Self Improvement
Azzahra Esa Nabila

Mengkritik Tanpa Melukai, Mungkinkah? Ini Cara Menyampaikan Kritik dengan Bijak

Mengkritik Tanpa Melukai, Mungkinkah? Ini Cara Menyampaikan Kritik dengan Bijak

19 Agustus 2026 | 09:06

Keboncinta.com-- Kritik sering kali dianggap sebagai sesuatu yang menegangkan.

Tidak sedikit orang memilih diam karena takut menyinggung perasaan, sementara yang lain justru menyampaikan kritik secara blak-blakan dengan alasan "jujur apa adanya".

Akibatnya, hubungan menjadi canggung, suasana kerja berubah tidak nyaman, bahkan pertemanan yang sudah lama terjalin bisa retak hanya karena cara berbicara yang kurang tepat.

Padahal, hampir setiap hari kita berada dalam situasi yang menuntut kemampuan memberi masukan, baik kepada teman, keluarga, rekan kerja, maupun orang yang kita sayangi.

Masalahnya, banyak orang beranggapan bahwa isi kritik adalah hal yang paling penting.

Kenyataannya, cara menyampaikan kritik sering kali jauh lebih menentukan daripada isi pesannya sendiri.

Kalimat yang sama dapat diterima dengan baik jika disampaikan penuh empati, tetapi bisa memicu penolakan ketika diucapkan dengan nada menghakimi.

Saat seseorang merasa diserang, ia cenderung sibuk membela diri daripada mendengarkan pesan yang ingin disampaikan.

Di sinilah kritik kehilangan fungsinya sebagai sarana memperbaiki keadaan.

Menariknya, orang yang pandai memberikan kritik biasanya bukan orang yang paling banyak berbicara.

Mereka lebih dulu memahami situasi, memilih waktu yang tepat, dan memikirkan bagaimana lawan bicara akan menerima pesan tersebut.

Mereka mengkritik perilaku, bukan menyerang kepribadian.

Mereka juga memberikan ruang bagi orang lain untuk menjelaskan sudut pandangnya.

Pendekatan seperti ini membuat kritik terasa sebagai bentuk kepedulian, bukan hukuman.

Tidak heran jika orang-orang seperti itu lebih mudah dipercaya ketika memberikan masukan, karena mereka dikenal ingin membantu, bukan sekadar mencari kesalahan.

Tags:
Kritik Membangun Keterampilan Komunikasi Mahasiswa Fakultas Dakwah Komunikasi Islam

Komentar Pengguna