Dukungan dari keluarga dan sekolah dapat membantu anak menghadapi tantangan belajar. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
1. Berikan dukungan tanpa menyalahkan anak. Hindari membandingkan kemampuan membaca anak dengan saudara atau teman sekelasnya. Berikan apresiasi terhadap usaha dan kemajuan kecil yang berhasil dicapai.
2. Gunakan metode belajar yang terstruktur. Latihan membaca yang dilakukan secara bertahap, eksplisit, dan berulang dapat membantu anak mempelajari hubungan antara huruf dan bunyi. Pendekatan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan anak.
3. Berkolaborasi dengan guru. Orang tua dapat berdiskusi dengan guru untuk mengetahui kesulitan yang muncul di kelas dan mencari strategi pembelajaran yang lebih sesuai. Anak mungkin membutuhkan waktu tambahan atau cara penyampaian materi yang berbeda.
4. Manfaatkan media belajar yang bervariasi. Kartu huruf, permainan bunyi, buku audio, dan kegiatan membaca bersama dapat menjadi pendamping pembelajaran. Penggunaan media perlu disesuaikan dengan tujuan belajar, bukan sekadar menambah aktivitas.
5. Pertimbangkan evaluasi profesional. Jika kesulitan membaca dan mengeja berlangsung terus-menerus, konsultasikan dengan psikolog, ahli yang menangani kesulitan belajar, atau tenaga profesional terkait. Evaluasi membantu mengidentifikasi kebutuhan anak dan menentukan bentuk intervensi yang tepat.
Baca Juga: Sulit Fokus Saat Belajar? Coba 7 Cara Restart Otak agar Konsentrasi Kembali Optimal
Disleksia tidak menentukan kecerdasan, masa depan, atau potensi seorang anak. Anak dengan disleksia dapat memiliki kemampuan yang baik dalam berbagai bidang, termasuk seni, olahraga, teknologi, pemecahan masalah, maupun bidang akademik lainnya.
Namun, bukan berarti kesulitan membaca akan hilang dengan sendirinya tanpa dukungan. Anak tetap dapat membutuhkan pengajaran membaca yang terarah, penyesuaian pembelajaran, dan pendampingan sesuai kebutuhannya.
Hal terpenting adalah membantu anak memahami bahwa kesulitan yang dialami bukan kegagalan pribadi. Dengan dukungan yang konsisten, ia dapat membangun kepercayaan diri sekaligus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Mengenal disleksia membantu orang tua dan guru memahami bahwa kesulitan membaca tidak selalu berkaitan dengan kemalasan atau kurangnya kecerdasan. Tanda-tandanya dapat terlihat melalui kesulitan membaca, mengeja, dan mengenali hubungan antara huruf dengan bunyi.
Jika kesulitan tersebut berlangsung secara konsisten, jangan terburu-buru memberi label atau menyalahkan anak. Amati perkembangannya, berikan dukungan, dan cari bantuan profesional bila diperlukan. Pendekatan yang tepat dapat membantu anak belajar dengan lebih baik dan tumbuh dengan rasa percaya diri.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir