Keboncinta.com-- Dalam persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia, siswa perlu memahami berbagai kompetensi yang akan dilatih melalui soal-soal berbasis teks. Salah satu kompetensi yang penting adalah pemahaman tekstual.
Pemahaman tekstual merupakan kemampuan untuk memahami informasi yang dikemukakan secara eksplisit atau tersurat dalam sebuah teks. Tidak hanya menemukan informasi, siswa juga perlu mampu mengelompokkan, menyusun ulang, serta menyajikan kembali informasi yang terdapat dalam bacaan.
Dalam pemahaman tekstual, terdapat beberapa subkompetensi yang perlu dipahami dan dilatih oleh siswa.
1. Mengidentifikasi Kata Serapan dari Bahasa Daerah atau Bahasa Asing
Siswa perlu mampu mengenali penggunaan kata serapan yang berasal dari bahasa daerah maupun bahasa asing dalam berbagai bidang.
Kata serapan merupakan kata yang berasal dari bahasa lain kemudian digunakan dalam bahasa Indonesia. Kata tersebut dapat berasal dari bahasa daerah maupun bahasa asing dan digunakan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, teknologi, ekonomi, kesehatan, hingga komunikasi.
Contohnya, kata riset berasal dari bahasa Inggris research, sedangkan kata batik berasal dari bahasa Jawa. Dalam sebuah teks, siswa dapat diminta mengidentifikasi kata serapan yang digunakan serta memahami konteks penggunaannya.
2. Mengidentifikasi Latar, Karakter, dan Fenomena Berdasarkan Kosakata
Subkompetensi berikutnya adalah kemampuan mengidentifikasi latar, karakter, dan fenomena berdasarkan kosakata yang digunakan dalam teks, khususnya teks nonfiksi.
Kosakata yang digunakan penulis dapat memberikan petunjuk mengenai informasi yang sedang dibahas. Misalnya, penggunaan kata laboratorium, penelitian, eksperimen, dan data dapat menunjukkan bahwa teks berkaitan dengan bidang ilmu pengetahuan.
Begitu pula dengan latar. Kata-kata tertentu dapat memberikan gambaran mengenai tempat, waktu, suasana, maupun kondisi yang sedang dibahas.
3. Menyusun Kerangka atau Bagan Berdasarkan Bagian Penting dalam Teks
Subkompetensi selanjutnya adalah kemampuan menyusun kerangka atau bagan berdasarkan bagian-bagian penting dalam teks.
Setelah membaca sebuah teks, siswa perlu mampu menemukan informasi utama dan mengaturnya kembali dalam bentuk yang lebih sederhana. Informasi tersebut dapat disusun menjadi kerangka, peta konsep, tabel, atau bagan.
Misalnya, sebuah teks membahas tentang proses terjadinya hujan. Siswa dapat menyusun informasi penting menjadi:
Penguapan → Kondensasi → Pembentukan Awan → Presipitasi → Air Kembali ke Bumi
Mengapa Pemahaman Tekstual Penting?
Pemahaman tekstual menjadi kemampuan dasar yang sangat penting dalam mengerjakan soal TKA Bahasa Indonesia. Siswa harus mampu menemukan informasi yang benar sebelum menarik kesimpulan atau memberikan penilaian terhadap sebuah teks.
Oleh karena itu, latihan dapat dilakukan dengan membaca berbagai jenis teks, kemudian meminta siswa menemukan informasi yang tertulis secara langsung. Siswa juga dapat berlatih mengidentifikasi kata serapan, menentukan informasi berdasarkan kosakata, serta mengubah isi bacaan menjadi kerangka atau bagan.