KebonCinta.com — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membuka Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Wilayah Cirebon yang diikuti 2.000 peserta. Kegiatan pembukaan berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Jawa Barat, Jumat, 6 November 2026.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat meningkatkan keterampilan kerja sekaligus memperluas peluang mendapatkan pekerjaan maupun mengembangkan usaha mandiri.
Peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai kelompok, termasuk pencari kerja, pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), dan penyandang disabilitas.
TERSEDIA 32 KEJURUAN PELATIHAN
Baca Juga: ImajiNation 2026 Jangkau 3.499 Sekolah, Kemendikdasmen Dorong Kreativitas Digital Guru dan Murid
Kementerian Ketenagakerjaan menyampaikan bahwa program pelatihan di wilayah Cirebon menyediakan 32 kejuruan.
Beberapa bidang pelatihan yang tersedia antara lain menjahit pakaian, teknisi AC residensial, pembuatan kue, reparasi kendaraan, dan bidang hospitality atau pelayanan perhotelan.
Beragam kejuruan tersebut disediakan agar peserta dapat mempelajari keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Sebagian pelatihan juga diarahkan untuk membekali peserta dengan kemampuan menjalankan usaha mandiri.
PESERTA MENDAPATKAN SEJUMLAH FASILITAS
Menurut keterangan resmi Kemnaker, peserta pelatihan memperoleh fasilitas berupa uang saku dan makan siang selama mengikuti kegiatan.
Selain itu, peserta mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Pelaksanaan program juga didukung tenaga instruktur serta fasilitas pembelajaran sesuai bidang keterampilan yang diikuti.
Kemnaker menyatakan program pelatihan ini diselenggarakan secara gratis sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan peningkatan keterampilan masyarakat.
20 PEKERJA TERDAMPAK PHK IKUT PELATIHAN
Dari keseluruhan peserta, terdapat 20 pekerja terdampak PHK yang mengikuti pelatihan melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon.
Program tersebut juga melibatkan 50 penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan kewirausahaan.
Keterlibatan kelompok tersebut menunjukkan bahwa pelatihan vokasi diarahkan untuk memperluas akses pengembangan keterampilan bagi masyarakat dengan kondisi dan kebutuhan yang beragam.
Menteri Ketenagakerjaan menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh kesempatan kerja dan penghidupan yang layak.
TARGET NASIONAL 340 RIBU PESERTA
Pada 2026, Kemnaker menetapkan target sebanyak 340.000 peserta mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional.
Untuk wilayah Kabupaten Cirebon, pelaksanaan kegiatan melibatkan pemerintah daerah, balai pelatihan, serta berbagai lembaga mitra.
Skema yang digunakan mencakup Tailor Made Training (TMT), bantuan program swasta, Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK), serta kegiatan melalui UPTD dan BLK Kabupaten Cirebon.
PELUANG KERJA DAN USAHA MANDIRI
Yassierli menjelaskan bahwa pelatihan vokasi tidak hanya diharapkan membantu peserta memperoleh pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang kewirausahaan.
Kemnaker mencontohkan keberhasilan alumni pelatihan reparasi AC di Medan yang kemudian mengembangkan usaha dengan 18 karyawan.
Contoh tersebut menunjukkan potensi keterampilan teknis dalam mendukung usaha mandiri, meskipun keberhasilan setiap peserta tetap bergantung pada banyak faktor.
CARA MENDAPATKAN INFORMASI PELATIHAN
Masyarakat yang ingin mengetahui kesempatan pelatihan berikutnya dapat memantau informasi melalui https://kemnaker.go.id dan dinas tenaga kerja setempat.
Perlu diperhatikan bahwa kegiatan di Cirebon yang diberitakan merupakan pembukaan program untuk peserta yang telah mengikuti kegiatan. Informasi ini tidak otomatis menunjukkan adanya pendaftaran baru yang masih dibuka.
Calon peserta harus memastikan ketersediaan kuota, persyaratan, jadwal, dan prosedur melalui penyelenggara resmi sebelum melakukan pendaftaran.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir