Khazanah
M. Fadhli Dzil Ikram

Mengenal Heraklius, Kaisar Adikuasa Romawi yang Namanya Diabadikan dalam Sejarah Islam

Mengenal Heraklius, Kaisar Adikuasa Romawi yang Namanya Diabadikan dalam Sejarah Islam

04 November 2026 | 08:41

Keboncinta.com — Perjuangan dakwah Islam pada masa awal penyiarannya menempuh jalan yang sangat panjang dan penuh liku. Di tengah sengitnya persaingan hegemonik antara dua kekuatan adikuasa dunia pada masa itu—yakni Kekaisaran Romawi dan Kerajaan Persia—Rasulullah SAW mengambil langkah diplomasi yang sangat berani demi memperluas jangkauan risalah Islam kepada para penguasa bumi.

Langkah strategis tersebut diwujudkan dengan pengiriman surat resmi yang berisi seruan memeluk agama Islam kepada para raja dan kaisar negara berpengaruh, yang salah satunya ditujukan langsung kepada penguasa imperium Romawi, Kaisar Heraklius.

Latar Belakang Kekaisaran Romawi di Bawah Kepemimpinan Heraklius

Pada era kenabian Muhammad SAW, wilayah Kekaisaran Romawi dipimpin oleh seorang kaisar bernama Heraklius. Merujuk pada buku Dunia Barat dan Islam karya Sudibyo Markus, masa pemerintahan Heraklius diwarnai oleh konflik militer yang berkepanjangan melawan Kekaisaran Persia di bawah pimpinan Raja Kisra.

Dalam pertempuran sengit tersebut, kemenangan kerap silih berganti. Pasukan Persia sempat mendominasi dengan merebut wilayah Mesir, Palestina, dan Yerusalem, serta merampas Salib Sejati (The True Cross) yang menjadi simbol kekuasaan dan keagungan umat Kristen Romawi saat itu. Namun, dalam fase berikutnya, Heraklius berhasil memimpin balik pasukan Romawi untuk merebut kembali wilayah Syria, Mesir, serta Yerusalem dan mengembalikan simbol salib tersebut ke tempat semula.

Di tengah situasi geopolitik yang memanas akibat perebutan kekuasaan itulah Rasulullah SAW berniat mengirimkan surat dakwah kepada para pemimpin tertinggi dunia, termasuk Kaisar Heraklius. Meskipun para sahabat sempat diliputi rasa terkejut, Rasulullah SAW tetap teguh melangkah tanpa kekhawatiran sedikit pun mengenai risiko politik yang mungkin timbul dari pengiriman surat-surat tersebut.

Baca Juga: Mengenal KH Hasyim Asy’ari dan Perannya dalam Sejarah Resolusi Jihad 

Naskah dan Terjemahan Surat Rasulullah SAW kepada Kaisar Heraklius

Surat yang dikirimkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Kaisar Heraklius merupakan surat dakwah yang menyeru kepada ajaran tauhid dan keselamatan akhirat. Rasulullah SAW mempercayakan pengiriman surat penting ini kepada seorang utusan terpercaya, yakni sahabat Dihyah bin Khalifah al-Kalbi RA.

Menukil buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Jilid 4 karya KH Moenawar Chalil, berikut adalah naskah asli dan terjemahan surat Nabi Muhammad SAW kepada Kaisar Heraklius:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مِنْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُوْلِهِ إِلَى هِرَقْلَ عَظِيمِ الرُّومِ، سَلَامٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَى أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّى أَدْعُوْكَ بِدِعَايَةِ الإِسْلَامِ، أَسْلِمْ تَسْلَمْ، أَسْلِمْ يُؤْتِكَ اللَّهُ أَخْرَكَ مَرَّتَيْنِ، فَإِنْ تَوَلَّيْتَ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ إِثْمُ الْأَرِيْسِينَ. وَ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَنْ لَا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًاوَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ، فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُوْنَ .

Artinya:"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad hamba Allah dan pesuruh-Nya. Kepada Heraklius Pembesar Negara Rum.

Kesejahteraan semoga atas orang yang mengikut petunjuk yang benar. Sesungguhnya, aku mengajak engkau kepada Islam. Maka, masuklah engkau dalam agama Islam agar engkau selamat. Islamlah engkau, Allah akan memberi pahala kepada engkau dua kali lipat. Jika engkau berpaling, tidak mau mengikuti Islam, sesungguhnya atas engkau-lah dosa-dosa segenap rakyat.

Wahai Ahli Kitab! Marilah kepada satu kalimat yang sama antara kami dan engkau semua, yaitu janganlah kita beribadah (menyembah) melainkan kepada Allah dan janganlah kita mempersekutukan Dia dengan sesuatu. Janganlah sebagian kita menjadikan sebagian yang lain beberapa Tuhan yang selain Allah. Jika kamu berpaling, katakanlah oleh kamu (hai orang-orang Islam), 'Saksikanlah oleh kamu (hai Ahli Kitab) bahwa sesungguhnya kami orang-orang Islam'." (HR. Bukhari, Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi).

Baca Juga: Rekomendasi Novel Indonesia yang Membahas Sejarah dan Ingatan Kolektif 

Respon dan Dialog Kaisar Heraklius dengan Abu Sofyan

Kaisar Heraklius menyambut kedatangan surat dakwah tersebut dengan sikap yang penuh perhitungan, kedewasaan, dan penolakan yang santun. Alih-alih langsung merobek atau mengabaikannya, sang kaisar memilih untuk menyelidiki kebenaran risalah serta kepribadian pengirim surat dengan menghadirkan saksi mata dari bangsa Arab.

Kebetulan pada masa itu, pemimpin kaum musyrikin Quraisy, Abu Sofyan bin Harb, sedang memimpin kafilah dagang di negeri Syam dan kebetulan berada di dekat istana Heraklius (yang sedang memimpin kampanye militer ke Persia). Abu Sofyan beserta rombongannya kemudian dipanggil menghadap ke istana.

Di hadapan para pembesar Romawi, Heraklius mengajukan serangkaian pertanyaan mendalam mengenai silsilah, kejujuran, perilaku, status sosial, pengikut, serta ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:

Komentar Pengguna