenai keamanan.
Reuters melaporkan peluncuran Muse sebelumnya sempat tertunda agar Meta dapat melakukan penguatan keamanan.
Pengujian internal juga dilaporkan menemukan sejumlah masalah, mulai dari koneksi yang terputus hingga perilaku AI yang tidak selalu sesuai harapan.
Dalam satu contoh pengujian yang dilaporkan Reuters, terdapat kekhawatiran terkait akses terhadap foto pribadi iCloud.
Meta mengatakan Muse yang diluncurkan kepada publik sudah memenuhi standar privasi dan keamanan perusahaan.
Namun seperti teknologi AI lainnya, perusahaan mengakui kesalahan tetap dapat terjadi.
Karena itu pengguna tidak kehilangan kendali sepenuhnya.
Tindakan sensitif tetap membutuhkan persetujuan.
Meta juga merencanakan Muse Confidential VM pada akhir tahun.
Dalam versi tersebut, data serta percakapan pengguna akan dienkripsi menggunakan kunci yang hanya dimiliki pengguna.
Meta mengatakan bahkan perusahaan sendiri nantinya tidak dapat mengakses informasi di lingkungan tersebut.
Muse saat ini mulai diluncurkan di Amerika Serikat.
Pengguna dapat mengaksesnya melalui aplikasi khusus Muse di iOS dan Android serta melalui WhatsApp.
Sebagian besar penggunaan dasar disediakan secara gratis, sementara Meta juga menyiapkan paket berlangganan bagi pengguna dengan kebutuhan lebih besar.
Belum ada kepastian kapan Muse tersedia resmi bagi pengguna Indonesia.
Meta mengatakan agen tersebut pada akhirnya dirancang untuk dapat digunakan dalam skala sangat luas.
Perusahaan juga berencana mengintegrasikan Muse dengan perangkat AI glasses pada masa mendatang.
Kehadiran Muse menunjukkan persaingan AI kini bergerak menuju tahap baru.
Perusahaan seperti Meta, OpenAI, Google dan Anthropic tidak lagi hanya berlomba membuat AI yang dapat memberikan jawaban terbaik.
Target berikutnya adalah membuat AI yang benar-benar dapat melakukan pekerjaan.
Jika chatbot generasi sebelumnya menjelaskan cara memesan tiket, agen AI generasi baru mencoba melakukan pemesanan itu sendiri.
Kemampuan tersebut berpotensi membuat AI jauh lebih berguna.
Namun semakin besar akses yang diberikan kepada agen, semakin penting pula sistem keamanan dan kontrol pengguna.
Muse menjadi salah satu eksperimen terbesar mengenai apakah masyarakat bersedia mempercayakan email, jadwal, pembelian hingga berbagai aktivitas digital kepada sebuah agen kecerdasan buatan.