Khazanah
M. Fadhli Dzil Ikram

Mengenali Teman yang Buruk Menurut Islam, Jangan Abaikan Tanda-Tandanya

Mengenali Teman yang Buruk Menurut Islam, Jangan Abaikan Tanda-Tandanya

03 November 2026 | 12:36

Ketika hubungan pertemanan dipenuhi gunjingan, penghinaan, dan upaya menjatuhkan orang lain, seseorang dapat terbiasa menganggap perilaku tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

Padahal, Islam melarang perbuatan menggunjing karena dapat merusak kehormatan dan hubungan antarsesama manusia.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 12:

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

Artinya: "...Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain..." (QS Al-Hujurat: 12).

Teman yang baik seharusnya tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan hiburan. Ia lebih memilih membicarakan hal yang bermanfaat dan menghindari percakapan yang dapat menimbulkan fitnah maupun permusuhan.

5. Tidak Mengingatkan Ketika Kita Berbuat Salah

Teman yang baik bukanlah seseorang yang selalu membenarkan semua tindakan kita. Justru, sahabat sejati bersedia memberikan nasihat ketika melihat temannya melakukan kesalahan.

Terkadang, nasihat tersebut terasa tidak menyenangkan karena menyentuh kekurangan diri sendiri. Namun, teguran yang disampaikan dengan cara baik merupakan bentuk kepedulian agar seseorang tidak terus berada dalam kesalahan.

Sahabat Rasulullah SAW, Umar bin Khathab RA, pernah menyampaikan:

"Tidak ada kebaikan pada kaum yang tidak saling menasihati, dan tidak ada kebaikan pula pada kaum yang tidak mencintai nasihat."

Sementara itu, Abu Darda RA juga mengingatkan agar seseorang tidak langsung meninggalkan temannya ketika melakukan kesalahan. Ia berkata:

"Bila salah seorang temanmu berubah dan berbuat dosa, maka janganlah meninggalkannya dan membuangnya, tapi nasihatilah dengan nasihat yang terbaik, dan bersabarlah karena saudaramu itu terkadang bengkok dan terkadang lurus."

Kedua nasihat tersebut menunjukkan pentingnya saling mengingatkan dalam persahabatan. Hubungan yang sehat bukan berarti bebas dari kesalahan, melainkan memiliki kepedulian untuk saling memperbaiki diri.

Baca Juga: Takut Niat Buruk Orang Lain? Amalkan 6 Doa Perlindungan Ini 

Bagaimana Menyikapi Teman yang Membawa Pengaruh Buruk?

Mengetahui ciri-ciri teman yang membawa keburukan bukan berarti seorang muslim harus mudah menghakimi atau memutus hubungan dengan orang lain. Setiap manusia memiliki kekurangan dan berkesempatan untuk memperbaiki diri.

Jika memiliki teman yang menunjukkan perilaku kurang baik, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan nasihat secara santun. Apabila nasihat tidak diterima dan pengaruh buruk terus berulang, seseorang perlu menjaga batas pergaulan agar tidak ikut terjerumus.

Di sisi lain, penting untuk mengevaluasi diri sendiri. Jangan sampai seseorang terlalu sibuk menilai keburukan temannya, tetapi justru mengabaikan kesalahan yang ada dalam dirinya.

Pada akhirnya, persahabatan yang baik adalah hubungan yang membawa manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat. Memiliki banyak teman tentu menyenangkan, tetapi memiliki sahabat yang saling mengingatkan dalam kebaikan merupakan anugerah yang patut dijaga.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Pertemanan Menurut Islam Akhlak Muslim Memilih Sahabat

Komentar Pengguna